Melboure

Dengan membayar sekitar US$ 2500, gue ke Melbourne, Australia selama 16 hari.
Nah begini ceritanya!

# Perjalanan

Kita (Gue dan 45 orang beruntung lainnya) keluar dari Kampus SMA Taruna Nusantara sekitar jam 4 sore langsung ke Bandara Adi Sucipto, Yogyakarta. Pesawat sempet di delay dari 19.00 hingga 19.30. Tapi, kita cukup terhibur dengan pertandingan Jerman v.s Serbia yang ditonton ratusan jiwa bosan nunggu pesawat di ruang tunggu.

Crowd sempet rame dengan gol pertama Serbia, sempet ber-hu hu ria ketika Klose dijatuhi kartu merah dan sangat rame ketika dua serangan beruntun Jerman kena tiang dan yang satunya ditahan bek lawan. Bayangkan, ratusan orang bercampur aduk saat Jerman dapet kado penalti dari wasit. Ada yang berdoa masuk, ada yang berdoa ga masuk, ada yang nyanyi lagu kebangsaan Jerman, ada yang zikir, ada yang bikin Es Campur pake sirup markisa dengan susu full cream yang mantabs banget!

DAN JERMAN GAGAL PENALTI! Sebagian nunduk, sebagian teriak "Goblok banget!", sebagian bersuka ria "Wuih, ga masuk!", sebagian ke kamar mandi buat muntah, sebagian nangis ga rela, sebagian boker masal di pinggiran Malioboro!

TUNG TING TUNG TING! Mohon Perhatian, Penumpang Pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA 217 tujan Jakarta harap segera masuk melalui Terminal 1. Kita masuk, dibagiin payung karena kebetulan hari sedang ujan, masuk kedalem pesawat dan nyampe Jakarta.

Di Jakarta ganti baju, cium Papa, Mama dan Adik tercinta. Masuk ke pesawat, nonton Percy Jackson dan Avatar sambil menghabiskan 6 jam dalam pesawat and viola! WELCOME TO MELBOURNE!


# Hari 1

Gue ditempatkan serumah dengan senior gue yang bernama Bang Arif Budiman. Di rumah kecil di pelataran 25 Barrington Drive, Ashwood milik Tuan dan Nyonya Vanderstaadt. Yap, LONDO! Begitu masuk kedalam mobil, bau parfum Oak khas orang tua memenuhi hidung gue. Nyampe rumah kita keliling dan ada seorang Mahasiswa dari South Arabia yang juga nge-kos disitu, Sultan namanya, dan ada cucu Vanderstaadt yang namanya Jordan. Dia kelas 10 naik 11, sama kaya gue.

Di sore hari gue cuma nonton TV, di malam hari gue main Playstation 3 milik Sultan. PES 2009, Barcelona (gue) v.s Real Madrid (Jordan). Dengan gol Messi di menit ke 26, gue menancapkan paku kemenangan. Tapi, dengan kecerobohan kiper gue yang blunder, Robinho mantap menendang bola. 1-1 hingga Menit 90. Satu babak tambahan masih seri. Di Babak Kedua, Robinho sprint kedepan dan nendang, Valdes menepis, TAPI ADA RAUL YANG NYOSOR KAGA PERMISI DAN SECARA TIDAK SOPAN MAIN TENDANG BOLA! Kiper gue yang belom bangun dari keterpurukannya, tak bisa menghalangi bola yang membuat gue kalah dengan memalukan. 2-1, Madrid menang, gue keluar kamar dan buka facebook!
# Hari 2

Bangu jam 11 lewat 45, mandi, ganti baju, pergi sama Sultan dan Bang Arif. Dari Ashburton Station ke Flinders Street Station. Ke Federation Square, beli hot chocolatte dan ketemu temen-temen Sultan, langsung ke Oakleigh dan main Paintball! Dua ronde dengan bomb yang meledak dalam 5 menit. Bomb di taro tengah dan tiap tim harus memindahkan bomb ke area lawan.



Gue di Blue Team, mengawali hari dengan headshot dan dua kali tembakan ke dada orang dari Red Team. Tapi ketika maju, menembak dari balik barikade, gue kena ganti, gue pun kembali ke save position. Untungnya, ada temen gue dari Blue Team yang nendang bom ke area lawan dan menang!

Di Ronde dua, gue berhasil meng-knock down dua orang. Ada Red team yang ngocol langsung maju kedepan dan nendang bom ke area kita, tapi mengorbankan dirinya ketembak setidaknya 6 kali. Gue ga terima, ambil kaki seribu maju tanpa gentar. Secara nekat dan tak terkendali gue berlari ke arah bom dan nendang kaya orang nendang bola. Tanpa rasa ragu dan bersalah dengan sejuta harapan 'INI PASTI GOL!', gue menendang bom yang terbuat dari jerigen minyak itu!
TENG! Keras banget suara tuh jerigen minyak yang ternyata terbuat dari besi padat! Kaki gue kaga ada rasanya! Kayanya ada yang nyopot jempol kaki gue! Gue hanya bisa kesakitan megang kaki di balik barikade, tapi gue menatap dengan penuh kemenangan! YES! BOM DI AREA LAWAN DAN WASIT TERIAK "30 SECOND!" Walau gue harus terima tembakan super sakit dari belakang gue, GUE MEMBAWA KEMENANGAN BUAT BLUE TEAM!






Malemnya kita ke Sofia Restaurant di daerah Camberwell. Gue cuma pesen Potterhouse Steak dimasak well done dengan Pepper Sauce dan yang gue dapet adalah ini!


Sepotong (yang mungkin ga bisa dibilang sepotong) daging sapi dengan ukuran 50% lebih gede dari kepala gue! Dalem hati gue cuma bisa mikir "Ini daging sapi planet mana kok gedenya kaga manusiawi kaya gini? Kuat ga ya gue ngabisin?" Gue langsung berdoa mohon perlindungan ke Allah SWT, minta dukungan temen-temen gue dan langsung potong memotong! Dalam 45 menit yang mengenyangkan, gue berhasil menghabiskannya! Tapi butuh pengorbanan yang gila-gilaan! Hahaha!

Well, gue sebenernya masih mau jalan dengan Bang Arif dan temen-temen dari Indonesia. Kita pun ke Ashburton Station. Tapi, gara-gara ga ada kabar dari temen kita itu, gue dan Abang gue pun kaga jadi berangkat ke City. Atas bujukan Bang Arif yang sangat bijaksana, kita pun jalan kaki ke rumah! YA! JALAN KAKI 2 KM!

"Tapi, Bang. Kita baru belom ada dua malem disini, belom apal jalan." kata gue rada melas.
"Pake GPS hape-mu lah." Bang Arif menjawab dengan santai.
Gue pun buka GPS. Dalem hati gue cuma bilang "Alhamdulilah, 3G Australi secepat kilat!" Dengan modal GPS dan nama jalan, kita berhasil nyampe rumah walau harus melewati jalan yang sepi dan gelap dengan suhu dibawah 10 derajat! Bikin film Silent Hill pun jadi kalo gini! Hahaha!
Nyampe rumah, dengan sambutan hangat pasangan Vanderstaadt, langsung menaikkan suhu tubuh kami. Merekapun memainkan sang piano dengan piawai! Gue cuma bisa berkata, "I wish, I could play like that. So girls will fall into my hand."


# Hari 3

First time going to school must be very cheerful, BUT THAT WASN'T HAPPEN IN HAWTHORN COLLEGE! It was sooo boooriiing! Akhirnya, melalui perjuangan yang keras dan melelahkan, KITA SELESAI SEKOLAH! Lalu, berangkatlah kita :
Gue, Baba, Mazaya, Golda, Almaz, Irham yang menyatukan kekuatan Harapan dengan kekuatan Cinta milik Bang Singgih, Bang Syuhudi, Bang Dananjaya, Kak Riani dan Kak Sarah! Jadilah kami : SEBELAS POWER RANGER MELBOURNE SAVERS!
Intinya, kita semua berangkat ke Flinders Street dengan bantuan GPS Nokia N97 milik gue yang berperan banyak untuk mencari jalan dan station terdekat! Nyampe di Flinders, kita ke kiri sekitar hampir 1 km menuju Melbourne Aquarium di samping Yarra River, and we found a flocks of Seagulls!


Di dalam Seaworld, eh salah, Melbourne Aquarium. Kami menemukan a glass full of penguins! Gue jadi pengen punya satu! Soalnya cebol, gendut, gimana gitu, mirip ade gue yang paling kecil! Hahaha! Makanannya ikan, mirip ade gue yang suka kaga kenyang makan sushi
Terus ada komplotan ubur-ubur, kepiting, lobster, ikan dari mulai yang bisa nyala kaya neon, panjang dengan muka belut, pipih kaya piring, ampe yang punya mulut yang bisa juga digunakan sebagai pantat! (kebayang ga mukanya gimana?)




Anda tahu? Mainan ding dong yang ada kotak kaca, didalemnya ada coklat ato permen ato biskuit macem-macem, masukin koin dan dapetin coklatnya dengan cakaran mirip alat traktor yang bisa diarahin dan diturunin kebawah? KITA MAIN ITU! DAN HEBATNYA, DENGAN MENGORBANKAN $5, KITA MENDAPATKAN 6 COKLAT DENGAN KERJASAMA DAN TERIAKAN YANG TIDAK TERBUANG CUMA-CUMA!

Setelah beli sufenir, kita nyebrangin Yarra River yang tidak salah lagi lewat jembatan, jalan-jalan di bantaran kali Yarra, liat-liat kemegahan Crown Casino dan banyak korek api raksasa yang menghangatkan tubuh kami, mencapai Eureka Sidedeck 88 tapi kaga naik, berkemah dan makan di McDonald dan SubWay, terus pulang deh lewat Flindeers Street Station!





# Hari 4

It wasn't a quite beautiful day. We went to college and the teacher took us to the city via Train. We crossed the bridge to a somehow place called Southgate and had a bit of lunch there. Went to Eureka Tower, the tallest building in southern hemisphere. But we didn't go up, just enjoyed the viewings from the bottom which was boring.

Went back to Federation center and started to split up. I went to Chapel Street (Melbourne's very own Kemang), with my friends and never get there.

Sorry, if there is no pic. I forgot to charge my camera. LOL!

# Hari 5
Kita ga kemana-mana hari ini, cuma ke College dan ada pertemuan student antar negara gitu deh. Gue ngobrol sama rocker asal Turki yang bernama Malik. terus sama rapper celana cingkrang ala Tanggerang yang sedang kebanjiran, gue lupa namanya tapi dia dari Seoul, Korea Selatan (Brazil juara piala dunia 2002! YEEEAAAH!).

Setelah semuanya selesai, we all gathered in the cinema room watching the performance of Saman Dance. Guess what? The Saman Dance was performed by the very own Taruna Nusantara High School from Indonesia! Oh, malunya!

Maaf gambarnya kabur. Soalnya gerakan para penari sangat cepat sehingga sulit diikuti dengan mata telanjang! Sorenya, gue kemana ya? Agak lupa. Oiya!
Gue jalan lagi ke Boxhill Shopping Centre, nemenin maniak yang bela-belain nyari harga termurah buat beli iPhone. Semua toko dicoba, mulai dari JK/Duty Free, Dicksmith, ampe 7 Eleven juga dijabanin! Gue beli WWE Smackdown v.s Raw 2010 di Dicksmith terus kepancing sale 50% di EB Games dan beli ALIENS v.s PREDATOR for Windows!

# Hari 6
Oh yeah! Tour de Schule, dimulai lagi! Kita ke Old Melbourne Gaol, tempat "The Phenomenal, Ned Kelly" (yang gatau, baca koran!) dieksekusi mati! It was such a rude jail! Oke bayangkan lo ditangkap dan ditempatkan di sel kaya gini :
1. Ukuran 2x3 meter. Dengan jendela sebesar 60x60 cm, membuat manusia sulit bernapas.
2. Lantai dari bahan yang menyerap panas dan dingin membuat kulit kita terasa terbakar di musim panas dan membeku di musim dingin!
3. Matras setebal 3 cm yang tidak menghalangi panas atau dinginnya lantai, dengan selimut tipis setipis jaket yang 25000 dapet tiga di tukang las!
4. Kerja tiap hari mukulin batu buat bikin kota Melbourne dan kepala ditutup kantong kalo keluar sel.

5. Ember buat buang air, bisa digunakan hingga 5-7 orang!

6. Makanan tidak memadai, hanya roti, bubur yang sudah dicampur sayur dengan segelas air putih.

Ga enak ya? Udah gitu 200an orang lebih udah digantung disana.



Kita juga dipandu sama seorang Guide yang sudah lumayan renta, tapi masih faseh saat bercerita tentang Hukum Gantung, Hukum Cambuk, bahkan hantu di penjara itu. Sepertinya, bibirnya memang terbiasa mengucapkan kata-kata yang sama selama lebih dari 50 tahun jadi guide.
From the Gaol, we took a lunch Melbourne Central, and went to State Library which is more like a castle rather than a library.

Lihat ketiga orang diatas? Itu senior gue! Paling kiri namanya Bang Singgih, tengah Bang Briston dan kanan Bang Syuhudi. Semua sekelas sama gue di College.
Sore hari, kita makan lagi di Es Teler 77! Yap! ES TELER 77! Gue sempet bingung ketika berhadapan sama pelayannya. Indo bukan sih? Mukanya melayu semrawut. Ingin hati bertanya, "Mbak? Tau Bi Inem? Dia dulu kerja dirumah saya lho!"
Dia tiba-tiba bertanya, "Ya, mau makan apa?"
Spontan aja gue jawab, "Nasi Goreng Ayam."
Dan itulah kejadian hari ini!

Tenjewberrymud

Jangan ngaku jago bahasa inggris sebelom lo baca yang dibawah ini!
Kalo lo bisa mengerti, lo berarti sudah siap buat ngelanjutin di negara antah berantah manapun!
Ini adalah nominasi email terbaik tahun 1999.


Room Service (RS): "Morny. Ruin sorbees."
Guest (G): "Sorry, I thought I dialed room-service."
RS: "Rye..Ruin sorbees..morny! Djewish to odor sunteen?"
G: "Uh..yes..I'd like some bacon and eggs."
RS: "Ow July den?"
G: "What?"
RS: "Ow July den?...pry, boy, pooch?"
G: "Oh, the eggs! How do I like them? Sorry, scrambled please."
RS: "Ow July dee bayhcem...crease?"
G: "Crisp will be fine."
RS: "Hokay. An San tos?"
G: "What?"
RS: "San tos. July San tos?"
G: "I don't think so."
RS: "No? Judo one toes?"
G: "I feel really bad about this, but I don't know what 'judo one toes' means."
RS: "Toes! Toes!...Why djew Don Juan toes? Ow bow singlish mopping we bother?"
G: "English muffin!! I've got it! You were saying 'Toast.' Fine. Yes, an English muffin will be fine."
RS: "We bother?"
G: "No..just put the bother on the side."
RS: "Wad?"
G: "I mean butter...just put it on the side."
RS: "Copy?"
G: "Sorry?"
RS: "Copy...tea...mill?"
G: "Yes. Coffee please, and that's all."
RS: "One Minnie. Ass ruin torino fee, strangle ache, crease baychem, tossy singlish mopping we bother honey sigh, and copy....rye?"
G: "Whatever you say"
RS: "Tendjewberrymud."
G: "You're welcome."


Hahahaha!

Celotehan!

Me, Junior Mahendra and Barkah Muharram.
Room C-6
After the homestay brief, approximately 17.30


We are wondering if our house parent will be like this :

Host Parent (HP)
One of Us (Me)
Computer (CP)

HP : Kid (dying grasp), please. Come closer.
Me : Yes, sir.
HP : Closer.
Me : Okay, sir.
HP : More close.
Me : Allright, sir.
HP : Not so close. Your breath stinks.
Me : -__-
HP : Kid. I'm so close to death, I can see the Soultaker is drawing near.
Me : Hold on, sir. The anu, apa dah, uh, apa sih namanya, oh iya! The Ambulance is
coming, sir.
HP : I can hold on much longer.
Me : You must! Don't you see, everybody loves you.
HP : Kid, only both of us here and my wife died sometimes in the 90's.
Me : That doesn't mean you have to give up!
HP : Huh, kid! I don't have a son, so you're my only heir.
Me : Heir?
HP : Behind the paintings, there is secret button, push it.
Me : (So I, push the button without any regrets, then a hole opened just behind my
stand)
HP : Check it inside.

Some white gas on the entrance, like those kind of Helloween movies. Then, a ultra high definition 100" LCD is on my right and a set of supercomputer on my left. Then, I found it. IRON MAN SUIT!

HP : (from above) Wear the suit, the suit will do anything you command!
Me : Yes, sir! Put it on me! (yelling at the suit)

In a matter of sec, I'm in the suit and check what happen!



Possibilities #1

Me : Turn on system!
CP : Windows 98 (on the screen)
Me : (This is odd)!
CP : Iron Protector is out of date. Your suit is at risk.
Me : (What the f***)?
CP : Renew Now.
Renew Later.
Me : Renew Later!
CP : 1% Power remaining.
10 Second remaining.
Me : (Damn!) Charge!
CP : No items match.
Me : Ah! Dang!
CP : 0% Power remaining.
1 second remaining.
Me : Shit! I can't get out! Woy, kompi nya mati nih! Woy, sir! Oy! Gue ga bisa
bernapas!

So, I died in less than 5 minutes, holding breath. Fortunately, my host parent are able to live at least 1 minutes more than me.



Possibilites #2

Me : (Did he said anything?) Make me pizza!
CP : Warning! System Failure! Warning! Abort Task! Warning! Emergency Shut Down!
Me : Uh oh!
CP : System Shut Down............. . . . . . .
Me : Couldn't be worse.
CP : Self destruct in 3... 2...
Me : Ah!
CP : 1... 0
Me : Oh, yasudahlah gue mati masuk surga! Amin!
CP : Gotcha!
Me : Anjrit!



Possibilities #3

Me : Turn on system!
CP : Windows XP Home Edition
Me : -____- (at least it's not 98!)
CP : Checking Identity.
Me : (huh)?
CP : Warning! Access Denied! Deleting All Data! Emergency Self-Destruct!
Me : Oh, geez!


So, we can conclude that Me is going to die anyway.
There are more possibilities we have thought, but I can write 'em all here.

So, bye!

Don't worry, I'm still Blogging

Well, tak terasa udah sekian milenium gue kaga pernah berkesempatan untuk nulis blog lagi. Dan akhirnya, duduk bertiga di ruang OSIS, memanfaatkan hotspot yang ada dan viola! Another post from me!

Singkat cerita, wanna tell you something!
Tapi singkat-singkat aja ye, masalahnya gue udah lama ga ngepost, jadinya banyak kejadian!

Oke, first of all. Menjadi Diraja Minak Djinggo dalam Teater berjudul Ratu Ayu Kencono Wungu bukanlah hal yang mudah, setidaknya bergaya ala raja beraksen jawa parodi dengan suara gue yang harus dinaikkan satu oktav. Dengan kain, kemben, baju khas penjual sate madura (Ingat! Dalam sejarah Minak Djinggo bukanlah orang Madura!) gue cinta mati tergila-gila dengan Ratu Ayu Kencono Wungu yang faseh bahasa jawa alus, tapi aksen batak yang kental! Gausah dibayanging, palingan ntar lo sibuk niruin gaya bicara yang belepetan gitu!


Kedua, gue didiagnosa kena Febris (bahasa medis, ga ngerti tanya ama tukang jual Bodrex!) 4 hari di Poliklinik dan terancam kena hukuman karena ketangkep basah bawa hape ke graha, YA BAWA HAPE!

Bahkan belom ada seminggu, gue berjalan di Red Carpet dengan berbagai nominasi aktor mulai dari oscar, panasonic, asia pasific sampe Kalpataru gara-gara kesuksesan gue memainkan Minak Djinggo, tapi gue justru ketangkep main hape! Alhasil, dengan PDL (baca post: PDL sialan!) gue sukses malu berat! Walaupun gue tetep gagah dengan pakaian ijo army gitu, lengkap dengan kopel rim dan boots yang gue beli di Stop n Go-nya Kopassus!

Seminggu kemudian, Ulangan Kenaikan Kelas! I'm scoring great in English! Tapi, gue harus mengulang setidaknya Matematika, Fisika dan Geografi! Karena nilai gue dibawah standard! Well, it's not easy sekolah di tempat dengan ratusan anak yang mengalami cacat bawaan yaitu : berotak ganda!

Tapi, in the end, gue tetep berhasil! Sempet ragu dengan IPA, mau memilih IPS, orang tua bahkan ngasih gue kepercayaan untuk memilih yang terbaik. Tapi, dengan kedatangannya tante gue, seolah angin segar berlalu dan membuat gue mengubah laju dan mengambil jalur yang sangat sulit bin ngeselin! IPA!


Setidaknya, gue diberi anugerah homestay ke Melbourne oleh kedua orang tua gue dan akan menghabiskan setidaknya 16 days there. I'm in a home of a mom and a daughter. Their names are Liz and Stephanie. They have cats and I love dogs. Secara biologis anjing akan sangat berbeda dengan kucing, tapi dilihat dari segi kebahasaan, mereka sama-sama binatang peliharaan!

Maybe that's all I wanna say, oh yeah. Gue menginstall setidaknya 3 game baru ke laptop gue (which is ga penting!) seperti Need For Speed Carbon, Call of Duty dan The Sims 3. Melengkapi yang sebelumnya ada yaitu Football Manager 2010, Spore, Warcraft dan Fallout 4! Now, the entertainment is complete with my HP Pavilion dv4 Entertainment PC!

That's all, folks!