The End of a Year

Annoucement: Posting ini adalah bagian pertama dari dua posting spesial merayakan tahun baru. Bila kalian sudah selesai membaca posting ini, ada baiknya kalian membaca posting yang berikutnya. Dan walaupun keduanya tidak closely related, layaknya persentase kenaikan poin saham perusahaan di S&P 500 dengan tingkat penjualan cabe kering di Desa Krebesenggrong, posting berikutnya dijamin akan membuat malam tahun baru kalian begitu berharga! Cheers and enjoy 2014!




WOW! Satu kata yang tepat untuk ditujukan kepada hari ini! Yeah, folks! Hari ini adalah tanggal 31 Desember, yang artinya kalo kalian masuk kamar mandi tepat jam 12 malam, kalian akan keluar tahun depan! *penonton bosan* *lempar wastafel*

Anyway, sebuah pertanyaan bagi kalian: Bila seekor bayi manusia baru lahir, kepalanya keluar jam 11.59 tanggal 31 Desember, dan kakinya keluar jam 12.01 tanggal 1 Januari, kapankah dia ulang tahun?


Oke, kembali ke cerita! Jadi, hari ini adalah penghujung tahun 2013. Dan semua orang pasti akan merayakannya! Ada yang barbercue bareng keluarga, main kembang api sama temen sekomplek, menghabiskan malam dengan pasangan, party hard sampe pingsan, ngaji dan sholat hajat di surau pinggir sawah, atau mungkin kalian lagi mencari pintu masuk kedalam goa di semenanjung Lhokseumawe yang hanya terbuka pada terang bulan malam tahun baru, untuk mencari tembikar emas mandraguna peninggalan Samudera Pasai.

Tapi, banyak juga dari kalian yang bingung harus melakukan apa di tahun baru, karena kalian sudah pernah melakukan semua yang diatas. Well, nggak usah bingung! Tuhan memberikan anugerah kecerdasan kepada gue untuk membantu sesama dikala kalian sedang gundah galau gulana! Kali ini gue akan memberikan ide apa yang bisa dilakukan pada malam tahun baru!

Gue tahu gue terlambat BANGET ngasih tau kalian, karena ini udah hari terakhir di tahun 2013. Well, terlambat aja sih, terlambat banget mah gue posting pas lebaran haji! *krik* *dipanah*

But anyway, beberapa diantaranya mungkin cukup impossible untuk dilakukan detik ini juga, tapi ini bisa jadi ide untuk perayaan tahun depan!

Dan jika kalian sempat membaca ini di pagi hari, langsung aja kalian persiapkan segalanya! Inilah list-nya!


1. Pesta Dengan Anak Yatim Piatu



Nggak ada yang lebih mulia daripada berdoa atau sholat ketika malam tahun baru! Selain memohon maaf atas dosa setahun yang lalu, kita juga memohon untuk dilindungi dan diberkahi selama setahun kedepan. Tapi, bila kalian punya harta yang lebih, nggak ada salahnya kalau kalian menghabiskan semalam bersama anak-anak di Panti Asuhan!

Pasti jarang banget deh anak-anak Panti Asuhan yang bisa bersenang-senang di malam tahun baru! Nah, jadilah keluarga semalam mereka yang bisa memberi keceriaan kedalam hati kecil mereka! Selain menyenangkan mereka, pasti kalian juga merasa puas kan dengan membawa kebahagiaan ke hidup orang lain?

Coba deh kalian bayangin, senyuman yang terukir di wajah mereka ketika melihat kembang api meledak di udara itu priceless! Kapan sih mereka bisa main kembang api dan barbercue-an bareng di malam tahun baru? Setelah itu, kalian boleh tutup dengan doa atau sholat bersama, sesuai dengan keyakinan kalian masing-masing. Dijamin 150 persen resolusi tahun baru kalian akan terkabul deh kalo didoain sama anak-anak ini! Yang nyari jodoh nggak cuma dapet satu, tapi tiga sekaligus! Yang ngincer jabatan, langsung jadi mandor buruh! Yang pengen diet, badan lo langsung mirip Betty La Pea deh!


2. Terbangkan Balon dan Keinginanmu Setinggi Langit



Entah beberapa masa yang lalu, ketika gue PERNAH kecil, gue melakukan ritual sederhana ini bersama sepupu-sepupu gue karena kita nggak merencanakan apa-apa untuk tahun baru. Dan mungkin ini cocok buat kalian yang sangat percaya dengan takhayul.

Caranya simpel, walaupun ga simpel-simpel amat secara nyari tukang balon di malam tahun baru itu susahnya kaya nyari onta hamil warna abu-abu di kutub utara! Inget, balonnya harus balon helium yang bisa terbang kalo nggak diganjel pake batu kali! Nah kalo balonnya udah ketemu, langkah kedua adalah tulis keinginan kalian di selembar kertas! Tapi, jangan semuanya kalian tulis! Tulislah satu keinginan terdalam kalian, hanya SATU! Karena kalo lebih, sihirnya nggak akan berhasil! Nah, kalo udah, iket kertas tersebut ke tali balon, dan pastikan kertasnya nggak terlalu berat biar balonnya bisa terbang!

Lalu, ketika jam sudah menunjukkan pukul 00.00.00, langsung lepaskan balon kalian yang sudah diikat dengan kertas berisi keinginan kalian! Perhatikan balon dan keinginan kalian terbang tinggi ke angkasa and watch the magic happen! Berdoalah yang keras agar kertas kalian jatuh ke tempat yang benar! Contohnya, dulu gue pernah minta supaya gue dibebaskan dari yang namanya les sempoa! Gue nggak tau itu kertas jatoh dirumah dukun beranak atau gimana, tapi tiba-tiba tempat les gue kebakaran! And if you believe, it can happen to you to! *sok disney magic* *lempar dispenser*


3. Api Diatas Air Dibawah Bintang



Yang satu ini bisa kalian skip aja buat tahun depan karena butuh persiapan dari jauh-jauh hari! Tapi, kalo kalian sempet, ini adalah salah satu ide paling romantis dan indah yang bisa kalian lakukan bersama orang-orang tercinta!

Hal yang pertama kali yang harus kalian lakukan adalah memilih tempat liburan yang sangat amat terpencil! Liburan di Bali, Lombok atau Gili udah biasa banget! Sebenernya biasa aja sih, biasa banget mah elo yang desperate amat pas malem tahun baruan cuma mejeng depan laptop baca blog gue! HAHA! Moving on, salah satu tempat yang gue paling rekomendasi adalah kepulauan di dekat Flores, seperti diantaranya pulau Komodo dan Rinca. Kalian bisa coba di Halmahera, Morotai atau Sabang.

Sewa perahu untuk tamasya minimal dua hari satu malam. Dan minta kepada sang kapten untuk bermalam di tengah laut. Kalian harus tahu, betapa indahnya langit diantara kegelapan malam ditengah laut! Gue bisa bilang keindahannya HAMPIR SAMA PERSIS DENGAN FOTO DIATAS! Sambil menikmati sentuhan bintang di malam tahun baru, kalian bisa menyalakan beberapa kembang api dan menikmati satu-satunya sumber cahaya di kegelapan yang hampir-hampir tiada ujungnya!

Momen yang begitu romantis ini juga bisa kalian gunakan untuk berkompetisi mencari bintang jatuh! Bila kalian mendapatkan satu, langsung kalian ucapkan resolusi tahun baru kalian dalam hati! Dan berdoa saja takhayul itu benar! Satu hal aja sih dari gue; plis jangan sekali-kali nyoba nyebur ke laut! Kalian nggak tahu binatang apa yang sedang keluar di malam hari!


4. Waktu Untuk Menyendiri



Malam tahun baru adalah waktu yang tepat untuk diam sejenak sendirian dan merenungi setahun yang telah lalu dan bermimpi tentang setahun yang akan datang. Jika kalian termasuk orang yang introvert dan pendiam, kalian mungkin suka dengan ide ini!

Temukan sebuah tempat yang jauh dari hingar bingar menyambut tahun baru. Sebuah villa eksklusif untuk kalian sendiri menghabiskan malam dengan sebotol wine sambil mendengarkan lagu galau dari tahun 60-an? Berjalan seorang diri menyusuri hutan atau perkebunan di daerah tinggi dan duduk sendirian sambil menyatu dengan alam? Mungkin kalian suka duduk sejenak sekedar melihat ombak berkejaran di tepi pantai? Atau mungkin kalian menilai waktu ini adalah waktu yang sangat krusial untuk ngepet di sekitaran komplek karena semua orang lagi keluar rumah?

Apapun kegiatannya, minumnya teh botol sosro! *lempar berhala*

Maksud gue, jangan lupa membawa makanan dan minuman kesukaan kalian untuk dinikmati sendirian. Mungkin bawa iPod juga seru buat muterin musik-musik yang on banget dengan suasananya! Tips dari gue: jangan ngeluyur ke tempat berbahaya! Jangan lupa bawa sesuatu seperti keris, tombak dan raket nyamuk, buat perlindungan diri dari orang-orang berbahaya! Dan plis, jangan pergi ke tempat yang angker! Gue nggak mau lo ilang diculik wewe gombel karena baca postingan gue!


5. Merajut Kembali Hubungan yang Telah Lalu



Tahun baru adalah alasan yang tepat untuk kembali menyapa orang-orang yang sempat meninggalkan hidup kalian! Jadikan itu sebagai tema untuk memberi selamat dan menyapa mantan sahabat, teman lama, keluarga jauh, mantan pacar bahkan mantan selingkuhan!

Asalkan kalian nggak melakukannya dalam keadaan mabuk sepertinya semua akan berjalan baik-baik saja! Jangan habiskan pulsa dengan mengirim SMS selamat tahun baru yang monoton dan sama ke setiap orang! Sapalah orang-orang yang ingin kalian sapa untuk merajut hubungan yang sempat terputus!

Siapa tahu ucapan selamat tersebut bisa berujung ke berbagi cerita di tahun yang telah lalu, dan mungkin janji untuk tetap berhubungan bahkan bertemu di tahun yang akan datang? Who knows?


6. Tidur



Capek kerja atau kuliah setahun nggak pernah kelar? Teman-teman dan keluarga ngajak pesta bareng disaat kalian bener-bener suntuk dengan seisi dunia? Selamat! Kalian berhak menghadiahi diri kalian sendiri dengan sehari semalam tidur nyenyak senyenyak-nyenyaknya! Kalo perlu, kalian booking kamar paling mahal di hotel bintang tujuh hanya untuk menikmati keempukkan kasurnya! Dan jangan lupa bawa guling! 

Well, setidaknya nggak ada gangguan selain bunyi kembang api dan petasan yang kenceng banget! Again, kenceng aja sih. Kenceng banget mah ada bocah usil ledakin nuklir depan rumah! Yah, pokoknya bila kalian emang bener-bener nggak mau ngorbanin mata melek hingga tengah malem, kalian bisa langsung nyentuh kasur untuk mengembalikan segala energi, dan siap bekerja atau menghadapi UAS pada tanggal 2 Januari!

Tahun baru itu bukan sesuatu yang spesial seperti dimana seorang malaikat turun dari langit sambil mengendarai unicorn dan bagi-bagi cupcakes kepada hamba Tuhan yang paling beriman! Tahun baru hanyalah malam biasa dimana kalender lama dibuang dan diganti kalender yang baru! Sebenernya nggak ada untungnya selain ngabisin duit untuk euforia sesaat. Jadi, apalagi yang lebih baik daripada berpelukan dengan ranjang paling nikmat di seluruh dunia?


7. Atau Lakukan Hal Paling Menyenangkan Hati Kalian, Sebodoh Apapun Itu



Tanggal 31 Desember adalah hari terakhir dimana kalian bisa melakukan apa yang kalian suka sebelum tahun berganti! Dengan modal nyali yang kuat, kalian bebas melakukan apa saja di malam tahun baru!

Beberapa tahun yang lalu, sambil melihat kembang api, gue berteriak sekeras-kerasnya dari atap rumah gue! Gue teriakin semua hal yang mengganjal di hati gue, segala uneg-uneg dan keinginan gue, hingga gue puas melepaskan segala beban yang ada di dada. Untungnya, di deket rumah gue lagi ada pesta kembang api, jadi suara gue nggak begitu kedengeran!

Kalian juga bisa melakukan yang sama! Kalian juga boleh mencoba hal lain seperti mengarahkan kembang api ke rumah tetangga kalian yang paling nyebelin abis itu lari cepet-cepet! Atau bertelanjang dada dan masuk ke tengah-tengah air mancur bundaran HI, lalu menancapkan bendera merah putih dan berteriak "UNTUK INDONESIA!!!". Atau mungkin mau coba naik ke lantai paling atas monas dan iseng polisi maling yang jatoh kalah. TERSERAH!

Asalkan kalian sadar bahwa apapun yang kalian lakukan itu memiliki resiko. Dan kalian bisa berjanji untuk bertanggung jawab atas segala hal bodoh yang kalian lakukan!




Yang terpenting dari malam tahun baru adalah menggunakan kesempatan terakhir di tahun ini dengan sebaik-baiknya menurut hati kalian! Entah bagaimanapun caranya, kalian nggak akan bisa mengulanginya lagi di tahun yang sama, dan mengulangnya di tahun depan itu NGGAK AKAN SAMA!

Jadikanlah setiap pergantian tahun itu sebagai memori yang indah di dalam ingatan kalian. Jangan setiap tahun kalian habiskan dengan cara yang sama! Akhirnya, segala kegiatan dan resolusi yang kalian buat juga tidak akan teringat dan tidak berhasil dilaksanakan di tahun yang akan datang! Bila akhir tahun kalian dihabiskan dengan penuh makna, niscaya segala resolusi yang susah-susah kalian buat pasti akan kalian ingat sepanjang setahun kedepan!

Dan bagaimanapun kalian memilih menghabiskan malam tahun baru kalian nanti, gue turut berdoa semoga kalian mendapatkan malam yang worthed untuk dijadikan malam penutupan tahun yang penuh makna ini!


Cheers and enjoy new year!

Reinaldy C. Baskoro



Cantik Seperti Apa yang Kalian Cari?

Face it! Kalo ada orang yang bilang bahwa outer beauty itu nggak sepenting inner beauty, itu semua bohong!

Oke, mohon maaf sebelumnya. Bukan berarti gue misogynist atau apa, tetapi kalo emang kecantikan luar itu nggak penting, kenapa dari dulu sampe sekarang orang-orang lebih suka memuja-muji kecantikan seorang wanita daripada sifatnya?

Secara tidak kita sadari, kita hidup di dunia yang sangat subjektif terhadap penampilan dan representasi. Why? Karena penampilan adalah hal yang pertama kali orang lihat dari kita. Let's be honest, hingga batas tertentu, orang akan menilai penampilan kita sebelum mengenal kita lebih jauh. Dan tentu saja, penampilan yang baik akan memberikan kesan pertama yang baik.




Bicara soal penampilan, Tuhan telah memprogram otak gue secara biologis sebagai laki-laki untuk senantiasa mencari calon pasangan ideal untuk bereproduksi dan menghasilkan keturunan. Dan tentu saja, seperti binatang, kita senantiasa harus membuktikan diri kita sendiri untuk mendapatkan pasangan hidup kita, salah satunya melalui penampilan.

Dan sebagai laki-laki usia awal 20-an yang hidup di kota metropolitan di tahun 2013 (besok sih udah 2014, tapi okelah!), gue dan sobat sesama jenis gue sering membicarakan tipe cowok ideal apa yang diinginkan oleh para gay.

Maaf, bukan itu yang gue maksud.

Gue dan sobat gue sering membicarakan kecantikan wanita seperti apakah yang diinginkan oleh pria-pria abad ini?

Jika kalian wanita, ada baiknya kalian mendengarkan perkataan gue yang berikut ini!
Kita para lelaki adalah makhluk yang amat sangat super duper ultra tertarik dengan penampilan kalian!

Percaya deh! Bila kita melihat kalian duduk sendirian di restoran, kita akan saling senggol satu sama lain dan membicarakan kalian dari jauh!
Walaupun kalian jalan dengan cowok lain dan kalian cukup menarik, ada waktu sekitar 3 hingga 4 detik bagi kami untuk mengecek kalian dari ujung rambut ke ujung kaki!
Dan bila kalian pulang sendirian malem-malem naik angkot dengan menggunakan baju yang cukup 'menggairahkan', ada kemungkinan kami akan memperkosa kalian hidup-hidup dan memutilasi kalian jadi 70 bagian, meminum darah kalian dan membuang anggota tubuh kalian di bantaran kali Ciliwung!
 JADI STOP NAIK ANGKOT SENDIRIAN DI TENGAH MALAM!

Anyway, walaupun selera kita berbeda-beda, ada suatu kesamaan ide akan kecantikan yang muncul di otak kita. Dan, gue bisa bilang, tipe kecantikan seseorang itu berbeda-beda, dan walaupun nggak sepenuhnya berkorelasi dengan sifat masing-masing wanita, kita laki-laki biasanya suka menyimpulkan sesuatu dari kecantikan kalian!

Jadi, seperti apakah kecantikan-kecantikan yang diidam-idamkan oleh para lelaki Indonesia di abad ini? Mari kita saksikan bersama-sama!


1. Si Innocent




Biasanya dimiliki oleh anak baru lulus SMP, SMA atau baru mulai kuliah. Cowok suka kecantikan seperti ini karena kesannya polos, lugu, imut dan manja layaknya unicorn kecil yang terbang menari di negeri mimpi bersama Oki dan Nirmala!

Entah mengapa setiap tindakan yang mereka lakukan itu terkesan lucu, layaknya pemeran Bona dan Rongrong! Enak banget buat jadi bahan pelukan, dan walaupun wajahnya tidak se-chubby Paman Gembul, pipinya biasanya jadi korban cubitan pacarnya. Dan ekstrimnya, biasanya pacarnya suka pake jepitan jemuran saking gemesnya!


2. Si Biasa Aja




Ada beberapa tipe wanita yang, entah dengan susuk atau tipu muslihat apa, terlihat cantik pada pandangan pertama. Ketika pertama kali, kita penasaran dan biasanya bilang "Hmmm... Boleh juga."

Tapi, lama kelamaan diliatin, kok rasanya hampa? Ngebosenin? Dan biasa aja? Layaknya es teh manis yang kelamaan di diemin lama-lama esnya jadi mencair dan akhirnya nggak manis lagi dan jadi biasa aja. Layaknya lagu baru hits yang kelamaan di mainin di radio dan akhirnya jadi biasa aja.
Layaknya nyoba kayang jalan diatas pecahan kaca dari Anyer sampe Panarukan sambil nyeret ikan teri satu kwintal, dari biasa aja sampe mampus mampus lu!

 Dan akhirnya dari cuma "Boleh juga." kita malah bilang "Ssss... Biasa ajah."


3. Si Hipster



Mereka mungkin bukanlah yang paling cantik, tetapi jujur saja, penampilan mereka yang kadang tidak konvensional selalu bisa membuat mata tertuju padanya! Tampilannya biasanya ditandai dengan kacamata besar, selera fashion yang berbeda dan berwarna-warni dan aksesoris yang jarang ditemukan mulai dari gelang tribal hingga kalung berisi totem mereka atau mungkin boneka voodoo. Jangan heran kalo kalian ketemu hipster indonesia yang hobi bawa keris kemana-mana...

Habitat mereka kalo nggak toko buku hippie layaknya Aksara, tempat jual barang antik, toko musik dan tentu saja di pojokan cafe-cafe tempat ngopi kelas atas!

Bagi para cowok yang berusaha mendekati dia, kalian harus siap mental! Karena cewek seperti ini suka susah dideketin kecuali kalian memiliki passion yang sama, seperti sama-sama hobi manggil jelangkung atau berburu babi ngepet!

Siap-siap aja, cewek seperti ini biasanya adalah liberal muda, berjiwa bebas sebebas imajinasinya, memiliki selera yang aneh, sangat peduli lingkungan, kemungkinan adalah seorang feminist, memiliki ideologi politiknya sendiri dan kadang-kadang mengetahui hal-hal yang tidak kalian ketahui seperti konspirasi Musolini, filosofi Eksistensialisme dan mantera santet keris madukara jatuh dari langit seribu!


4. Si Tetangga




Ini adalah tipe girl next door yang selalu ditunggu kaum pria di pagi hari ketika mereka mau berangkat kuliah atau kerja, berharap bisa melihat dia keluar dari rumah dan sekedar menyapa "Hei!"

Kecantikannya dihiasi dengan wajah yang murah senyum, perilaku yang selalu ceria dan keramahannya dalam menyapa kalian di pagi hari. Tetapi, disisi lain, dia juga  misterius dan kadang provokatif!

Dia adalah tipe tetangga pada umumnya, dia akan tanpa ragu mengetuk pintu kos atau apartemen kalian bila ia membutuhkan bantuan. Atau hanya sekedar memberi kalian kue ataupun makanan lainnya ketika dia mengadakan pesta ulang tahun atau sedang ada sunatan adiknya dirumahnya.

Dan banyak sekali pria yang akan perih hatinya, seakan tak rela, bila melihat tetangga kesayangannya jalan dengan lelaki lain!


5. Sang Ibunda




Yah, nggak usah terlalu mirip dengan ibu kalian lah. Tetapi, bila dilihat dari wajahnya, wanita ini terlihat sudah matang jiwa dan raganya. Wajahnya menyiratkan bahwa ia memiliki kebijakan dan pengalaman yang banyak dari asam garam kehidupan yang pernah ia rasakan. Tak heran jika kalian melihat matanya, ada sepercik sifat keibuan yang bisa kalian rasakan.

Terkadang kalian menemukan rasa seperti ini dari orang yang lebih tua dari kalian. Mungkin beberapa dari kalian suka yang lebih berpengalaman? Mungkin kalian suka jadi selingkuhan istri muda? Atau beberapa dari kalian memiliki ketertarikan khusus bila melihat janda berumur 75 tahun dengan 3 anak dan 7 cucu?


6. Si Paling Mahal




Kecantikan mereka adalah cerminan dari segala barang bermerk yang ada di meja rias mereka. Tampilan mereka yang biasanya dilengkapi dengan sepatu hak tinggi setinggi enggrang, tas bernilai jutaan rupiah yang isinya nggak lebih besar daripada plastik diskon Ramayana, dan tentu saja beberapa perhiasan yang memadati tubuhnya, membuatnya lebih seperti disko berjalan daripada wanita royal.

Kalian akan menemukan wanita seperti ini di beberapa mall atas seperti Plaza Indonesia, Plaza Senayan dan Pacific Place. Lebih tepatnya lagi, kalian akan menemukan mereka di beberapa tempat pergaulan paling yahud di kota metropolitan. Dan bila kalian jeli, mungkin kalian akan bertemu beberapa dari mereka di Hotel Mulia atau Four Season.

Kebanyakan dari mereka adalah sosialita, atau mereka yang berharap agar dianggap sebagai sosialita. Jika kalian ingin berkencan dengan mereka, pastikan yang ada di dompet kalian adalah Soekarno & Hatta, bukan Pattimura!


7. Si Wanita Karier




Inilah dambaan para pria usia dua puluhan akhir. Wanita seperti ini memperlihatkan kecantikan dari sisi professional mereka, kepintaran mereka, wawasan mereka dan tak jarang wanita-wanita ini memiliki selera fashion yang cukup menengah keatas, bila mereka bekerja di salah satu perusahaan asing prestisius.

Hebatnya, wanita ini biasanya hanya mendambakan pria yang sudah mapan, berpenghasilan lebih dari mereka dan memiliki karier dan jenjang pendidikan yang sama atau diatas mereka, karena akibat dari sifat mereka yang ambisius dan memiliki cita-cita yang tinggi.


8. Si Dia Yang Paling Fleksibel




Ketika kalian lihat wajahnya, mereka punya senyuman paling adem dan down to earth. Dari wajahnya, mereka itu memiliki ciri khas yang cantik, tapi nggak berlebihan. Mereka adalah salah satu wanita paling baik yang bisa kalian bawa pulang untuk ketemu nyokap kalian, tapi juga wanita yang bisa kalian bawa bersenang-senang bareng hingga mabuk kepayang!

Mereka biasanya sangat independen dan rata-rata memiliki kepribadian sederhana berkat didikan yang biasanya cukup tinggi dan berkualitas. Mereka suka minum wine bareng di rooftop gedung paling tinggi di Jakarta, tetapi juga mengapresiasi nasi goreng gila di pinggiran jalan Sabang!

Dan karena mereka tahu bahwa diri mereka sangat spesial, mereka bisa hidup sendiri tanpa bantuan kalian! Jadi, jangan pernah sok jadi cowok paling keren di depan wanita se-humble mereka!


9. Si Religius Modern



Wanita yang patut diacungi jempol! Masih bisa menjadi pemeluk setia agamanya, tetapi tetap bisa menyesuaikan dengan keadaan zaman! Mereka memiliki paras cantik yang berbeda dari semua yang diatas, karena butuh usaha yang keras untuk tampil cantik tapi tetap sesuai dengan agama!

Dengan hiasan kepala yang bergaya Avant-Garde atau Post-Modern, kecantikan mereka tak hanya merupakan simbol dari kesucian dan ketaatan, tapi juga kemampuan beradaptasi dengan lingkungan. Wanita seperti ini mulai sering dicari oleh banyak pemuda Indonesia masa kini. Berhijab, tidak konvensional, namun tetap atraktif.

Wallahualam!


10. Dan Tentu Saja, Si Wanita yang Sedang Kalian Pikirkan Sekarang



Secantik, seanggun atau seindah apapun tipe wanita yang udah gue jelasin diatas, pasti nggak ada yang bisa menyamai selera lo sendiri! Entah kalian suka dengan tipe kecantikan layaknya gadis desa, kecantikan permaisuri kerajaan Majapahit, keindahan tubuh gadis pantai, atau mungkin kekarnya tubuh gorilla betina?


Apapun itu, kita sebagai pria ditakdirkan untuk mencari pasangan hidup kita dan kalau bisa harus sesuai dengan selera kita agar sejatinya tidak akan berpisah hingga akhir hayat nanti. Dan gue perlu kasih tau ke kalian para lelaki bahwa, it is completely fine bagi kalian yang mungkin tidak tertarik dengan lawan jenis kalian. Karena hal itu sangat manusiawi!

Dan bagi kalian para wanita yang masih berfikir bahwa kecantikan luar itu tidak penting, cobalah mulai sekarang kalian perbaiki mindset kalian. Kalian tidak perlu cantik, hanya butuh untuk menjadi acceptable, karena sadarilah, penampilan itu sangat penting, apalagi belakangan ini! Dan penilaian seseorang itu dimulai dari saat mata mereka memandang, bukan saat mereka berbicara dengan kalian!

Kata orang bijak, Don't Judge Book By Its Cover, tapi kalo luarnya udah nggak bagus, bukannya orang malah males buka halaman berikutnya?



Balada Sunda - Part 2

Karang merekah
Dihajar air membawa kembali kepada pasir
Lalu aku bertanya pada kau
"Jika kita berlari dan terluka, mungkinkah kau berhenti sejenak dan membagi ciuman lekas sembuh?"
Kau hanya bisa meratap

Dan pada kala kita meniti laut
Kita disambut asap yang membawa kita ke langit
Lalu setiap gimbal dan sawo matang menyunggingkan senyum paling ikhlas di dunia fana
Berkata pada langit,
Selamat datang di dunia maya




Listrik yang padam membuat penyejuk ruangan berhenti bekerja. Suasana gerah di dalam kamar sukses membuat gue terbangun dengan perut yang kosong dan hampa. Dalam gelap pun gue berusaha mengambil kembali kesadaran yang menghilang. Menyusuri kembali isi kepala yang sempat pudar karena pengaruh ethanol.

Setelah mengguyur badan dan berkemas-kemas, kami bertiga; gue, Cicak dan Mawar, turun ke lobi hotel. Bak korban busung lapar Ethiopia, kami dengan buasnya mencari tempat untuk bersantap di pagi hari. Dan perlu kalian ketahui, Bubur Ayam Bali adalah salah satu sarapan paling membahana di dalam sejarah peradaban manusia!

Gue bukanlah orang yang paling fancy makan bubur di pagi hari buta ketika gue kelaperan. Gue adalah tipe-tipe orang yang rela berburu jerapah liar dengan tombak hanya untuk memenuhi rasa lapar gue di pagi hari. Tapi, perlu gue akui, bubur ini benar-benar membuat gue percaya bahwa Bali adalah pulau para Dewa! Entah ibu yang jualan bubur itu reinkarnasi Dewi Sinta atau gimana, tetapi bubur itu sukses membuat gue merasa terlahir kembali dalam naungan tangan para Dewa Dewi Olympus.



Jemputan kami datang, siap mengawal detik-detik pertama petualangan kami hari ini. Tujuan pertama kita hari ini adalah sebuah pelabuhan di Padangbai. Dari sana kita akan berlayar langsung menuju Lombok menggunakan sebuah kapal cepat.

Kapal yang kami gunakan adalah sebuah kapal kecil dengan lima mesin pendorong. Dan dari sekitar 25 orang di dalam kapal, hanya kami bertiga yang merupakan penduduk asli Indonesia. Selain para awak kapal tentunya. Dan dari semua turis dalam kapal, sebagian dari mereka mengalami gejala mabok laut. Bersyukurlah mereka, cuaca hari ini cukup cerah dan ombak tidak begitu tinggi.

Perjalanan dari Bali menuju Lombok mungkin terasa membosankan bagi beberapa orang. Tetapi, banyak orang yang tidak menyadari bahwa mereka baru saja melewati Wallace Line. Sebuah garis yang membentang dari utara indonesia, yang membagi fauna asiatis di bagian barat dan fauna peralihan di bagian timur. Konon katanya, dahulu di periode glasial, landas benua yang terletak di kedalaman selat Lombok membuat banyak fauna tidak bisa menyebrang.





"Trawangan!" Teriak para awak kapal.

Walaupun tujuan utama kami adalah Lombok, tapi seakan ada satu sihir di pulau ini yang membujuk kami untuk menjejakkan kaki di pantai Gili Trawangan. Seorang penduduk asli melihat kami bersusah payah membawa tas sebesar Menhir dari dalam kapal. Dia menghampiri kami dan berkata: "Cari hotel, bro?"

Kita bertiga melirik satu sama lain, kemudian menolak dengan halus. Tapi, bocah Reggae itu bersikeras membujuk kami. "Ayolah, bro! Seratus ribu semalam! Lengkap dengan extra bed! Boleh dilihat dulu, coy, kalo nggak percaya!"

Entah mungkin dia bagian dari pesona magis yang ada di pulau ini. Walaupun dengan wajah yang lebih mirip ganjelan lemari daripada pegawai hotel, kata-katanya seakan menggoda kami untuk menghabiskan satu malam di kamar hotelnya. *bergetar*

Ohya, karena kemiripan si pegawai hotel ini dengan salah satu teman gue di Melbourne. Gue akan memanggil orang ini dengan nama Kato.

Setelah mengarungi gang-gang sempit, kami tiba di sebuah area berisi empat atau lima bungalow bertingkat. Kato pun mengajak kami menuju bungalow terbesar di area itu. Setelah membuka kunci pintu dan membuka pintu kamar, Kato langsung berkata: "Selamat datang di dunia maya!"


Kamar tersebut terlihat biasa saja. Tetapi, ada sesuatu di balik perkataan Kato barusan yang menarik hasrat dalam hati gue. Kata-katanya barusan bukan bermaksud untuk menjelaskan kamar hotel ini, kata-katanya barusan bermaksud untuk menjelaskan apa yang akan terjadi selama kami tinggal di pulau ini!




Setelah berberes-beres, kami bertiga memutuskan untuk mencari makan siang. Sebelum keluar hotel, indra visual gue cukup jeli untuk menemukan tempat sampah di pojokkan yang tidak penuh dengan sampah, melainkan dengan botol bir. Begitu penuh hingga beberapa belas botol berserakan di sekitarnya.

Udara di pulau ini begitu kental dengan bau laut. Tetapi, ada yang lain di balik itu. Bau keringat yang kental, alkohol dan asap marijuana terkadang menggelitik penciuman, dicampur dengan aroma air kelapa muda dan amisnya ikan segar hasil tangkapan para nelayan.

Kami memutuskan untuk makan nasi campur di sebuah warung kecil beberapa meter dari masjid terbesar di pulau tersebut. Adzan pun berkumandang beberapa saat setelah suapan pertama santap siang kami.

Ironis memang, hampir seratus persen warga Gili Trawangan mendapatkan nafkah dari segi pariwisata. Yang menawarkan segala macam bentuk kesenangan. Dimana dentuman musik Reggae dan Disko memenuhi setiap sudut di malam hari. Tebaklah sendiri, bagaimana sebuah masjid bisa berdiri di sebuah pulau yang memang adalah sebuah Dunia Maya.



Dewa Surya kembali bersembunyi, digantikan oleh Dewi Luna yang menerangi segala sihir di pulau tersebut. Setelah berpesta ikan tuna bakar, kami bertiga kembali ke hotel. Entah hantu apa yang merasuki Mawar dan Cicak sehingga mereka tidak bisa bergerak setelah menyentuh kasur. Dan gue?

Gue duduk santai diluar kamar dengan segelas... air putih. *ehem*
Kemudian Kato muncul tiba-tiba dari kegelapan malam. Rambutnya yang di cat setengah blonde begitu jelas diterangi sang rembulan. Dia pun mengundang gue ke sebuah acara yang berlangsung sepuluh menit lagi. "Bro, ayo ikut ke Reggae Party!"

Tak ada kerjaan sekaligus keingintahuan yang untuk menjelajahi apa yang ada diatas pulau ini memaksa gue membuntuti Kato. Kato memegang sebuah botol setengah kosong yang terus-menerus ia teguk sepanjang jalan. Dari baunya, gue menebak bahwa itu campuran rum dengan Coca Cola, mungkin juga sebuah minuman beretanol tradisional yang belum pernah gue rasakan. Oh tahu apa sih gue, seorang anak rumahan yang baru saja lepas dari kandang?

Kami pun tiba di sebuah venue yang sudah ramai dengan puluhan, atau mungkin ratusan bule-bule berkeringat yang sudah berada diantara awan dengan minuman di tangan. Band malam itu ternyata tak hanya memainkan musik Reggae, tetapi juga sedikit Blues dan Rock. Beberapa tembang seperti Bon Jovi dan Led Zeppelin dimainkan. Tak kalah beberapa lagu lokal dari Steven and the Coconut Treez juga mengalun mengiringi malam.

Gue dan Kato berkenalan dengan beberapa bule asal Australia, Irlandia dan Swedia. Tanpa disadari, walaupun kita dipisahkan dengan jarak, bahasa, warna kulit, tradisi dan tingkat pendidikan, ada beberapa kesamaan yang selalu menyatukan kita: Musik, canda tawa dan alkohol. Well, mungkin yang terakhir bisa diganti.

Sepanjang acara berjalan, ada beberapa bule yang cukup alay untuk memulai perkelahian. Entah mungkin karena 60 persen dari lelaki disana memiliki otot yang gede banget. Well, gede aja sih. Gede banget mah wewe gombel suntik silikon. Tapi, all is well. Dan walaupun faktanya di Gili nggak ada polisi, mereka masih bisa dihalau oleh beberapa pihak berwajib.



Ketika lagu malam itu berubah sendu dan galau, Kato menyenggol gue dan menunjuk kearah seorang wanita yang duduk di pojokan, hanya berdua dengan temannya. Dia terlihat cukup menarik. Cantik, tapi bukan cantik yang superfisial seperti model-model pakaian dalam. Cantiknya adalah tipe-tipe cantik yang bikin lo adem seketika! Dia tampak biasa saja dengan Shell Top berwarna krem dan celana pendek jeans. Rambutnya pirangnya di ikat keatas, memberikan kesan sporty pada wajahnya.

Tetapi, matanya itu lho yang membuat gue penasaran. Matanya itu tajam, dengan warna iris yang terang. Entah itu hijau atau hazel. Mengingatkan gue akan mata yang dimiliki oleh Olivia Wilde. Dia digoda oleh seorang cowok pribumi dengan wajah kusam mirip kerak panci. Gue membiarkan si cowok menggunakan kesempatannya. Gue yakin dia akan gagal. *dikutuk*

Setelah cowok itu pergi meninggalkan sisinya, gue langsung melangkah. Inilah saat yang tepat untuk menguji susuk mutiara emas yang gue pasang waktu gue hijrah ke Boyolali! Dengan modal wajah apa adanya, kaos penuh keringat setelah bergoyang di lantai dansa, gue pun menghampirinya, duduk tepat di depannya dan melihat langsung ke matanya sambil berkata...


Bersambung...


Balada Sunda - Part 1

Arak dan jamur
Euforia hidup tepi gemerlap
Dimana manusia berubah pisang dan kasur berubah ular
Mungkin kita sudah tua, mungkin kita sudah ragu
Pada setiap dewa dan makhluk bersemayam di debu jalanan

Mega berdansa
Kesenangan surya akhirnya kembali ditelan tanah
Tapi mega bersedih
Indahnya kini buramkan indahnya nanti
Dan nanti bertanya pada kini
"Sulitkah nanti bercermin pada kini?"




Baru saja gue melaksanakan salah satu perjalanan paling spontan yang pernah gue jalani seumur hidup gue yang fana ini! Tentu saja dengan salah satu teman gue yang paling kuncen. Sebut saja namanya Mawar. 19 tahun. Single. Laki-laki. Mencari janda min. 40 thn. Satunya lagi, sebut saja namanya Cicak. Kurang lebih 19 tahun kalo nggak salah lihat lingkarang tahun di batangnya. Single. Juga laki-laki. Punya fetish aneh terhadap reptil.


Seperti perjalanan gue dan Mawar sebelumnya, kita emang orang yang paling nggak ada rencana! Jadi emang nggak tau harus kemana, pake apa dan ngapain aja disana... Inilah beberapa karakteristik perjalanan yang kita lakoni bersama:

1. Beli tiket sehari sebelum perjalanan
2. Cari penginapan kalo udah nyampe
3. Motto perjalanan: We'll figure it out when we get there!

Kita hanya punya 6 hari untuk mengitari Bali, Lombok, Sumbawa dan Flores. Entah bagaimana caranya pokoknya kita harus sampe Flores! Jadi bagaimana kita bisa ke Flores? Inilah perjalanan gue, Mawar dan Cicak!



Kita bertolak dari Jakarta langsung menuju Bali. Ada satu maskapai di Indonesia yang pramugarinya cukup oke, cuma delay nya kaya orang batal kawin. Dan kita terpaksa naik itu karena tiket sisa tadi pagi adanya cuma itu. Alhasil, sesampainya di Ngurah Rai, kita langsung ambil taksi dan nyamper ke kota kelahiran kembaran gue, Kuta.

Karena belom dapet hotel, kita suruh sopir taksi cariin buat kita. Yang paling murah tapi paling bagus! Yang bayarnya 100 - 150 ribu per orang tapi kamar mandinya pake bathtub, kasurnya dikasih bunga-bunga dan kamarnya aroma melati! Dan si sopir pun bisa menemukannya! Setelah deposit dan taro-taro barang, kita langsung lari ke pantai Kuta biar nggak ketinggalan sunset!


Perjalanan ke Kuta itu agak aneh. Dan lebih liar daripada terakhir kali gue kesini. Bukan karena banyaknya bule bau ketek yang bertebaran. Tetapi, banyaknya orang yang menawarkan kanabis dan psilocybin. Ada juga beberapa wanita yang menjajakan tubuhnya di salah satu tempat bertajuk 'Pijat Refleksi'.

Seakan kurang ironis, gue harus memperhatikan langkah kaki gue agar tidak menginjak sesajen yang disiapkan para penduduk lokal sebagai salah satu kewajiban kepercayaan mereka.


Moving on. Sekitar 10 menit perjalanan dari hotel, akhirnya kita sampai di pantai. Matahari terbenam di Pantai Kuta seakan kehilangan pesonanya sejak terakhir kali gue kesini. Para peselancar muda masih rajin mengendarai papan mengarungi lambaian ombak. Beberapa orang sudah mengeluarkan kamera dan ponsel mereka untuk merekam pemandangan yang tidak begitu indah, tapi masih layak untuk ukuran orang Indonesia.

Dan gue? Gue cuma bisa memendamkan telapak kaki kedalam pasir dan biarkan sapuan air membersihkannya. Cicak masih sibuk pinjem hp gue untuk mengabadikan momen dimana Batara Surya harus kembali menyentuh horizon. Mawar? Mawar sibuk digoda SPG rokok di pinggir pantai. Betapa nikmatnya.

Makan malam kami cukup sederhana di pinggiran jalan. Dimana kami bertemu dua instruktor surfing dari Odyssey. Kita saling bertukar cerita dan mereka menganjurkan untuk menghabiskan waktu di Gili daripada di Lombok.

Di penghujung malam, kita menemukan diri kita di salah satu bar di pinggiran pantai Kuta. Live band memainkan musik Blues dan Hard Rock. Salah satu bule Australia paruh baya sudah terlalu banyak dipengaruhi alkohol dan mencoba berbicara dengan seluruh orang di bar. Kita berbicara sebentar tentang bagaimana warga Australia sangat tidak mempedulikan kasus penyadapan yang sedang hangat dibicarakan. Terlihat bangsa mana yang lebih pintar walaupun dikuasai dengan alkohol murah khas Indonesia.

Speaking of Indonesian Alcohol, banyak yang tidak menyadari hal ini. Logo bir bintang adalah sebuah bintang berwarna merah. Ada yang bisa mengaitkan mereka dengan komunisme?

Karena kita harus mengejar kapal ke Lombok esok paginya, kita memutuskan untuk beranjak pulang setelah waktu menunjukkan jam 12 malam.

Bali memang menyandang julukan Pulau Dewata. Tapi, misi kami adalah mencari tempat dewata yang lainnya. Yang masih belum tersentuh sehingga kedewataannya masih murni dan suci. Akankah Lombok menjanjikan hal yang sama?

Those People You Can't Help But Find on the Streets of Jakarta...

Belum genap 2 minggu gue liburan di kota Kelahiran gue, gue udah menyesal bawa mobil di jalanan kota antah berantah ini.


Kalo kata temen-temen gue, gue ini orangnya baik banget, sabar, nggak pernah marah, pemaaf, lapang dada, murah senyum dan selalu ceria layaknya kuda poni yang terbang diatas pelangi sambil jualan cupcakes...

TAPI SEMUA ITU BERUBAH! 
Jeng jeng jeng jeng *musik menegangkan ala sinetron*

Setiap kali gue nyetir di Jakarta, entah berapa kali sholat gue nggak diterima karena terlalu banyak mengumpat orang-orang bodoh yang SIM-nya dapet dari gosok-gosok berhadiah tutup kemasan Okky Jelly Drink!
Kalo nyetir, gue langsung jadi darah tinggi, gampang naik pitam, dendaman, musyrik, keras kepala, egois seakan jalan milik sendiri dan selalu mengeluarkan kata-kata kotor & segala jampi-jampi kutukan santet Banyuwangi!


Dan berdasarkan penelitian gue selama berjam-jam terjebak lautan kendaraan Jakarta, Tangerang, Bekasi dan sekitarnya, inilah beberapa orang yang akan sering kalian temui bila kebetulan (dan semoga saja tidak) kalian mencoba menyetir di Jakarta!




1. Anak Kecil Naik Motor



Mereka bisa datang dari berbagai macam umur, level pendidikan dan status keluarga. Tapi, biasanya mereka adalah anak SD kelas 5 sampe SMP kelas 9.

Walau peraturan belum mengizinkan mereka untuk bawa kendaraan sendiri, mereka selow aja bawa motor keliling jalanan Jakarta walaupun kaki mereka belom nyampe tanah kalo nggak jinjit!

Umumnya, mereka berkeliaran tanpa memakai helm, menggunakan seragam sekolah, atau kaos dan celana seadanya, dan lebih mengerikan lagi, mereka biasa bawa motor bertiga, berempat, bahkan berlima kalo kebetulan pantat mereka cukup tepos untuk himpit-himpitan!

Mereka adalah korban orang tua yang either terlalu overprotektif sampe mereka nekat bawa motor kabur atau emang kebetulan bokap nyokapnya nggak peduli kalo mereka membahayakan pengguna jalan lain dan membahayakan diri mereka sendiri!


2. Motor Lupa Lampu Sen




Mungkin, ketika anak-anak kecil yang bawa motor tanpa SIM itu beranjak dewasa, mereka tumbuh menjadi seperti ini. 

Sering banget kita ngeliat orang-orang kaya gini, terutama di bagian jakarta dengan jalan-jalan yang agak kecil.

Untuk beberapa ratus meter kita dibelakang orang seperti ini, kita dibiarkan penasaran dan jalan perlahan-lahan daripada nyalip pas mereka belok.
Entah hingga sampai kapan; belokan pertama mereka belom belok, begitu juga belokan kedua, bahkan hingga pintu gang kecil dan pom bensin pun mereka lewati hingga membuat kita kesal!

Apalagi kalo lampunya belok kiri, tapi mereka belok kanan! Itulah definisi "I don't give a f*ck" yang sebenarnya! Mereka ada di level 'bodo amat' yang jauh lebih tinggi daripada manusia waras pada umumnya!


3. Gerombolan Manusia Yang Tidak Sabarkan Diri




Entah mereka buru-buru ke rumah sakit karena bawa ibu-ibu mendadak melahirkan atau mereka ketinggalan episode FTV kesayangan mereka.

Pengemudi seperti ini biasanya suka banget pijit-pijit klakson atau colek-colek batang lampu dim. Dan layaknya pejabat Indonesia pada umumnya, mereka termasuk orang-orang yang nggak peduli dengan situasi disekitar mereka. Entah macet atau lancar, tetap mereka suka iseng gangguin orang.

Kadang mereka juga memiliki sedikit empati, which is normal considering the amount of time the spend on traffic, dan menuntut pengemudi di depan mereka untuk bergerak lebih cepat walaupun biasanya emang jalannya aja yang lagi macet!

 4. Dan Pada Umumnya Adalah Pengendara SUV




Survey yang gue jalani sendiri membuktikan bahwa sekitar 40 hingga 60 persen (dengan 0,5% confidence level) pengemudi SUV, seperti Toyota Fortuner, Honda CRV dan Mitsubishi Pajero, adalah orang-orang paling selfish di jalanan kota Jakarta.

Mungkin karena faktor mobil mereka yang lebih besar daripada mobil-mobil pribadi pada umumnya, mereka itu suka nggak rela jalannya diambil. Sukanya nyempit-nyempitin jalan orang dan nggak akan ngasih kesempatan yang kedua bahkan yang pertama!

Tapi, kita semua tau kok, sepelit-pelitnya mereka, jauh di lubuk hati mereka, mereka itu orang yang sangat baik kok seperti gue! Cuma emang macetnya Jakarta aja yang bikin orang suka khilaf!


5. Lalu, Ada Orang-Orang yang Mengemudi Perlahan-lahan di Lajur Tengah Jalan Tol



Sebagian besar dari mereka mungkin adalah korban 'galau' anak-anak muda jaman sekarang. Entah mengapa walaupun jalan di depan mereka itu kosong kaya hati jomblo, mereka tetap melaju dengan kecepatan sedang dan mungkin cukup perlahan considering the fact bahwa mereka ada di jalan tol.

Orang-orang seperti inilah yang memicu pengemudi-pengemudi lain menyalip dari kiri. Dan entah mengapa, walaupun sudah di klakson dan di dim lampu, mereka selalu saja enggan move on dari lajur tengah jalan tol.

Ini juga termasuk kalian yang nggak jalannya ditengah garis pembatas antar jalur. SUMPAH YA! Kalian kenapa gundah galau gulana banget sih sampe jalannya ditengah-tengah. Cepet enggak, lambat enggak. Minta banget digebuk se-RT pake sendal. 

Sekedar info bagi kalian yang SIM-nya hadiah ngumpulin stiker Indomaret, jalur lambat di jalan tol itu sekitar 60 km/jam, jalur tengah itu 80 km/jam dan jalur cepat itu lebih dari 80 km/jam! Dan peraturan lalu lintas menghimbau agar, sebisa mungkin, para pengemudi tetap menggunakan lajur kiri dan tengah!


6. Plus, Orang-Orang yang Baru Belajar Nyetir



Walaupun sekarang sudah mulai jarang melihat mobil-mobil seperti ini di jalanan kota Jakarta, banyak anak muda Jakarta yang belajar nyetir dengan jasa latihan. Tapi, ada juga yang latihan sama sopir sendiri.

Umumnya, anak-anak yang baru latihan itu nyetir mobil-mobil murah kalengan seperti Daihatsu Xenia dan Toyota Avanza. Mereka tidak menyusahkan orang lain dan biasanya ambil jalur lambat dan sangat berhati-hati, tapi adakalanya mereka suka ngerem mendadak dan tiba-tiba mesinnya mati di tengah jalan gara-gara lupa nginjek kopling!

Cobain deh kalian nyetir dibelakang mobil ini pas di tanjakan dan jalanan lagi macet! SUMPAH, mimpi buruk banget kalo mereka belom bisa setengah kopling!


7. Dan Orang Jagoan Lewat Jalur Busway



Emang Jakarta itu macet banget, tapi itu bukan alasan untuk menggunakan jalur busway. Justru busway itu diciptakan agar orang nggak naik mobil pribadi dan mengurangi macet. Tapi, kalo ente-ente semua bikin macet jalur busway, kapan orang termotivasi naik transportasi umum?

Tapi, emang sih, kalo lagi macet dan mobil cuma bisa maju satu dua centi, jalur busway yang kosong melompong itu ibarat wanita yang menggoda untuk cepat digunakan! Godaannya, jek! Kalo jalur busway kosong itu minta banget deh dilewatin!

Yah, intinya perbuatan kalian itu tercermin dari cara mengemudi kalian. Kalo ama jalur busway aja tergoda, gimana kalo digoda ama yang lain? Tapi, tetep aja ye! Kalo digodain Aura Kasih, cuma nabi dan rasul yang bisa nolak! Ustadz aja pasti kalang kabut bilang 'enggak'!


8. Apalagi Kalo Ada Pejabat Mau Lewat


Ngeselin banget kalo lagi terjebak di tengah macet ibukota, tiba-tiba ada suara sirine dari belakang! Ngeselin aja sih. Ngeselin banget mah main polisi maling ama Usain Bolt!

Anyway, sirine ini bukan sirine ambulans atau pemadam kebakaran. Sirine ini datang dari motor polisi yang sengaja membuka jalan untuk majikannya. Dan layaknya petani-petani dari kasta sudhra, semua mobil langsung minggir untuk memberi jalan bagi sang ksatria.

Minta banget dicambuk pake jangkar.

Pejabat-pejabat iniliah yang nggak mengenal budaya antre dan nggak punya sedikitpun simpati bagi rakyatnya yang terjebak macet! Kita berdoa saja, semoga Dewa Zeus memberikan petunjuk bagi mereka!


9. Tapi, Paling Respect Sama Orang Nyebrang Ga Takut Mati



Memang kemampuan menembus jalanan ibukota adalah seni yang wajib dikuasai oleh setiap warga kota Jakarta. Tapi, terkadang ada yang ekstrim sampe nyebrangin jalan M.H Thamrin atau bahkan ada yang nekat nyebrang jalan tol!

Emang metode nyebrang itu dibagi dua. Pertama, adalah cari celah kosong dan lari sekenceng-kencengnya ke seberang jalan. Kedua, adalah berdiri gagah berani dengan tangan terangkat kedepan mengisyaratkan mobil untuk berhenti, kemudian langkah tegap maju bak Marinir latihan baris!

Cara pertama emang yang paling mudah dikuasai. Dan cara kedua butuh keberanian dan tatapan mata yang cukup tajam yang hanya bisa dicapai dengan jam terbang yang tinggi! Ganteng banget deh pokoknya kalo orang udah bisa nyebrang dengan selow! Well, ganteng aja sih. Ganteng banget mah sisir bulu dada pake Pomade.


10. Sering Banget Jalanan Rame Sama Sopir Angkot




Salah satu wahana transportasi paling populer di ibukota dan daerah lainnya! Memiliki karakteristik ugal-ugalan, suka berhenti di tempat-tempat random, di waktu yang random pula dan paling suka nyerobot antrian kendaraan tanpa memiliki rasa bersalah sedikitpun.

Angkot-angkot inilah yang paling sering bikin macet di daerah antah berantah seperti Bogor, Cinere, Bekasi dan CILEDUG! Wah, men! Ciledug itu udah beda planet deh ama Jakarta! Ciledug itu literally kota labirin! Kalo orang baru masuk Ciledug, dijamin nggak akan menemukan jalan keluar kecuali minta petuah ama tukang ojeg!

Walaupun attitude sopir angkot suka bikin kesel pengemudi yang lain, dimata para penumpang sopir angkot adalah pahlawan tanpa tanda jasa! Apalagi kalo ujan biasanya bisa di-charter jadi kendaraan pribadi dengan bayar sedikit lebih mahal!


11. Dan Sang Raja, Si Sopir Kopaja/Metromini



Hands down, merekalah raja jalanan Jakarta! Ibarat game Need for Speed lokasinya di Indo, mereka adalah bos terakhir yang harus dikalahin! Ibarat, shooting Fast & Furious juga di Indo, Vin Diesel pasti kewalahan ngalahin kemampuan menyalip seorang sopir Kopaja!

Ketika seleksi masuk, calon sopir Kopaja (dan Metromini) dituntut untuk memiliki kemampuan nyerobot, mental baja kebal klakson dan mata setajam elang untuk mendeteksi calon penumpang di pinggir jalan!

Kemampuan mereka makin bertambah dengan dilengkapi mobil Kopaja segede Transformers yang expendable! Maksudnya expendable? Mobil Kopaja umumnya nggak berarti apa-apa, jadi kalo misalkan nyenggol sesuatu ditengah jalan, sang sopir juga bodo amat sambil pura-pura innocent kaya bocah ketemu Santa Claus.

Perlu diakui, sopir Kopaja adalah salah satu makhluk paling berani (dan ngeselin kaya cacing kremi nyumpel di pantat) di belantara Jakarta! Itu semata-mata bukan karena mereka pengen, tetapi karena harus mengejar setoran! 

Jadi, lain kali ngeliat Kopaja, bayangkan kalian di posisi sopirnya! Apakah kalian mau terperangkap dalam bongkahan besi seberat 3 ton, penuh dengan penumpang, bau keringet berkolaborasi dengan bau ketek, tanpa AC dan harus selamat dibawah terik matahari Jakarta sambil menyadari fakta bahwa hidup itu susah kalo nggak nyalip orang demi dapet penumpang! Itupun kalo hoki dapet keneknya nggak cerewet dengan nada cempreng mirip Ariana Grande kecekek kabel fiber optik!


12. Dan Tentu Saja, Diri Kalian Sendiri



Seburuk-buruknya cara nyetir orang lain, pasti kalian juga pernah dianggap remeh sama pengemudi lain. Secara tidak sadarkan diri, mungkin kalian termasuk dari ciri-ciri orang seperti yang gue sebutin diatas! Entah kalian suka nyerobot orang, ngambil jalur busway, lupa matiin lampu sen, bunyiin klakson kenceng-kenceng dan hal kecil lainnya yang cukup menyinggung perasaan orang lain.

Setiap dari kita memiliki seni nyetir masing-masing, yang kadang membuat orang lain di jalan gerah sama cara nyetir kita. Tapi, satu hal yang perlu kalian tanyakan kepada diri kalian sendiri adalah: Sudah pantaskah saya untuk memiliki SIM dan mengemudi dengan baik?

Mengemudi itu bukan cuma untuk keselamatan kalian, tapi juga keselamatan orang lain. Dan resiko kecelakaan di jalan itu jauh lebih besar daripada kecelakaan pesawat!



Tapi, gue juga maklum kok kalo kondisi jalanan Jakarta yang membentuk sifat aggresif dalam diri kita! Dan salut lah kalian bila kalian bisa mengemudi di Jakarta! Berarti kalian bisa mengemudi di negara manapun di dunia ini! Kecuali India, dimana kalian tetap harus ngalah sama Sapi dan pedagang kaki lima!

Yang penting tetap gunakan seat belt, kunci pintu mobil ketika mau jalan, perbaiki sandaran kursi, setelan spion dan jangan mainan Hape! Jaga terus keamanan berlalu lintas, sesuai dengan pesan dari Briptu Eka Frestya, Briptu Dara Intan dan Briptu Avvy Olivia!





Note: Survey membuktikan, bila kalian hidup dari lahir hingga usia 60 tahun di Jakarta dan menghabiskan rata-rata 6 jam sehari terjebak macet di jalan. Kalian akan menghabiskan sekitar 15 tahun hanya duduk diam termenung didalam kendaraan kalian!

Jika Kita Mati Esok Hari...



Nggak ada yang pernah tahu kapan kita akan meninggalkan dunia ini.
Ironisnya, nggak ada juga yang sadar dengan pendeknya umur manusia.

Tapi, jika saja Tuhan memberitahu kalian bahwa besok kalian akan diangkat ke alam yang lain, apa yang akan kalian lakukan?

Yah, semoga saja tidak akan terjadi. Tetapi ketika kita melihat hari kematian kita sudah begitu dekat, hidup tiba-tiba akan terasa lebih indah. Karena kita akan melewatinya dengan penuh rasa ikhlas dan siap ketika kita tahu kita akan meninggalkan semuanya untuk selamanya.

Jadi, apa sih yang harus kita lakukan jika kita akan meninggal esok hari?

Pastikan kalian sudah tertawa hari ini




Bukan tertawa karena kalian melihat sesuatu yang lucu di TV, internet ataupun radio. Tetapi, tertawa dengan orang-orang terdekat kalian. Tertawalah selepas mungkin! Sejelek mungkin! Sekeras mungkin! Hingga kalian jatuh ke lantai memegang perut kalian yang kesakitan! Hingga kalian terkencing-kencing di celana! Hingga jatuh air mata kalian!

Sehari tanpa tawa adalah hari yang sia-sia! Jika kalian mati esok hari, pastikan kalian sudah mendapatkan kesempatan tertawa kalian yang terakhir! Dan seperti kesempatan terakhir lainnya, gunakan sebaik-baiknya untuk melakukan tawa sehebat mungkin!

Dan jika kalian masih hidup keesokan harinya, tertawalah lebih kencang daripada hari yang sebelumnya! Seakan-akan itu tawa terakhir kalian!


Lalu, Tanyakan Apapun Yang Masih Mengganjal Di Otak Kalian




Siapa sih yang mau mati penasaran? Coba deh tanyakan apapun yang masih membingungkan dalam hidup kalian! Apa arti nama depan kalian, apakah gebetan kalian memendam perasaan yang sama hingga arti penemuan partikel Higgs Boson dalam teori Model Standar Fisika!

Jika kalian beruntung tidak mati esok hari, setidaknya kalian mendapatkan ilmu baru hari ini dan melenyapkan segala keraguan yang ada sebelum esok menjelang!


Dan Lakukanlah Apa Yang Kalian Ingin Lakukan




Bukan melakukan hal gila di depan orang banyak! Kalian pasti nggak mau kan di inget sebagai orang yang lari telanjang bawa tombak ngejar tapir di tengah kota sebelum mati? Nggak enak!

Maksud gue disini adalah lakukan sesuatu yang kalian senangi dengan baik! Entah itu menulis sebuah lagu, memasak hal yang baru atau mungkin memulai bisnis ternak teripang?

Tahukah kalian? Banyak orang yang hidup tapi sebenarnya mereka mati? Mereka adalah orang-orang yang senantiasa melakukan pekerjaan yang mereka tidak sukai, terpaksa mengambil kuliah yang tak mereka nikmati, orang-orang yang belajar hanya demi kelulusan, orang-orang yang mencari harta dan jabatan tapi senantiasa meninggalkan kenyataan bahwa tujuan hidup ini bukan memperkaya diri sendiri, melainkan sebuah proses untuk menyiapkan diri sebelum kematian.

Tapi, bila kalian senang dengan pekerjaan kalian, lanjutkanlah! Bila kalian senang dengan kuliah kalian, belajarlah! Tujuan hidup kita memang berbeda, tetapi kebahagiaan adalah sesuatu yang sama. Mungkin saja kebahagiaan yang kalian dapat dari menyelesaikan soal Termonuklir itu sama dengan kebahagiaan yang gue dapat ketika gue kayang satu tangan!


Karena Sudah Terlalu Lambat Untuk Berdoa



JANGAN PERNAH kalian mulai berdoa kepada Yang Maha Kuasa ketika kalian baru ada dalam kesulitan! Termasuk ketika kalian mulai berdoa ketika kalian tahu besok kalian akan mati! Inilah sifat dasar manusia dimana mereka hanya ingat Tuhan ketika mereka sedang dalam kesulitan. Memang lebih baik daripada tidak berdoa sama sekali, tetapi ada dua kerugiannya disini!

Pertama, satu hari penuh dengan doa tidak berarti apa-apa bila kalian tidak pernah berdoa sebelumnya. Kedua, ada kemungkinan bahwa Tuhan tidak akan mengampuni kalian bila Beliau tahu bahwa kalian hanya berdoa disaat-saat genting.
Tetapi, kalian harus tetap ingat kepada-Nya. Dan sebisa mungkin, katakan kepada-Nya bahwa kalian sudah siap untuk meninggalkan dunia ini walaupun kalian tahu di dalam hati kalian belum siap.

Nah, saat ini kan kalian belum tahu kapan kalian akan mati. Lebih baik mulailah mendekatkan diri kepada Yang Kuasa sejak dini, daripada terlambat hingga satu hari sebelum hari kematian kalian.


Mungkin Ada Beberapa Waktu Tersisa Untuk Menyapa Beberapa Teman Lama Kalian




Walaupun kalian tahu pasti akan terlambat, lebih baik kalian sapa teman-teman kalian yang sudah lama tak kalian sapa. Setidaknya kalian bisa melepas kerinduan walaupun sedikit saja. Mungkin telpon beberapa nomor di kontak kalian, atau sapa beberapa orang yang online di Facebook Chat, Skype atau Yahoo Messenger. Selain menjalin kembali hubungan yang telah lama putus, ada kemungkinan mereka akan datang meramaikan pemakaman kalian.

Jadi, sudahkah kalian menyapa teman-teman lama kalian hari ini? Atau mungkin saudara jauh? Mantan? Guru SD? Siapapun mereka yang pernah mengisi hidup kalian walaupun hanya sesaat?


Terakhir, Duduklah Dengan Santai Dan Sambut Malaikat Pencabut Nyawa Dengan Senyuman



Pilihlah satu spot kesukaan kalian. Entah itu tiduran di atas sofa, di atas kasur, karpet kesayangan kalian, rerumputan di taman atau pinggir pantai. Minumlah secangkir kopi hangat, atau whiskey, atau mungkin milkshake stroberi bila itu yang kalian suka. Dengarkan lagu kesukaan kalian yang bisa membuat kalian merasa tenang. Tutup mata kalian dan tarik nafas dalam-dalam. Tersenyumlah.

Kemungkinannya ada dua.

Kalian tidak akan bisa membuka mata kalian lagi.

Atau kalian bisa membukanya lagi.

Dua-duanya sama-sama menyenangkan...




Memang sulit jika Tuhan memberikan kita kemampuan dalam melihat tanggal pasti kematian kita. Hingga tepat ke jam, menit dan detik.

Tapi, atas dasar ketidaktahuan itulah yang membuat hidup ini begitu sulit untuk dilewatkan begitu saja! Jangan pernah menghabiskan hari kalian dengan kehampaan dan kebosanan! Isi setiap menit dengan kebahagiaan! Ambil segala yang positif dari hal-hal yang sederhana!

Terkadang hidup bisa sangat menyulitkan, tapi bersyukurlah dengan keadaan kalian yang sekarang ini! Dan nikmatilah bersama orang-orang yang kalian cintai! 
Tidak akan ada yang tahu bila hari ini adalah hari terakhir kalian hidup di dunia ini!

Yap! Seperti pepatah hipster lainnya, life today like there is no tomorrow!


Cheers untuk kehidupan kita! Dan cheers untuk kematian yang akan datang menjemput kita!