Showing posts with label Motivation. Show all posts
Showing posts with label Motivation. Show all posts

On Growing Up, Dreams and Reality

“And once the storm is over, you won’t remember how you made it through, how you managed to survive.
You won’t even be sure, whether the storm is really over. 
But one thing is certain. When you come out of the storm, you won’t be the same person who walked in.
That’s what this storm’s all about.”
―
Haruki Murakami


Hi, guys. It's me. Udah kelewat lama banget sih sejak terakhir kali gue nulis disini. And a lot has happened since then. Mungkin akan lebih baik kalo gue recap dulu kehidupan gue selama gue absen dari dunia aksara dan bahasa.

Tulisan terakhir gue di blog usang dan bau apek ini adalah dari tahun 2015. Damn, that was a long time ago. Di 2015, gue masih menjadi pemuda dengan sejuta angan, harapan juga impian. Ambisius. Naif. Percaya diri. Berkulit hitam legam. Bau ketek. Dan bopeng-bopeng di kaki bekas jatoh main bola di aspal.

Dan sekarang? Sekarang udah beda dong, beb.

Sekarang gue udah menjadi pria mapan dan rupawan. Masa depan cerah. Bijaksana. Santun. Tetap berkulit hitam legam. Bau ketek. Dan bopeng-bopeng di kaki bekas jatoh main cinta di hati orang. #ancur


Sometimes, I try to be funny. But, most of the time I fail.


A lot has passed. Gue lulus kuliah. Sempet kerja jadi tukang bersih-bersih gedung kantoran di kota Melbourne. Mulai hobi baru, seperti; pelihara burung, jailin temen sekantor, bongkar pasang AC kamar, koleksi jin dan masih banyak lagi. Gue juga mulai belajar main DJ dan menekuni dunia fotografi. I went partying too hard and had the hardest hangover money can buy. Makin banyak traveling. Makin kenal banyak orang. Baca lebih banyak buku. Find someone to love and let them go. I also lost myself and finally found me back. Dan sekarang gue balik lagi ke kota kelahiran gue setelah lebih dari 7 tahun nggak pernah menetap disini.

Dan tahukah kalian apa yang gue temukan seiring gue beranjak dewasa? Adalah ternyata sekarang kulit buah manggis ada ekstraknya! *ditabok*

Bukan, bukan itu maksud gue.

Seiring kita bertambah tua, things don't really go our way. Dulu kita kecil, kita selalu punya mimpi mau jadi apa. Pengen sekolah ambil apa. Pengen kerja jadi apa. Pengen punya rumah dimana. Pengen traveling ke negeri mana. Pengen bisnis jualan apa. Pengen punya pacar kaya apa. Pengen dikenal sebagai apa. Dan yang paling penting, pengen hidup seperti apa.

Mungkin ada beberapa dari kita yang labil dalam memutuskan untuk jadi apa. Tapi, seabstrak-abstraknya, kita semua pasti pernah berfantasi kalo gede mau jadi apa. Gue sering kok. Dulu gue pengen banget jadi James Bond/Jedi yang bertarung mengejar mafia luar angkasa, pake tuxedo tapi bawa pedang laser sambil berantem di cincin nya planet Saturnus. Weird? I know. Don't judge me.

Nah, melihat diri kalian sekarang, sudahkah kalian menjadi sosok yang kalian impikan waktu kecil dulu?





Mungkin sebagian dari kalian ada yang menjawab 'sudah'. Mungkin ada yang jawab 'belum'. Atau mungkin, ada yang 'sudah, tapi belum semuanya' atau 'sudah, tapi agak beda'?

Apapun jawabannya, gue yakin kalian nggak jadi 100% seperti yang kalian harapkan dulu. Pasti ada beberapa dari kalian yang kecewa. Ada yang cukup puas. Tapi, mungkin malah ada yang beranggapan bahwa hidup ini jauh lebih baik daripada yang kalian bayangkan dulu?

Whatever your answer is, gue tahu hidup melempar kalian ke jalan yang berbeda-beda. Temen yang duduk di sebelah lo pas SD dulu mungkin sekarang udah melangkah entah kemana. Sahabat lo pas SMP mungkin udah kerja di negeri yang berbeda. Whatever it is, life has so many twists and turns that make your way different than anyone else.

Dan mungkin, seiring berjalannya waktu, banyak dari kalian yang nggak nyangka dengan jalan yang kalian ambil sekarang. Mungkin ada yang kaget. Beberapa mungkin malah ada yang kecewa. And trust me, I do feel it too sometimes.

Seiring kita dewasa, kita dihadapkan dengan banyak pilihan. Banyak pengalaman. Banyak masalah. Banyak pelajaran. Banyak naiknya dan banyak juga turunnya. Just like a wheel, hidup itu berputar keatas dan kebawah. But unlike the wheel, bentuk rodanya berbeda-beda setiap manusia. Ada yang bulat, segitiga bahkan jajar genjang. And that's what life is all about.

Kalian nggak akan pernah tahu apa yang akan kalian temukan di akhir jalan kalian. Mungkin sekarang kalian kecewa. Mungkin kalian lelah dengan apa yang kalian lakukan. Kalian capek melakukan pekerjaan yang sama setiap hari. Kalian bosen bertemu orang yang sama setiap minggu. Kalian nggak kuat menjaga perasaan yang sama kepada orang-orang yang mungkin belum tentu mengembalikan perasaan kalian. Kalian capek jatuh dan bangun lagi. Kalian capek menanam benih, nyiramin tiap hari tapi buahnya nggak jadi-jadi. Dan akhirnya kalian merasa bahwa lebih baik berhenti berharap dan memutuskan untuk mengikuti arus kehidupan tanpa ada arah yang jelas. And that's completely normal.




The two things about life that you have to know is: 1. You never know what's on the other side, and 2. It's all about you.

Just like I said before, perjalanan hidup tuh nggak ada yang tahu kemana arahnya. Akan ada putaran, belokan, jungkir balikan, tanah longsor, hujan badai, jalan buntu, bom nuklir Korea Utara, lemparan tombak suku-suku pedalaman Uganda, you just never know what shit may hit you. Tapi, dibalik semua itu akan ada hikmahnya. #klise. Akan ada durian yang jatoh, hadiah chiki yang tak terduga, surat tawaran dari perusahaan impian, promosi dadakan dari bos yang sebenarnya agak menyebalkan, calon pasangan yang lewat di depan mata, dan segala macam kejadian aneh namun berarti dalam kehidupan kalian. The world has so much more to offer so why don't you keep on living?

And what I mean living is; hiduplah seperti yang kalian mau. Ini hidup lo. Ini cerita lo. Hari ini adalah satu halaman lagi dalam buku riwayat hidup lo, so you might as well create something in it! Keluarlah. Ngopi di tempat baru. Dengerin musik yang nggak pernah kalian denger sebelumnya. Kenalan sama cewek cantik yang lagi duduk di sendirian di bar. Beli buku novel paling aneh dan baca di pinggir pantai yang pengen kalian kunjungin dari bertahun-tahun yang lalu. Lakukan pekerjaan kalian dengan ikhlas tanpa berharap pujian dari bos kalian. Pasti akan ada halangan dan rintangan. Mungkin kalian tersandung batu dan terluka di perjalanan hidup kalian. But, who cares? Setidaknya luka kalian berarti sesuatu. It starts with you. If you're happy, your happiness will spread to the people around you!


Eyestronaut


I know, mungkin di umur sekarang ini kalian udah nggak suka hal-hal yang dangkal dan klise seperti yang gue bicarakan diatas. It's completely fine dan kalian punya hak untuk memiliki opini dan selera kalian masing-masing. But, what is happiness if not the simplest need in life? So, don't think too hard and just do what you wanna do. Tapi, jangan nggak mikir juga ya ntar malah kebablasan. Speaking of kebablasan, gue punya tebak-tebakan. Apa persamaannya tempe gosong, orang mati tenggelam, jemuran basah, miscall dan remaja hamil? Jawab lewat komen and I'll tell you the answer on the next post.


And finally, just grow up happy, guys. Of course sometimes the world does not seem to support you. But are you the type that goes with the flow or the one who goes down fighting?


--


P.S. I just recently got back in Jakarta and I'm looking forward to meet new people and hear some new stories while hanging out in a new place. So, if you're keen on meeting up or just having some light discussions, follow my Instagram @reinaldycb and send me a message. I won't promise you anything, but I'll try my best to explore the world with you. Who knows where life will take us?

Northern Star and Positive Relationship

She has a big round eye. A nose that protrudes. A lip that glitters.
But, it wasn't her appearance, no...

She introduced me to Prince, Chic and George Benson.
Basically, any black artist out there between 70's and the 80's.
We would hunt vinyls together.

She told me to wake up early, but still bought a pizza over the weekend.
She loves going out, but hates dragging me back in.
She said she's not good at life sometimes, 
but she magically does anything better than me.

She's traditional. Conservative sometimes, but loves new ideas.
She had a strong principle.
A way to pursuit her happiness.
And she shares it with the world.

However,
She wasn't my final destination.
She was my Northern Star.



A good friend of mine suatu hari bilang ke gue, bahwa manusia hanya bisa jatuh cinta dua kali dalam hidup mereka. Yang pertama adalah seorang Cinta Sejati yang akan menemani lo seumur hidup lo. Yang kedua adalah 'the one that got away'.

Entah peneliti mana yang temen gue berhasil kutip tanpa menggunakan referensi. But, I do believe her. To a certain degree. Okelah, kita pasti punya seseorang yang harusnya bisa kita bawa untuk hidup bersama selamanya, tapi malah kabur entah kemana. Dan mungkin ada juga dari kalian yang 'the one that got away'-nya banyak, malah jadinya 'they who got away'. Kan sedih.

Nah, kalo menurut housemate gue, mereka yang pergi itu namanya Northern Star.




As we grow older, kita akan mulai menjalani yang namanya hubungan orang dewasa. Bukan, bukan hubungan dewasa yang gitu-gitu ya, bukan. Tapi, sebuah relationship yang dewasa dimana akan ada lebih sedikit drama dan lebih banyak usaha. Yang kerjaannya nggak gombal dan cemburuan doang, tapi actually do something together and make each other better. 

I mean, setiap hubungan harusnya ada tujuannya kan? To make it better than the previous one? To find someone better? To understand them better? To be better? Dan oleh karena itu, setiap hubungan harusnya diakhiri secara positif, right? Walaupun kalian berdua agree untuk meninggalkan satu sama lain, tapi setidaknya kalian belajar dan mendapatkan sesuatu dari mantan pasangan kalian.

Bisa masak dengan resep baru, contohnya. Mulai hobi ngoleksi buku atau kaset jaman dahulu. Took a class in photography. Belajar naik sepeda, bawa mobil, skateboard atau surfing. Jalan-jalan ke tempat-tempat baru, yang aneh, yang dingin, yang jauh dan yang nggak jelas, tapi seru.

Atau mungkin mendapatkan sedikit wejangan mengenai kehidupan in general. Bagaimana mantan kalian menginspirasi kalian dalam melihat kenyataan, mengambil keputusan dan menjalani kehidupan.

Dan seiring dengan berjalannya waktu, bukankah seharusnya kalian selalu berusaha menuju kearah yang positif di dalam kehidupan kalian? 




Didasari dengan semangat inilah, banyak dari kita yang berusaha untuk mendapatkan yang terbaik dari sebuah relationship, dengan cara memberikan yang terbaik juga pada pasangan kita. However, kadang sebuah hubungan, mau seindah apapun, bisa berumur pendek. Tanpa ada tanda apa-apa, sebuah hubungan bisa berakhir begitu saja. Seorang pasangan yang merupakan individu yang begitu berarti bisa langsung jadi orang asing lagi dalam hidup kalian.

Namun, karena kalian berdua telah memberikan yang terbaik terhadap hubungan kalian, kalian mungkin merasa bahwa mantan kalian itu terlalu manis untuk dilupakan. #lagu

Dan kalian pun merasa bersyukur bahwa mantan kalian telah mengajarkan satu atau banyak hal yang begitu berguna dalam kehidupan ini, dalam bentuk sekecil apapun. Walaupun mungkin dia brengsek, mungkin dia telah mengajarkan bahwa kita tidak boleh memiliki pasangan seperti dia lagi di masa depan. Walaupun dia suka traveling dan have fun, mungkin kalian belajar bahwa terlalu banyak bermimpi dan bersenang-senang itu tidak baik bagi kalian.

Dan setiap positive relationship inilah yang akan memberikan kalian pengalaman yang berharga, serta menjadikan kalian lebih baik untuk menghadapi kehidupan yang berikutnya, karena kalian sudah banyak belajar dari hubungan kalian yang sebelumnya.




Dengan mengajarkan kalian sesuatu yang berharga, mereka yang got away telah memberikan sebuah pelajaran yang akan membantu perjalanan kalian menuju the one true love of your life.

Mereka adalah the Northern Stars. Bintang utara. Yang akan bersinar paling terang di malam hari dan menjadi penunjuk arah yang harus kalian tempuh untuk mencapai tujuan akhir kalian.

Mereka punya peran mereka masing-masing. Kecerahan sinar mereka tergantung dari seberapa positif-nya kontribusi mereka dalam kehidupan kalian. Dan bila kalian tersesat dalam mencari the one, pelajaran berharga dari merekalah yang akan bersinar dan membawa kalian kearah yang benar. Kalo nggak mendung ya, guys.




So, next time you think that she or he is the one that got away, remember that they didn't get away for good; they simply went among the stars and watch you from afar. 

And you can always wave at them and say hello sometimes, but always remember that they will never come close to you again.

Kisah yang Kini Pragmatis

The best thing that I liked about you
was your eyes
They tell a lot about how you see the world
How you see yourself
And how you see me
as myself

Unfortunately,
it was


It's that time of age. Kalian berpasangan. Sudah beberapa tahun belakangan. Basically, you guys are a good match. No, you guys are a great match! Si cewek nggak pernah menemukan cowok sebaik ini dalam hidupnya. He's educated, charming in sort of ways, punya tujuan hidup dan masa depan yang jelas, cukup perhatian dengan kebutuhan kalian, dan yang paling penting, setia. Well, setidaknya di mata kalian dia terlihat setia.

Si cowok pun demikian. Dia merasa pasangannya atraktif (re: presentable ke keluarga dan teman-teman), bisa menjadi teman bicara yang nyaman selama berjam-jam over a cheap bottle of wine, dan dia sendiri pun yakin bahwa wanita ini dapat menjadi seseorang yang bisa mendukung hidup, karier dan masa depannya. More or less, at least.

Now, here's the catch. Kalian berdua sudah cukup lama menjalin hubungan. TAPI, it's just not your time to get married. Baik salah satu pihak yang masih merasa belum siap, atau keduanya yang masih ingin bebas menikmati dunia masing-masing. However, kalian sudah pernah memikirkan hal ini sebelumnya: apakah pasangan saya yang sekarang sudah pas menjadi pasangan hidup saya?

Keep in mind that kalian berdua menganggap pasangan kalian yang sekarang adalah yang terbaik yang pernah kalian temukan.

But, what if one of you finds someone better?





Realistically speaking, di era yang serba bebas, realistis dan individualis ini, akan banyak manusia termasuk diri kalian sendiri yang memiliki kriteria tertentu untuk mencari pasangan hidup kalian. Seperti memilih mata kuliah, kalian pasti punya Core dan Complementary choice (examples below). Yang pada umumnya nggak pernah ada makhluk sesempurna itu di langit manapun yang bisa memenuhi semua kriteria kalian. But, they are few who come close.


For him. She has to be...
Core : Knowledgeable, sociable, supportive, caring, independent
Complementary : Great kisser, cultured, artsy, physically alluring

For her. He has to be...
Core : Leader, confident, loyal, educated, visionary, TALLER
Complementary : Funny, hugable, broad shoulder, handy, great cook


Sampai sejauh ini, pasangan kalian yang sekarang adalah yang terbaik yang pernah kalian dapatkan., walaupun dia belum memenuhi seluruh kriteria yang kalian harapkan. But still, sempat terbesit di dalam pikiran kalian untuk menjadikan pasangan kalian yang sekarang menjadi pasangan kalian untuk selamanya.

Tapi, jika suatu ketika semua bintang di rasi Sagitarius akhirnya ada dalam posisi tegak lurus satu sama lain dan menyebabkan reaksi berkesinambungan melalui gaya gravitasi dengan molekul hidrogen yang ada di permukaan bumi dan akhirnya membuat salah satu dari kalian menemukan orang lain yang lebih baik dari pasangan kalian saat ini, what will happen next?

Okay, moment of truth. Jatuh hati dengan seseorang yang lain bukanlah disebabkan karena rasi bintang yang tiba-tiba tegak lurus satu sama lain, tetapi karena pada dasarnya setiap orang secara subconsciously memiliki alternatif dalam pilihan pasangan hidup mereka (Baskoro, 2015). It might sound evil, but believe me, with the increasing trend of individualism among people nowadays, they will subconsciously think about the greater good for themselves. Walaupun masih banyak juga yang memiliki sifat deontological yang masih memikirkan tentang orang lain selain dirinya sendiri, sifat utilitarian akan lebih prevalent di dalam masyarakat pada umumnya.

Pandangan pragmatis inilah yang terjadi kepada manusia, dan mengertilah bahwa hal ini sangat normal. Kenapa? Karena secara biologis, manusia ingin mengejar survival rate dan productivity untuk menghasilkan keturunan yang lebih baik. Dan layaknya mahkluk lain pada umumnya, manusia akan merealisasikan hal ini dengan cara memilih pasangan hidup yang terbaik.

But seriously speaking, banyak orang yang memiliki alternatif pertama, kedua, ketiga bahkan keempat dalam menentukan pasangan hidup mereka. Bila kalian belum menyadari ini pada pasangan kalian, mungkin saja mereka tak ingin kalian tahu karena mereka tak ingin menyakiti hati kalian. Bahkan kalian sendiri mungkin pernah memiliki alternatif lain selain pasangan kalian. Dan kadang, bila si alternatif pertama tidak bisa mempertahankan tempatnya di posisi pertama, akan ada pilihan alternatif lain yang siap maju dan mengambil posisi pertama.

Dan akhirnya... Sebuah kisah yang telah lama ditulis, harus berhenti pada halaman terakhir.
Dan sebuah kisah baru akan mulai ditulis pada halaman pertama.




Lalu, bagaimana bila kalian adalah orang yang ditinggal?

One of the best relationship advice from my mom is to never love someone too much. Because when you do, it is harder to let go. Dan hingga detik ini, lebih banyak manusia yang gue temukan mengaplikasikan hal ini di dalam hubungan mereka. Because heartbreaks are more difficult to cure than bullet wounds. #anjay

Tapi, menurut gue, if you truly love someone, then let them go. Karena mencintai atau menyayangi seseorang itu berarti dapat melepasnya untuk mencari kebahagiaan dan jalan hidupnya sendiri. You don't have to be selfish and keep them for yourself.

Dan mengertilah, bahwa sebenarnya kalian benar-benar mencintai mereka bila kalian melepas mereka untuk mendapatkan jalan hidup yang lebih baik untuk diri mereka, which mungkin dalam hal ini adalah tidak bersama dengan kalian...




Dan bila memang alam berkehendak, bintang-bintang di rasi Virgo akan ada dalam posisi berseberangan satu sama lain dan akan menyebabkan medan magnet yang sangat kuat hingga menyebabkan beberapa unsur logam di bumi bereaksi terlalu hebat, bahkan zat besi didalam tubuh kalian yang akan menarik kalian menuju pasangan terbaik yang akan kalian temukan seumur hidup kalian...

The End is the Beginning

Mereka lebih teratur daripada hukum. Mereka lebih
kuat daripada perasaan orang-orang kota. Mereka 
setia dan tidak pernah memilih kepada siapa mereka
ingin tersenyum. Mereka tidak ingin terlalu terang
agar kau tidak malu pada kelelahanmu pulang kerja
- atau demi menyembunyikan ciuman entah siapa.

Lampu jalan di dekat pohon yang baru ditebang itu
mencintai lampu jalan di depan rumahmu. Lampu 
jalan memiliki kekasihnya masing-masing
- sebagaimana hati manusia.

Lampu jalan depan rumahmu mati - dan bukan
hanya dirimu yang sedih. Lampu jalan di dekat
pohon yang baru ditebang itu seperti ingin menelan
cahayanya sendiri.

Jika kesedihan lampu jalan itu sampai menyentuh
lampu jalan yang lain, mereka akan sepakat berhenti
menyala. Jalan-jalan kota gelap. Lampu-lampu yang
lain - lampu di kamarmu dan di kamarku - juga
merasakan kesedihannya dan ikut memadamkan
diri. Kota-kota akan gelap dan bahkan kejahatan
takut keluar rumah.

Bulan dan matahari akan ikut memejamkan cahaya.
Kau tak pernah tahu berapa orang yang mati.

Tapi lampu jalan di dekat pohon yang baru ditebang
itu merahasiakan perasaannya. Ia tetap
menunggumu disana dengan cahaya yang sama.
Kau yang seperti biasa berjalan pulang kerja
melewatinya, juga melewati lampu jalan depan 
rumahmu yang mati, sambil berpikir betapa
berbahayanya kesedihan.





Tahun 2014 menurut gue personally adalah tahun yang berlalu dengan sangat cepat. I can easily recall into details how I spent the new year's eve, exactly one year ago. Namun, walaupun semua terasa begitu cepat, tiga ratus enam puluh lima hari yang gue lewati di tahun 2014 telah mengajarkan gue begitu banyak hal, dan pasti kalian juga merasakan hal yang sama.

Tanpa mungkin kita ingat dengan jelas, begitu banyak hal yang telah terjadi dalam kehidupan kita di tahun 2014. Kita semua menjalani hal yang berbeda-beda, tetapi sejatinya, kita semua pasti setidaknya merasakan hal yang sama, yang membuat kita sedikit lebih bijaksana, sedikit lebih dewasa di akhir tahun ini.




Selama setahun belakangan ini, pasti banyak diantara kita yang menemukan momen bahagia dan membanggakan dimana kita berhasil melakukan atau meraih sesuatu. Sebuah kesuksesan, kalau boleh dibilang, pasti telah terjadi kepada diri kalian di tahun 2014.

Saat dimana kita begitu bangga dengan diri kita sendiri, saat dimana kita telah berhasil menaklukkan sesuatu, apapun itu. Dan kita merasa puas akan pencapaian kita tersebut. This is the time when the people around you acknowledge you for your achievement and effort, and you feel confident about yourself and feel motivated to do more. And it feels so damn good!

Tapi, juga akan ada waktu dimana kalian hit rock bottom. Kalian begitu hancur. Terjatuh. Gagal. Kecewa, terhadap diri sendiri dan orang lain. Ini dimana kalian mulai mempertanyakan kualitas diri kalian sebagai manusia. Meragukan kemampuan masing-masing. Merasa sendiri dan tak ada yang mau mengulurkan tangan untuk menarik kalian dari kejatuhan kalian yang begitu dalam.

Saat inilah dimana kepercayaan orang-orang terhadap kalian mulai pudar, dimana orang mulai meragukan kalian. melihat kalian dengan mata terpicing seolah meremehkan. Now, this is the moment when people questions yourself, and instead of proving to them, you actually swallow all their emotions and start blaming yourself for every little things that went wrong.


Namun, betapa manisnya keberhasilan dan betapa pahitnya kegagalan, kalian belajar untuk menjadi manusia yang lebih baik. Keberhasilan mengingatkan kalian bahwa kalian memiliki kekuatan. Kekuatan yang dapat membantu kalian mencapai apapun yang kalian inginkan. Di sisi lain, kegagalan menunjukkan kepada kalian dimana letak kelemahan kalian, dan akan meninggalkan sebuah luka yang begitu dalam sebagai tanda pengingat untuk tidak terjatuh di tempat yang sama.




Di sisi lain, tahun yang begitu cepat berlalu ini juga memperkenalkan kita kepada wajah-wajah baru, suasana baru dan kehidupan yang juga baru. Jika kalian bayangkan, berapa teman dan sahabat baru yang kalian temukan tahun ini? Sebagai makhluk sosial, kita akan selalu terlibat dalam sebuah perkumpulan manusia, sebuah komunitas. Akan ada banyak wajah baru yang masuk kedalam kehidupan kita dan membantu mewarnai sekaligus menulis lembaran baru dalam kisah hidup kita.

Tuhan mengirimkan mereka dengan sebuah kuas dan tinta untuk mengisi kehidupan kita dengan warna. Setiap orang memiliki warna yang berbeda, tergantung peran mereka dalam hidup kita. Akan ada yang membawa warna merah menyala dan menjadi penyemangat di kehidupan sehari-hari kita. Ada yang membawa tinta hitam kelam dan mencoba menghapus sinar kehidupan kita dengan kegelapan. Ada juga yang membawa berbagai macam tinta, dan akan mengisi kehidupan kalian dengan rasa yang berbeda di setiap harinya.

Namun, layaknya sebuah printer, tinta mereka akan habis, dan lambat laun hanya menyisakan noda-noda dan bercak tak jelas diatas lembaran kehidupan kalian. Dan layaknya tinta-tinta yang lain, ketika waktu mereka sudah habis, mereka akan diganti dengan tinta lain yang akan bertugas untuk mewarnai lembaran kalian.

Dan betapa waktu bergerak dengan sangat cepat, hingga seseorang yang begitu dekat dengan kita, dapat kembali menjadi seseorang yang asing dalam kehidupan kita. Ingatlah kembali, di tahun yang singkat ini, sudah berapa banyak tinta yang kalian tinggalkan? Sudah berapa banyak kuas-kuas yang mengeras? Sudah berapa banyak ucapan perpisahan yang kalian katakan? Dan apakah kalian sudah menyempatkan, untuk mengisi kembali tinta-tinta tersebut agar mereka dapat kembali mewarnai kehidupan kalian?

Mungkin ada beberapa diantara tinta-tinta tersebut yang tidak akan kembali mewarnai kehidupan kalian. Namun, berterimakasihlah. Setidaknya Tuhan telah mengirimkan mereka untuk membantu kalian mewarnai lembaran kisah hidup kalian, dan bila kalian buka kembali halaman tersebut, ingatlah mereka dan berterimakasihlah karena mereka telah mengajarkan sesuatu kepada kalian dengan warna mereka sendiri.




Terakhir, akan banyak diantara kita yang menjadikan tahun ini sebagai tahun untuk mencari jawaban. Mencari kepuasan, mencari keinginan, mencari jati diri. Mencari apa yang bahkan kita belum tahu untuk dicari.

Banyak dari kalian yang akan bermain teka-teki dengan diri sendiri. Kalian penasaran, terhadap diri kalian, terhadap lingkungan di sekitar kalian, atau bahkan terhadap kehidupan kalian secara keseluruhan. Kalian bertanya-tanya, mencari sesuatu yang membuat diri kalian merasa janggal.

Maka dari itu kalian mencari tahu. You set up a quest. You go. Travel. Experience. Explore. Get lost. And find yourself again. Perjalanan untuk menemukan sebuah jawaban bukanlah hal yang mudah; it's a lifelong process. Dan di tengah jalan, kalian akan hilang, tersesat seolah tak menemukan apa-apa. Kalian juga akan kehilangan, tapi kehilangan akan menyadarkan kalian terhadap hal apa yang sebenarnya kalian butuhkan.

Bagi beberapa dari kalian, akan ada yang sudah menemukan jawaban yang kalian cari selama ini. Sisanya, kalian akan menemukannya di kemudian hari. Remember, it is a lifelong process. Setiap orang memiliki pertanyaan yang berbeda, jawaban yang berbeda, jalan menuju jawaban yang juga berbeda dan tentu saa waktu tempuh yang berbeda.

Bila sudah menemukan jawabannya, akan ada dari kalian yang merasa puas, tapi ada juga yang kecewa karena ini bukanlah jawaban yang kalian cari-cari. Tetapi, terkadang bukan jawabannya yang sebenarnya kita cari, namun proses menuju jawaban tersebut yang mengubah jalan pikiran kita hingga mendapatkan apa yang kita cari selama ini.

Pada akhirnya, semua itu adalah proses bagi kita untuk mengenal diri kita sendiri lebih dalam. Perjalanan mencari sebuah jawaban akan membuat kita menjadi lebih dewasa, karena pemikiran kita akan dipaksa untuk melihat dengan cara yang berbeda. Dan semuanya akan membuat kita lebih puas dan lebih bahagia dengan kehidupan yang kita pilih nantinya.




Dan, di ujung tahun yang begitu mengesankan ini, mari kita tersenyum. Bahwa kita masih diberi kekuatan untuk menjalani kehidupan di kemudian hari. Bahwa apapun yang kita miliki sekarang, kurang ataupun lebih, adalah sebuah titipan yang suatu saat dapat diambil kembali. Bahwa segala kebahagiaan adalah anugerah dari sebuah usaha, dan setiap kesedihan adalah cobaan untuk memperkuat jiwa dan raga. Bahwa teman dan keluarga adalah tokoh yang akan ada dalam lembaran kisah hidup kita. Bahwa kita siap, untuk melihat matahari kembali bersinar lagi, untuk berjalan satu langkah lebih jauh lagi, tertawa lebih keras lagi dan menangis lebih kencang lagi. Bahwa kita percaya akan ada sesuatu yang lebih besar lagi kedepannya, dari semua yang pernah kita tinggalkan.


That we are human. That we rise and we fall, and rise again and fall better. That we are getting older and hurt, but we are alive and getting stronger each day. That we are not perfect, but we are thankful, for imperfection makes us who we are.





Internship: The 10 things that I want you to know



Going to college in Australia actually has it own perks, especially with the 3-months-long summer break from late November to early March EVERY YEAR. However, entering my penultimate year in college, I decided to apply for an internship at several companies back in my hometown. I don't expect too much as an intern, I mean the work probably wouldn't be too hectic. Besides, I feel the need to do something productive during the vacation than just laying on the couch at home, unemployed, doesn't take shower and wasting my data allowance on social media.

I consider myself lucky, since there are people out there who take their time and review my overdecorated, made-for-graphic-designer résumé and a cover letter, and actually offered me a position in their organization. It was a good day when I got the email and I have to thank them for that. Thus, my journey as a white collar worker began.

Getting my hands on practical experiences, I reckon I could give some insights for young, idealistic and narcissistic bachelors out there. Yes, I was like you when I was younger, but at least hear me out. I'll try not to give a lecture, but rather share what I got as a friend and as someone who's on the same level as you. So, here's my story.


1. Each company has their own set of corporate culture and values, each with their own implementation. And no matter how silly it is, you just have to do it.



It might be a simple chants in the morning with some clapping combos, a solemn oath ended in prayers or a semi-hardcore yet radical motivating words that demands everyone to conform with the norm. Yes, sometimes it's silly, weird and make you feel "Whoa! No fancy hand movements, please!" But, give it a week or two and you'll pretty much the same like everyone else, and it actually feels pretty nice when you finally managed to do it perfectly after a while. 

By the way, culture and values are actually the company's way to help attain their goals. And if you carefully adjust your behavior in line with the values, it should help you reach your individual goals, and that leads to the attainment of the organisational goal as a whole. I'm not saying you must, but it just makes you feel belong with the organization. Besides, the clapping combo is actually a pretty neat thing to do since you stopped doing it in kindergarten.


2. And make sure that you know the company's profile before you start working for them. 



Internship is a good opportunity to find which job/company/industry/area suits you. I now work as an intern at a government body; and I have to say that, while it is a thoroughly wonderful experience, I don't wanna work for the government before I turn 40. Why? Because the bureaucratic and stiff working environment doesn't really match my happy-go-lucky personality.

It is always better to know where you're gonna work and what values they are holding. Because if you get into the wrong hands, you'll be forced to be their slaves for years. Doing things you don't necessarily like, in an environment that you don't necessarily enjoy. So, choose wisely!


3. People expect you to perform at certain standard, and sometimes standard is just not your forte. 



Honestly, it takes a lot of adjustments, even as an intern. You have your own pace and style of work. Some of you might burn yourself out and finish the damn job before lunch time, but some of you need one minute of extra rest for every minute that you're working. However, different companies has different performance index, and that means you too. Some of you might find the company a bit tough, but others may find that the rest of the workforce are just a bunch of sinecures. 

"But that's how the job is done around here," your supervisor argued. Until you get a higher position, you just have to suck it up. You can always give feedback, but unless your company is run based on performance management, it mostly doesn't get you anywhere. So, just be responsible and try to get the job done on time. And after all, you're just an intern.



4. You think you know Microsoft Office, and you list it as your personal qualities on your résumé and on your LinkedIn profile. But do you really? 




I'm not talking about some fancy effects on power point where the transition between slides always incorporates some pixie dusts and a dazzling sound effect. That doesn't make you cool anymore in front of your boss and peers. I'm talking about some hardcore level excel formula, formatting on words, even to the smallest scale possible like how to do a proper table of contents (and by this I mean you don't have to type all the dots manually).

So, next time you put down Microsoft Office as one of your 'expertise', you should already feel pretty confident with your skills.


5. Generational differences is such a pain in the neck!



There is a reason why they offer Business Communication course at Uni. And this is the right time to realize that the style and form of communication between age groups are different. Companies nowadays are filled with baby boomers, gen x and gen y; and this is why talking with your boss is so damn difficult sometimes, or why some companies are highly bureaucratic. You guys just communicate differently, value things differently and work on a completely different style. 

Remember that old teacher at your high school that has been teaching for like, I don't know, 30 years? Remember why you don't have a thing for his lectures? It's because you're from the Star Wars generation while they're from the Cretaceous period. Both of you use different style of words, flow and body language. So, next time you're having a conversation with someone way older than you, remember to think whether you're on the same page.


6. Good CVs and cover letter take you to places. 



There are heaps of examples online like on Behance and Pinterest. Grab one that fascinates you, install an Adobe Illustrator (from Torrent, of course) and edit accordingly. It shouldn't be that hard. Keep it simple. 2 pages are your limit. I work in HR and I have to tell you that they don't really read it, and no, they don't wanna know what kind of course you take when you were 8. Keep the information up-to-date, and anything below high school shouldn't be mentioned. I once mentioned that I won some Islamic debate quiz when I was 13 and people laughed. Lastly, only list down experiences that are significant to your professional development.

Many people thought grades don't matter anymore these days. Well, they do. At least on administrative level. People sort out good candidates from bad through grades and the prestige of the University. The latter doesn't really matter if you're a straight-A student. So, if you think getting a 'pass' mark is enough, think again. Even getting a job is getting harder these days, people.

Oh yeah, one thing about cover letter. If English is not your first language, make sure you get some grammar-Nazi (works best if he/she's taking English literature) friend to proof-read it for you. Make it balanced. Praise the company, but don't be superficial unless you wanna work for Smaug. Showcase your talent, then tell them your objectives and goals and that you're eager to learn more. And when you send the email, make sure to mention your University at the title. For example, I get faster response when I put "Internship - University of Melbourne", rather than "Internship - Reinaldy Baskoro". A good friend of mine told me that it works most of the time. Well, at least they took the time to read your email.



7. While some of you think that some subjects at Uni are not really applicable in the real world, they actually are. 



Yes, on the very basic level, they are. During my 'jaffy' days, I hate statistics so much I almost changed my major to African studies. However, the knowledge in world we know today are based on assumptions, and whether some things can significantly affect the others. And when one does, we say that it would happen on normal basis. It also applies in my field. Surveys and psychoanalytical researches rely heavily on correlation and regression, and knowing some basic statistics helps me to understand some hardcore-complexity-level researches done by McKinsey and Haygroup and PWC about my company. Well, at least I know the name of some mathematical symbols...

While you might think that other subjects are redundant as hell, it actually helps you to have a better understanding of the world we know today, thus making other, more detailed things seem a bit easier to digest. Some 'redundant' subjects also keep your brain on its peak level. History, for example, makes you better at remembering things, and maths just makes you better at logic. Believe me, someday you'll feel satisfied that you've taken one particular 'redundant' subject during your college year. Omg, did I sound like your parents just now?


8. And experience? They matter A LOT.



When you got heaps of experiences on your résumé, people assume that you are trained. And you better satisfy their expectations! Everything I learned in the classroom is more related to theories and strategies. I got heaps of literature to support my strategic plans for my upcoming project (Did I mention that companies use a lot of academic works, too?), but when it comes to implementation, your experience matter!

People-to-people relationship, what consumer really wants, example of previous work, task handling, even work ethics, it all comes down to how well you manage yourself and others. It's a completely different quality, that is theory and practice, strategy and implementation, courses and experiences. Make sure you got the two balanced and you'll be in safe hands.


9. Now, start being the cool kids and build your handful of networks!



Next time you're in a career expo. Don't just leave your CV like what everyone else does. Talk. Engage. Leave an impression. Get a name card. Send an email. Who knows where you'll end up in the next 6 months from now? And after your internship period, get referred! Maintain connection. You could link them to other people too. And like all professional would say, "It's not about who you knows, but who knows you!"


10. And finally, get ready for an internship!



It all depends on who employs you. Your job can be varied from making a cup of coffee, copying documents to making a thousand dollar worth of project by yourself. If you're lucky, you can get your hands on the 'serious' stuffs, and don't worry, most internship nowadays are like that. Prepare for the worst. It counts as a professional job, so do it professionally!

When you're stuck, your boss is always happy to help by leaving some breadcrumbs for you to follow, but you have to figure out the answers by yourself. Most bosses will accept almost everything that you give them since you're an intern, as long as it aligns with the company. They also need a new perspective so there are great chance that they will hear you out.


Don't worry it's a hell of a fun experience. You get to know stuffs you don't learn at school and how to actually do things properly. It's the time when you take your knowledge and apply it on real world situation. It's the time to gain experiences, to know does this kinda thing suits you, and to prepare yourself as a white collar, money-making, low-paying slaves of the future. But don't worry, even slaves can dream of changing the world, if they believe, said Disney.


So, I hope my post helps, and from the 8th floor of some random building in Jalan M.H. Thamrin, I wish you good luck!


Pintar Dalam Kehidupan?

Dari sudut pandang mana seseorang bs dikatakan pintar/bodoh dalam kehidupan?




Ada dua tipe manusia di dunia ini:

Yang pertama adalah mereka yang menerima jalan dan tujuan hidup mereka dari orang lain, seperti kemauan orang tua, dogma dari agama, tekanan dari lingkungan dan ekspektasi masyarakat, tanpa pernah mempertanyakan hal tersebut.

Yang kedua adalah mereka yang menetapkan sendiri jalan dan tujuan hidup mereka setelah melewati proses pencarian jati diri yang panjang dan melelahkan. Dengan yakin dan penuh percaya diri, mereka yakin bahwa jalan yang mereka pilih adalah yang terbaik untuk mereka.

Orang yang pintar dalam kehidupan adalah orang yang kedua.


Mungkin kata yang tepat bukanlah pintar, tetapi cerdas. Nah, kecerdasan ini tidak bisa di dapat melalui edukasi formal, tetapi melalui lingkungan dan kemampuan seseorang untuk senantiasa belajar dari hal-hal kecil setiap hari, dan mau berubah.

Kecerdasan yang gue maksud, atau yang kalian maksud dengan 'pintar dalam kehidupan', mungkin lebih tertuju kepada seseorang yang memiliki lebih banyak pengalaman dan wawasan yang lebih luas. Orang-orang yang cerdas pernah melewati banyak fenomena besar yang berdampak pada dirinya. Kehidupan mereka memiliki catatan sejarah yang lebih menarik daripada orang-orang lain pada umumnya. Karena itulah, mereka memiliki lebih banyak hal yang bisa dipelajari dan membuat mereka lebih bijak di masa yang akan datang.

Dan, karena ada banyak hal yang sudah mereka lewati, mereka jadi tahu mana yang benar dan mana yang salah bagi diri mereka. Mana yang cocok, mana yang tidak cocok. Mereka tidak menerima jalan hidup mereka dari orang lain, mereka memilih sendiri jalan hidup mereka. Kenapa? Karena mereka mengerti bahwa itulah jalan hidup yang cocok untuk mereka.


Gue nggak bisa bilang orang yang cerdas itu pasti sukses atau bahagia, karena banyak orang yang memperoleh kecerdasannya di usia yang tak lagi muda. Makanya, banyak orang tua yang menyesal dengan masa muda mereka.

Dan sebenarnya, tak ada orang yang bodoh dalam kehidupan. Karena menurut gue, beberapa itu bukannya bodoh atau tolol atau tak berpendidikan. Mereka hanya tidak menyadari bahwa sesuatu yang mereka lakukan itu bisa berdampak buruk bagi diri mereka atau orang lain (e.g. Kardashian Family). Pengalaman dan wawasan mereka belum cukup untuk membuat mereka menjadi seseorang yang cerdas.


Lalu, bagaimana caranya biar gue bisa cerdas? Baca buku, seperti yang guru kalian ajarkan waktu SD. Buku itu jendela dunia. Talk to someone. Bukan hanya sekedar bergossip, tapi juga untuk berdiskusi, berargumen dan bertukar pikiran. Pertanyakan segala hal. Lo nggak akan pernah tahu sesuatu itu benar atau salah hingga nggak ada lagi yang bisa lo pertanyakan dan lo yakin dengan segala jawabannya. Keep the faith. Setelah lo berhasil mempertanyakan segalanya, tentukan jalan hidup lo sendiri! And lastly, DON'T. WATCH. SHITTY. MOVIES.


Proust Questionnaire: A Self-Assessment for Your Mental Health

Inspired by a woman, a friend and an occasional visitor of my house when desperation and loneliness overwhelm her subliminal mind (you can read her blog here), I decided to answer my own Proust Questionnaire. In case there is someone out there care enough to be fascinated with my abstract and quaint mind.

You should try it sometimes, It's more like a self-assessment for your mental health. It's nothing special, but surprisingly, some questions might really get you and you'll start to question a thing or two with yourself. Sometimes, the simplest thing could be so complicated. So, if you have some time, just copy these questions and answer it straight away. Do it once a month and see whether there is a change in yourself.



1. What is your idea of perfect happiness?
Whisky and turntable spinning after a day of hard work
2. What is your greatest fear?
Prejudice
3. What is the trait you most deplore in yourself?
Laziness, ignorance

4. What is the trait you most deplore in others?
Stupidity. Unfathomable stupidity, yet still walks in pride
5. Which living person do you most admire?
Right now? The guy behind MH370. You deserve my clap.

6. What is your greatest extravagance?
Vinyls.

7. What is your current state of mind?
"Mmm... This cheese cake is damn fine!"

8. What do you consider the most overrated virtue?
Humility. Specially the guy who runs for president this year.

9. On what occasion do you lie?
Unless I talk about something important.

10. What do you most dislike about your appearance?
Lack of muscularity.

11. Which living person do you most despise?
Hypocrites; Polygamists who justify that marrying dozens of virgins is better than prostitution.

12. What is the quality you most like in a man?
Underestimation and ignorance

13. What is the quality you most like in a woman?
Cuddly and soft

14. Which words or phrases do you most overuse?
Kambing (translation: Goat)

15. What or who is the greatest love of your life?
My brothers.

16. When and where were you happiest?
Whenever I have internet access and no assignments

17. Which talent would you most like to have?
Picking up girls like picking up a chip that drops for less than 5 seconds

18. If you could change one thing about yourself, what would it be?
More self-motivation, please

19. What do you consider your greatest achievement?
Being able to live through another day

20. If you were to die and come back as a person or a thing, what would it be?
A cup of coffee, served cold.

21. Where would you most like to live?
Iceland. Hello, northern lights!

22. What is your most treasured possession?
262 Faraday Street

23. What do you regard as the lowest depth of misery?
When my family dictate me what I should be like

24. What is your favorite occupation?
A traveler/writer

25. What is your most marked characteristic?
My deep, throaty, loud voice, which I would thank God, or whatever is above there, for giving me such possession.

26. What do you most value in your friends?
Their loyalty

27. Who are your favorite writers?
Pramoedya Ananta Toer, Veda Vyasa, Mpu Prapanca and J.R.R. Tolkien

28. Who is your hero of fiction?
Tyler Durden.

29. Which historical figure do you most identify with?
I'd say Gandhi. I don't know why, but I'll be Gandhi.

30. Who are your heroes in real life?
A friend, whose name I won't mention

31. What are your favorite names?
Kiara, from Lion King 2

32. What is it that you most dislike?
Being old, and sick, and poor, and forgotten

33. What is your greatest regret?
Not paying attention on calculus class when in High School

34. How would you like to die?
In the arms of my wife
35. What is your motto?
Hakuna Matata