Showing posts with label Life. Show all posts
Showing posts with label Life. Show all posts

On Growing Up, Dreams and Reality

“And once the storm is over, you won’t remember how you made it through, how you managed to survive.
You won’t even be sure, whether the storm is really over. 
But one thing is certain. When you come out of the storm, you won’t be the same person who walked in.
That’s what this storm’s all about.”
―
Haruki Murakami


Hi, guys. It's me. Udah kelewat lama banget sih sejak terakhir kali gue nulis disini. And a lot has happened since then. Mungkin akan lebih baik kalo gue recap dulu kehidupan gue selama gue absen dari dunia aksara dan bahasa.

Tulisan terakhir gue di blog usang dan bau apek ini adalah dari tahun 2015. Damn, that was a long time ago. Di 2015, gue masih menjadi pemuda dengan sejuta angan, harapan juga impian. Ambisius. Naif. Percaya diri. Berkulit hitam legam. Bau ketek. Dan bopeng-bopeng di kaki bekas jatoh main bola di aspal.

Dan sekarang? Sekarang udah beda dong, beb.

Sekarang gue udah menjadi pria mapan dan rupawan. Masa depan cerah. Bijaksana. Santun. Tetap berkulit hitam legam. Bau ketek. Dan bopeng-bopeng di kaki bekas jatoh main cinta di hati orang. #ancur


Sometimes, I try to be funny. But, most of the time I fail.


A lot has passed. Gue lulus kuliah. Sempet kerja jadi tukang bersih-bersih gedung kantoran di kota Melbourne. Mulai hobi baru, seperti; pelihara burung, jailin temen sekantor, bongkar pasang AC kamar, koleksi jin dan masih banyak lagi. Gue juga mulai belajar main DJ dan menekuni dunia fotografi. I went partying too hard and had the hardest hangover money can buy. Makin banyak traveling. Makin kenal banyak orang. Baca lebih banyak buku. Find someone to love and let them go. I also lost myself and finally found me back. Dan sekarang gue balik lagi ke kota kelahiran gue setelah lebih dari 7 tahun nggak pernah menetap disini.

Dan tahukah kalian apa yang gue temukan seiring gue beranjak dewasa? Adalah ternyata sekarang kulit buah manggis ada ekstraknya! *ditabok*

Bukan, bukan itu maksud gue.

Seiring kita bertambah tua, things don't really go our way. Dulu kita kecil, kita selalu punya mimpi mau jadi apa. Pengen sekolah ambil apa. Pengen kerja jadi apa. Pengen punya rumah dimana. Pengen traveling ke negeri mana. Pengen bisnis jualan apa. Pengen punya pacar kaya apa. Pengen dikenal sebagai apa. Dan yang paling penting, pengen hidup seperti apa.

Mungkin ada beberapa dari kita yang labil dalam memutuskan untuk jadi apa. Tapi, seabstrak-abstraknya, kita semua pasti pernah berfantasi kalo gede mau jadi apa. Gue sering kok. Dulu gue pengen banget jadi James Bond/Jedi yang bertarung mengejar mafia luar angkasa, pake tuxedo tapi bawa pedang laser sambil berantem di cincin nya planet Saturnus. Weird? I know. Don't judge me.

Nah, melihat diri kalian sekarang, sudahkah kalian menjadi sosok yang kalian impikan waktu kecil dulu?





Mungkin sebagian dari kalian ada yang menjawab 'sudah'. Mungkin ada yang jawab 'belum'. Atau mungkin, ada yang 'sudah, tapi belum semuanya' atau 'sudah, tapi agak beda'?

Apapun jawabannya, gue yakin kalian nggak jadi 100% seperti yang kalian harapkan dulu. Pasti ada beberapa dari kalian yang kecewa. Ada yang cukup puas. Tapi, mungkin malah ada yang beranggapan bahwa hidup ini jauh lebih baik daripada yang kalian bayangkan dulu?

Whatever your answer is, gue tahu hidup melempar kalian ke jalan yang berbeda-beda. Temen yang duduk di sebelah lo pas SD dulu mungkin sekarang udah melangkah entah kemana. Sahabat lo pas SMP mungkin udah kerja di negeri yang berbeda. Whatever it is, life has so many twists and turns that make your way different than anyone else.

Dan mungkin, seiring berjalannya waktu, banyak dari kalian yang nggak nyangka dengan jalan yang kalian ambil sekarang. Mungkin ada yang kaget. Beberapa mungkin malah ada yang kecewa. And trust me, I do feel it too sometimes.

Seiring kita dewasa, kita dihadapkan dengan banyak pilihan. Banyak pengalaman. Banyak masalah. Banyak pelajaran. Banyak naiknya dan banyak juga turunnya. Just like a wheel, hidup itu berputar keatas dan kebawah. But unlike the wheel, bentuk rodanya berbeda-beda setiap manusia. Ada yang bulat, segitiga bahkan jajar genjang. And that's what life is all about.

Kalian nggak akan pernah tahu apa yang akan kalian temukan di akhir jalan kalian. Mungkin sekarang kalian kecewa. Mungkin kalian lelah dengan apa yang kalian lakukan. Kalian capek melakukan pekerjaan yang sama setiap hari. Kalian bosen bertemu orang yang sama setiap minggu. Kalian nggak kuat menjaga perasaan yang sama kepada orang-orang yang mungkin belum tentu mengembalikan perasaan kalian. Kalian capek jatuh dan bangun lagi. Kalian capek menanam benih, nyiramin tiap hari tapi buahnya nggak jadi-jadi. Dan akhirnya kalian merasa bahwa lebih baik berhenti berharap dan memutuskan untuk mengikuti arus kehidupan tanpa ada arah yang jelas. And that's completely normal.




The two things about life that you have to know is: 1. You never know what's on the other side, and 2. It's all about you.

Just like I said before, perjalanan hidup tuh nggak ada yang tahu kemana arahnya. Akan ada putaran, belokan, jungkir balikan, tanah longsor, hujan badai, jalan buntu, bom nuklir Korea Utara, lemparan tombak suku-suku pedalaman Uganda, you just never know what shit may hit you. Tapi, dibalik semua itu akan ada hikmahnya. #klise. Akan ada durian yang jatoh, hadiah chiki yang tak terduga, surat tawaran dari perusahaan impian, promosi dadakan dari bos yang sebenarnya agak menyebalkan, calon pasangan yang lewat di depan mata, dan segala macam kejadian aneh namun berarti dalam kehidupan kalian. The world has so much more to offer so why don't you keep on living?

And what I mean living is; hiduplah seperti yang kalian mau. Ini hidup lo. Ini cerita lo. Hari ini adalah satu halaman lagi dalam buku riwayat hidup lo, so you might as well create something in it! Keluarlah. Ngopi di tempat baru. Dengerin musik yang nggak pernah kalian denger sebelumnya. Kenalan sama cewek cantik yang lagi duduk di sendirian di bar. Beli buku novel paling aneh dan baca di pinggir pantai yang pengen kalian kunjungin dari bertahun-tahun yang lalu. Lakukan pekerjaan kalian dengan ikhlas tanpa berharap pujian dari bos kalian. Pasti akan ada halangan dan rintangan. Mungkin kalian tersandung batu dan terluka di perjalanan hidup kalian. But, who cares? Setidaknya luka kalian berarti sesuatu. It starts with you. If you're happy, your happiness will spread to the people around you!


Eyestronaut


I know, mungkin di umur sekarang ini kalian udah nggak suka hal-hal yang dangkal dan klise seperti yang gue bicarakan diatas. It's completely fine dan kalian punya hak untuk memiliki opini dan selera kalian masing-masing. But, what is happiness if not the simplest need in life? So, don't think too hard and just do what you wanna do. Tapi, jangan nggak mikir juga ya ntar malah kebablasan. Speaking of kebablasan, gue punya tebak-tebakan. Apa persamaannya tempe gosong, orang mati tenggelam, jemuran basah, miscall dan remaja hamil? Jawab lewat komen and I'll tell you the answer on the next post.


And finally, just grow up happy, guys. Of course sometimes the world does not seem to support you. But are you the type that goes with the flow or the one who goes down fighting?


--


P.S. I just recently got back in Jakarta and I'm looking forward to meet new people and hear some new stories while hanging out in a new place. So, if you're keen on meeting up or just having some light discussions, follow my Instagram @reinaldycb and send me a message. I won't promise you anything, but I'll try my best to explore the world with you. Who knows where life will take us?

Northern Star and Positive Relationship

She has a big round eye. A nose that protrudes. A lip that glitters.
But, it wasn't her appearance, no...

She introduced me to Prince, Chic and George Benson.
Basically, any black artist out there between 70's and the 80's.
We would hunt vinyls together.

She told me to wake up early, but still bought a pizza over the weekend.
She loves going out, but hates dragging me back in.
She said she's not good at life sometimes, 
but she magically does anything better than me.

She's traditional. Conservative sometimes, but loves new ideas.
She had a strong principle.
A way to pursuit her happiness.
And she shares it with the world.

However,
She wasn't my final destination.
She was my Northern Star.



A good friend of mine suatu hari bilang ke gue, bahwa manusia hanya bisa jatuh cinta dua kali dalam hidup mereka. Yang pertama adalah seorang Cinta Sejati yang akan menemani lo seumur hidup lo. Yang kedua adalah 'the one that got away'.

Entah peneliti mana yang temen gue berhasil kutip tanpa menggunakan referensi. But, I do believe her. To a certain degree. Okelah, kita pasti punya seseorang yang harusnya bisa kita bawa untuk hidup bersama selamanya, tapi malah kabur entah kemana. Dan mungkin ada juga dari kalian yang 'the one that got away'-nya banyak, malah jadinya 'they who got away'. Kan sedih.

Nah, kalo menurut housemate gue, mereka yang pergi itu namanya Northern Star.




As we grow older, kita akan mulai menjalani yang namanya hubungan orang dewasa. Bukan, bukan hubungan dewasa yang gitu-gitu ya, bukan. Tapi, sebuah relationship yang dewasa dimana akan ada lebih sedikit drama dan lebih banyak usaha. Yang kerjaannya nggak gombal dan cemburuan doang, tapi actually do something together and make each other better. 

I mean, setiap hubungan harusnya ada tujuannya kan? To make it better than the previous one? To find someone better? To understand them better? To be better? Dan oleh karena itu, setiap hubungan harusnya diakhiri secara positif, right? Walaupun kalian berdua agree untuk meninggalkan satu sama lain, tapi setidaknya kalian belajar dan mendapatkan sesuatu dari mantan pasangan kalian.

Bisa masak dengan resep baru, contohnya. Mulai hobi ngoleksi buku atau kaset jaman dahulu. Took a class in photography. Belajar naik sepeda, bawa mobil, skateboard atau surfing. Jalan-jalan ke tempat-tempat baru, yang aneh, yang dingin, yang jauh dan yang nggak jelas, tapi seru.

Atau mungkin mendapatkan sedikit wejangan mengenai kehidupan in general. Bagaimana mantan kalian menginspirasi kalian dalam melihat kenyataan, mengambil keputusan dan menjalani kehidupan.

Dan seiring dengan berjalannya waktu, bukankah seharusnya kalian selalu berusaha menuju kearah yang positif di dalam kehidupan kalian? 




Didasari dengan semangat inilah, banyak dari kita yang berusaha untuk mendapatkan yang terbaik dari sebuah relationship, dengan cara memberikan yang terbaik juga pada pasangan kita. However, kadang sebuah hubungan, mau seindah apapun, bisa berumur pendek. Tanpa ada tanda apa-apa, sebuah hubungan bisa berakhir begitu saja. Seorang pasangan yang merupakan individu yang begitu berarti bisa langsung jadi orang asing lagi dalam hidup kalian.

Namun, karena kalian berdua telah memberikan yang terbaik terhadap hubungan kalian, kalian mungkin merasa bahwa mantan kalian itu terlalu manis untuk dilupakan. #lagu

Dan kalian pun merasa bersyukur bahwa mantan kalian telah mengajarkan satu atau banyak hal yang begitu berguna dalam kehidupan ini, dalam bentuk sekecil apapun. Walaupun mungkin dia brengsek, mungkin dia telah mengajarkan bahwa kita tidak boleh memiliki pasangan seperti dia lagi di masa depan. Walaupun dia suka traveling dan have fun, mungkin kalian belajar bahwa terlalu banyak bermimpi dan bersenang-senang itu tidak baik bagi kalian.

Dan setiap positive relationship inilah yang akan memberikan kalian pengalaman yang berharga, serta menjadikan kalian lebih baik untuk menghadapi kehidupan yang berikutnya, karena kalian sudah banyak belajar dari hubungan kalian yang sebelumnya.




Dengan mengajarkan kalian sesuatu yang berharga, mereka yang got away telah memberikan sebuah pelajaran yang akan membantu perjalanan kalian menuju the one true love of your life.

Mereka adalah the Northern Stars. Bintang utara. Yang akan bersinar paling terang di malam hari dan menjadi penunjuk arah yang harus kalian tempuh untuk mencapai tujuan akhir kalian.

Mereka punya peran mereka masing-masing. Kecerahan sinar mereka tergantung dari seberapa positif-nya kontribusi mereka dalam kehidupan kalian. Dan bila kalian tersesat dalam mencari the one, pelajaran berharga dari merekalah yang akan bersinar dan membawa kalian kearah yang benar. Kalo nggak mendung ya, guys.




So, next time you think that she or he is the one that got away, remember that they didn't get away for good; they simply went among the stars and watch you from afar. 

And you can always wave at them and say hello sometimes, but always remember that they will never come close to you again.

Kisah yang Kini Pragmatis

The best thing that I liked about you
was your eyes
They tell a lot about how you see the world
How you see yourself
And how you see me
as myself

Unfortunately,
it was


It's that time of age. Kalian berpasangan. Sudah beberapa tahun belakangan. Basically, you guys are a good match. No, you guys are a great match! Si cewek nggak pernah menemukan cowok sebaik ini dalam hidupnya. He's educated, charming in sort of ways, punya tujuan hidup dan masa depan yang jelas, cukup perhatian dengan kebutuhan kalian, dan yang paling penting, setia. Well, setidaknya di mata kalian dia terlihat setia.

Si cowok pun demikian. Dia merasa pasangannya atraktif (re: presentable ke keluarga dan teman-teman), bisa menjadi teman bicara yang nyaman selama berjam-jam over a cheap bottle of wine, dan dia sendiri pun yakin bahwa wanita ini dapat menjadi seseorang yang bisa mendukung hidup, karier dan masa depannya. More or less, at least.

Now, here's the catch. Kalian berdua sudah cukup lama menjalin hubungan. TAPI, it's just not your time to get married. Baik salah satu pihak yang masih merasa belum siap, atau keduanya yang masih ingin bebas menikmati dunia masing-masing. However, kalian sudah pernah memikirkan hal ini sebelumnya: apakah pasangan saya yang sekarang sudah pas menjadi pasangan hidup saya?

Keep in mind that kalian berdua menganggap pasangan kalian yang sekarang adalah yang terbaik yang pernah kalian temukan.

But, what if one of you finds someone better?





Realistically speaking, di era yang serba bebas, realistis dan individualis ini, akan banyak manusia termasuk diri kalian sendiri yang memiliki kriteria tertentu untuk mencari pasangan hidup kalian. Seperti memilih mata kuliah, kalian pasti punya Core dan Complementary choice (examples below). Yang pada umumnya nggak pernah ada makhluk sesempurna itu di langit manapun yang bisa memenuhi semua kriteria kalian. But, they are few who come close.


For him. She has to be...
Core : Knowledgeable, sociable, supportive, caring, independent
Complementary : Great kisser, cultured, artsy, physically alluring

For her. He has to be...
Core : Leader, confident, loyal, educated, visionary, TALLER
Complementary : Funny, hugable, broad shoulder, handy, great cook


Sampai sejauh ini, pasangan kalian yang sekarang adalah yang terbaik yang pernah kalian dapatkan., walaupun dia belum memenuhi seluruh kriteria yang kalian harapkan. But still, sempat terbesit di dalam pikiran kalian untuk menjadikan pasangan kalian yang sekarang menjadi pasangan kalian untuk selamanya.

Tapi, jika suatu ketika semua bintang di rasi Sagitarius akhirnya ada dalam posisi tegak lurus satu sama lain dan menyebabkan reaksi berkesinambungan melalui gaya gravitasi dengan molekul hidrogen yang ada di permukaan bumi dan akhirnya membuat salah satu dari kalian menemukan orang lain yang lebih baik dari pasangan kalian saat ini, what will happen next?

Okay, moment of truth. Jatuh hati dengan seseorang yang lain bukanlah disebabkan karena rasi bintang yang tiba-tiba tegak lurus satu sama lain, tetapi karena pada dasarnya setiap orang secara subconsciously memiliki alternatif dalam pilihan pasangan hidup mereka (Baskoro, 2015). It might sound evil, but believe me, with the increasing trend of individualism among people nowadays, they will subconsciously think about the greater good for themselves. Walaupun masih banyak juga yang memiliki sifat deontological yang masih memikirkan tentang orang lain selain dirinya sendiri, sifat utilitarian akan lebih prevalent di dalam masyarakat pada umumnya.

Pandangan pragmatis inilah yang terjadi kepada manusia, dan mengertilah bahwa hal ini sangat normal. Kenapa? Karena secara biologis, manusia ingin mengejar survival rate dan productivity untuk menghasilkan keturunan yang lebih baik. Dan layaknya mahkluk lain pada umumnya, manusia akan merealisasikan hal ini dengan cara memilih pasangan hidup yang terbaik.

But seriously speaking, banyak orang yang memiliki alternatif pertama, kedua, ketiga bahkan keempat dalam menentukan pasangan hidup mereka. Bila kalian belum menyadari ini pada pasangan kalian, mungkin saja mereka tak ingin kalian tahu karena mereka tak ingin menyakiti hati kalian. Bahkan kalian sendiri mungkin pernah memiliki alternatif lain selain pasangan kalian. Dan kadang, bila si alternatif pertama tidak bisa mempertahankan tempatnya di posisi pertama, akan ada pilihan alternatif lain yang siap maju dan mengambil posisi pertama.

Dan akhirnya... Sebuah kisah yang telah lama ditulis, harus berhenti pada halaman terakhir.
Dan sebuah kisah baru akan mulai ditulis pada halaman pertama.




Lalu, bagaimana bila kalian adalah orang yang ditinggal?

One of the best relationship advice from my mom is to never love someone too much. Because when you do, it is harder to let go. Dan hingga detik ini, lebih banyak manusia yang gue temukan mengaplikasikan hal ini di dalam hubungan mereka. Because heartbreaks are more difficult to cure than bullet wounds. #anjay

Tapi, menurut gue, if you truly love someone, then let them go. Karena mencintai atau menyayangi seseorang itu berarti dapat melepasnya untuk mencari kebahagiaan dan jalan hidupnya sendiri. You don't have to be selfish and keep them for yourself.

Dan mengertilah, bahwa sebenarnya kalian benar-benar mencintai mereka bila kalian melepas mereka untuk mendapatkan jalan hidup yang lebih baik untuk diri mereka, which mungkin dalam hal ini adalah tidak bersama dengan kalian...




Dan bila memang alam berkehendak, bintang-bintang di rasi Virgo akan ada dalam posisi berseberangan satu sama lain dan akan menyebabkan medan magnet yang sangat kuat hingga menyebabkan beberapa unsur logam di bumi bereaksi terlalu hebat, bahkan zat besi didalam tubuh kalian yang akan menarik kalian menuju pasangan terbaik yang akan kalian temukan seumur hidup kalian...

The End is the Beginning

Mereka lebih teratur daripada hukum. Mereka lebih
kuat daripada perasaan orang-orang kota. Mereka 
setia dan tidak pernah memilih kepada siapa mereka
ingin tersenyum. Mereka tidak ingin terlalu terang
agar kau tidak malu pada kelelahanmu pulang kerja
- atau demi menyembunyikan ciuman entah siapa.

Lampu jalan di dekat pohon yang baru ditebang itu
mencintai lampu jalan di depan rumahmu. Lampu 
jalan memiliki kekasihnya masing-masing
- sebagaimana hati manusia.

Lampu jalan depan rumahmu mati - dan bukan
hanya dirimu yang sedih. Lampu jalan di dekat
pohon yang baru ditebang itu seperti ingin menelan
cahayanya sendiri.

Jika kesedihan lampu jalan itu sampai menyentuh
lampu jalan yang lain, mereka akan sepakat berhenti
menyala. Jalan-jalan kota gelap. Lampu-lampu yang
lain - lampu di kamarmu dan di kamarku - juga
merasakan kesedihannya dan ikut memadamkan
diri. Kota-kota akan gelap dan bahkan kejahatan
takut keluar rumah.

Bulan dan matahari akan ikut memejamkan cahaya.
Kau tak pernah tahu berapa orang yang mati.

Tapi lampu jalan di dekat pohon yang baru ditebang
itu merahasiakan perasaannya. Ia tetap
menunggumu disana dengan cahaya yang sama.
Kau yang seperti biasa berjalan pulang kerja
melewatinya, juga melewati lampu jalan depan 
rumahmu yang mati, sambil berpikir betapa
berbahayanya kesedihan.





Tahun 2014 menurut gue personally adalah tahun yang berlalu dengan sangat cepat. I can easily recall into details how I spent the new year's eve, exactly one year ago. Namun, walaupun semua terasa begitu cepat, tiga ratus enam puluh lima hari yang gue lewati di tahun 2014 telah mengajarkan gue begitu banyak hal, dan pasti kalian juga merasakan hal yang sama.

Tanpa mungkin kita ingat dengan jelas, begitu banyak hal yang telah terjadi dalam kehidupan kita di tahun 2014. Kita semua menjalani hal yang berbeda-beda, tetapi sejatinya, kita semua pasti setidaknya merasakan hal yang sama, yang membuat kita sedikit lebih bijaksana, sedikit lebih dewasa di akhir tahun ini.




Selama setahun belakangan ini, pasti banyak diantara kita yang menemukan momen bahagia dan membanggakan dimana kita berhasil melakukan atau meraih sesuatu. Sebuah kesuksesan, kalau boleh dibilang, pasti telah terjadi kepada diri kalian di tahun 2014.

Saat dimana kita begitu bangga dengan diri kita sendiri, saat dimana kita telah berhasil menaklukkan sesuatu, apapun itu. Dan kita merasa puas akan pencapaian kita tersebut. This is the time when the people around you acknowledge you for your achievement and effort, and you feel confident about yourself and feel motivated to do more. And it feels so damn good!

Tapi, juga akan ada waktu dimana kalian hit rock bottom. Kalian begitu hancur. Terjatuh. Gagal. Kecewa, terhadap diri sendiri dan orang lain. Ini dimana kalian mulai mempertanyakan kualitas diri kalian sebagai manusia. Meragukan kemampuan masing-masing. Merasa sendiri dan tak ada yang mau mengulurkan tangan untuk menarik kalian dari kejatuhan kalian yang begitu dalam.

Saat inilah dimana kepercayaan orang-orang terhadap kalian mulai pudar, dimana orang mulai meragukan kalian. melihat kalian dengan mata terpicing seolah meremehkan. Now, this is the moment when people questions yourself, and instead of proving to them, you actually swallow all their emotions and start blaming yourself for every little things that went wrong.


Namun, betapa manisnya keberhasilan dan betapa pahitnya kegagalan, kalian belajar untuk menjadi manusia yang lebih baik. Keberhasilan mengingatkan kalian bahwa kalian memiliki kekuatan. Kekuatan yang dapat membantu kalian mencapai apapun yang kalian inginkan. Di sisi lain, kegagalan menunjukkan kepada kalian dimana letak kelemahan kalian, dan akan meninggalkan sebuah luka yang begitu dalam sebagai tanda pengingat untuk tidak terjatuh di tempat yang sama.




Di sisi lain, tahun yang begitu cepat berlalu ini juga memperkenalkan kita kepada wajah-wajah baru, suasana baru dan kehidupan yang juga baru. Jika kalian bayangkan, berapa teman dan sahabat baru yang kalian temukan tahun ini? Sebagai makhluk sosial, kita akan selalu terlibat dalam sebuah perkumpulan manusia, sebuah komunitas. Akan ada banyak wajah baru yang masuk kedalam kehidupan kita dan membantu mewarnai sekaligus menulis lembaran baru dalam kisah hidup kita.

Tuhan mengirimkan mereka dengan sebuah kuas dan tinta untuk mengisi kehidupan kita dengan warna. Setiap orang memiliki warna yang berbeda, tergantung peran mereka dalam hidup kita. Akan ada yang membawa warna merah menyala dan menjadi penyemangat di kehidupan sehari-hari kita. Ada yang membawa tinta hitam kelam dan mencoba menghapus sinar kehidupan kita dengan kegelapan. Ada juga yang membawa berbagai macam tinta, dan akan mengisi kehidupan kalian dengan rasa yang berbeda di setiap harinya.

Namun, layaknya sebuah printer, tinta mereka akan habis, dan lambat laun hanya menyisakan noda-noda dan bercak tak jelas diatas lembaran kehidupan kalian. Dan layaknya tinta-tinta yang lain, ketika waktu mereka sudah habis, mereka akan diganti dengan tinta lain yang akan bertugas untuk mewarnai lembaran kalian.

Dan betapa waktu bergerak dengan sangat cepat, hingga seseorang yang begitu dekat dengan kita, dapat kembali menjadi seseorang yang asing dalam kehidupan kita. Ingatlah kembali, di tahun yang singkat ini, sudah berapa banyak tinta yang kalian tinggalkan? Sudah berapa banyak kuas-kuas yang mengeras? Sudah berapa banyak ucapan perpisahan yang kalian katakan? Dan apakah kalian sudah menyempatkan, untuk mengisi kembali tinta-tinta tersebut agar mereka dapat kembali mewarnai kehidupan kalian?

Mungkin ada beberapa diantara tinta-tinta tersebut yang tidak akan kembali mewarnai kehidupan kalian. Namun, berterimakasihlah. Setidaknya Tuhan telah mengirimkan mereka untuk membantu kalian mewarnai lembaran kisah hidup kalian, dan bila kalian buka kembali halaman tersebut, ingatlah mereka dan berterimakasihlah karena mereka telah mengajarkan sesuatu kepada kalian dengan warna mereka sendiri.




Terakhir, akan banyak diantara kita yang menjadikan tahun ini sebagai tahun untuk mencari jawaban. Mencari kepuasan, mencari keinginan, mencari jati diri. Mencari apa yang bahkan kita belum tahu untuk dicari.

Banyak dari kalian yang akan bermain teka-teki dengan diri sendiri. Kalian penasaran, terhadap diri kalian, terhadap lingkungan di sekitar kalian, atau bahkan terhadap kehidupan kalian secara keseluruhan. Kalian bertanya-tanya, mencari sesuatu yang membuat diri kalian merasa janggal.

Maka dari itu kalian mencari tahu. You set up a quest. You go. Travel. Experience. Explore. Get lost. And find yourself again. Perjalanan untuk menemukan sebuah jawaban bukanlah hal yang mudah; it's a lifelong process. Dan di tengah jalan, kalian akan hilang, tersesat seolah tak menemukan apa-apa. Kalian juga akan kehilangan, tapi kehilangan akan menyadarkan kalian terhadap hal apa yang sebenarnya kalian butuhkan.

Bagi beberapa dari kalian, akan ada yang sudah menemukan jawaban yang kalian cari selama ini. Sisanya, kalian akan menemukannya di kemudian hari. Remember, it is a lifelong process. Setiap orang memiliki pertanyaan yang berbeda, jawaban yang berbeda, jalan menuju jawaban yang juga berbeda dan tentu saa waktu tempuh yang berbeda.

Bila sudah menemukan jawabannya, akan ada dari kalian yang merasa puas, tapi ada juga yang kecewa karena ini bukanlah jawaban yang kalian cari-cari. Tetapi, terkadang bukan jawabannya yang sebenarnya kita cari, namun proses menuju jawaban tersebut yang mengubah jalan pikiran kita hingga mendapatkan apa yang kita cari selama ini.

Pada akhirnya, semua itu adalah proses bagi kita untuk mengenal diri kita sendiri lebih dalam. Perjalanan mencari sebuah jawaban akan membuat kita menjadi lebih dewasa, karena pemikiran kita akan dipaksa untuk melihat dengan cara yang berbeda. Dan semuanya akan membuat kita lebih puas dan lebih bahagia dengan kehidupan yang kita pilih nantinya.




Dan, di ujung tahun yang begitu mengesankan ini, mari kita tersenyum. Bahwa kita masih diberi kekuatan untuk menjalani kehidupan di kemudian hari. Bahwa apapun yang kita miliki sekarang, kurang ataupun lebih, adalah sebuah titipan yang suatu saat dapat diambil kembali. Bahwa segala kebahagiaan adalah anugerah dari sebuah usaha, dan setiap kesedihan adalah cobaan untuk memperkuat jiwa dan raga. Bahwa teman dan keluarga adalah tokoh yang akan ada dalam lembaran kisah hidup kita. Bahwa kita siap, untuk melihat matahari kembali bersinar lagi, untuk berjalan satu langkah lebih jauh lagi, tertawa lebih keras lagi dan menangis lebih kencang lagi. Bahwa kita percaya akan ada sesuatu yang lebih besar lagi kedepannya, dari semua yang pernah kita tinggalkan.


That we are human. That we rise and we fall, and rise again and fall better. That we are getting older and hurt, but we are alive and getting stronger each day. That we are not perfect, but we are thankful, for imperfection makes us who we are.





Hati dan Idealisme Kita yang Dulu Janggal

Mari kita duduk bersama
Letakkan hati diatas meja
Dan bicara tentang cinta

Jika kau tak punya
Kan kubagi sepotong
Dan kita bisa makan dalam damai

Aku membutuhkanmu
Karena kita berbeda
Jika kau bunuh aku
Kau kan hidup merana




Seiring berjalannya waktu, kita akan lepas dari yang namanya cinta-cinta monyet, kisah kasih di sekolah atau cinta-cinta teenlit lainnya yang terasa superficial, tapi menyenangkan. Cinta-cinta yang masih idealis, dimana perasaan adalah segalanya dan pasangan kalian menjadi salah satu makhluk hidup yang tak bisa kalian lepas begitu saja.

Banyak dari kisah cinta ini yang membuat kita sering kali berkorban hanya untuk mempertahankan hubungan itu. Banyak juga yang berpikir bahwa cinta pada saat ini adalah hal yang begitu serius hingga menjadi prioritas dalam hidup kalian. Hingga banyak dari kalian yang belum putus atau bahkan bermimpi untuk langsung menikah setelah kalian menyelesaikan pendidikan kalian.

Walau belum 100 persen, kalian rela melakukan apapun demi pasangan kalian. Kalian tetap tabah walau kadang jarak diantara kalian berjauhan, kalian tetap saling menyayangi walau mungkin keyakinan kalian berbeda, bahkan kalian kuat menahan betapa sakitnya diselingkuhi. Masa-masa inilah dimana kalian begitu rendah hati mau memberikan seluruh hati kalian, walau tak ada jaminan bahwa hati kalian akan kembali dalam keadaan tak tergores.




Namun, beberapa dari kita akan lepas dari tahap tersebut. Kadang dengan pengalaman yang begitu indah, tapi kadang juga begitu pahit. Sedikit lebih tua, sedikit lebih bijaksana.

Setelah akhir kisah cinta kita yang idealis, banyak dari kita yang akan memutuskan untuk hidup sendiri. Mencoba bergulir dengan kehidupan, mencari pengalaman baru dan kesibukan baru sebagai cara untuk move on dari pasangan kita yang telah pergi. Kita akan menemukan hobi baru, teman baru dan pengalaman yang juga baru.

Masa-masa inilah dimana kita akan mempelajari sedikit lebih dalam tentang diri kita sendiri. Mencari jati diri, mencoba mencari arti hidup kita sendiri. Banyak dari kita yang akan sadar bahwa umur kita masih begitu muda. Masih banyak yang harus dialami, dinikmati, dipelajari, dikunjungi dan dilalui.

Seiring dengan berjalannya, kita akan menjadi sedikit lebih egois. Terbiasa hidup sendiri akan membuat kita menjadi lebih fokus dengan diri kita sendiri. Kita akan lebih mementingkan pendidikan dan kesuksesan kita sendiri. Kita akan mencari lebih banyak teman untuk diri kita sendiri. Melakukan segala hal yang kita inginkan dan pergi ketempat manapun yang kita impikan. Dan disanalah dimana kita sudah mulai menemukan arti hidup kita sendiri, dan mencoba untuk berjalan menggapainya sendiri.




Lalu, akan ada saat dimana Tuhan akan sedikit bermain-main dengan hati kecil kalian yang kini sudah berdebu. Akan ada seseorang yang cukup istimewa datang mengetuk pintu kehidupan kalian, mencoba berbagi ruang disisi kalian, dan mungkin meminjam hati kalian yang sekarang lebih sering menyendiri, untuk dibawa bermain-main dengan romantika cinta dan asmara.

Disaat seperti ini, kalian akan bingung. Tergugah dan tersipu. This is the time when you don't mind being single, but it's nice to have someone to fill your life. Disaat inilah kalian akan memiliki konflik batin antara kenikmatan hidup sendiri dan perhatian dari seseorang yang selama ini tak ada dalam hidup kalian. Disinlah masa-masa dimana kalian akan berkata "jalanin dulu aja".

Kenapa jalanin dulu aja? Karena kalian bingung. Di satu sisi, kalian ingin memiliki komitmen, tapi kalian takut untuk jatuh ke lubang yang sama dan kalian masih menikmati hidup sendiri. Disisi lain, kalian ingin tidak berkomitmen, tapi dalam hati kalian ingin memiliki dirinya dan cemburu bila dia bersama orang yang lain.




Namun, pada akhirnya kalian harus bersikap dewasa. Jalanin dulu aja tidak akan menyelesaikan masalah. Pada akhirnya kalian harus memilih: apakah perasaan itu begitu nyata hingga hidup akan terasa lebih baik bagi kalian untuk berkomitmen dan meminjamkan hati kalian sekali lagi; atau apakah ego kalian begitu besar hingga hidup akan terasa lebih indah bila dijalani seorang diri?

Ini hidup kalian, ini hati kalian dan ini masa depan kalian. Pilihlah satu jalan yang tak hanya membuat kalian tersenyum ketika menjalaninya, tapi juga tersenyum ketika kalian telah melaluinya...


Self-Validation

Kenapa orang-orang suka pergi ke kedai kopi?
Karena mereka tak mau sendiri...




Karena kesendirian itu membuat kita hampa. Eksistensi kita, keberadaan kita sebagai sebuah makhluk hidup, hanya akan berarti bila diberi makna oleh orang lain.

Kenapa kedai kopi? Karena kita hanya ingin company, atau mungkin lebih dasarnya, keberadaan sosok lain yang mengelilingi kita. Walaupun kita hanya duduk sendiri, kita sangat menghargai kehadiran orang lain disisi kita. Membuat kita merasa aman, setidaknya.

Mungkin karena memang pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial. Itu yang sering dikatakan oleh guru SD saya. Karena mereka makhluk sosial, mungkin ini sebuah cara bagi mereka untuk bertahan hidup: mencoba membuktikan bahwa mereka ada di dunia ini.


Kenapa orang-orang ingin pulang kembali ke negeri asalnya?

Karena disanalah keberadaannya diberi arti paling dalam oleh orang-orang disekelilingnya. Disanalah eksistensinya paling dihargai.

Nestapa memang. Bila pindah ke negeri orang dan kita harus memulai segalanya dari nol. Ibarat selembar kertas putih, menunggu seseorang untuk menuliskan kata-kata yang akan mendefinisikan diri kita. Memberi arti akan keberadaan kita.

Mungkin itu yang disebut sebagai 'rumah'. Tempat dimana kertas kita sudah penuh dengan coretan, penuh dengan arti. Tempat kita dihargai sepenuhnya sebagai diri kita sendiri. Tempat dimana keberadaan kita paling berarti.



Tapi, semua hanya identitas. Bahkan diri ini bisa berarti apapun bila kata-kata yang ada diatas kertas sudah diubah...

Earbubble

Have you ever wonder?
When you put on your earphone
And plug it to your phone
You suddenly create this invisible bubble
Between you and the rest of the world


Whatever happen outside it
Is so irrelevant
Or maybe too relevant
Depends on the opacity of your bubble


It creates a photographic filter
Within your mind
One time, it would be so colorful
Other times, it would be gray
And maybe, sometimes, it would be sepia


With a touch on your screen
You'll be making your own world
You, yourself, inside your own little bubble
Waiting, observing, imagining


Since Last Wednesday

He would never do grafitti or vandalize that house
And he would never buy a weapon and bring it to our home

But no one has seen or heard from him since last Wednesday
Oh oh oh oh...


A friend of mine has just introduced me to this captivating, sounds alluring, goosebumping, out-of-this-world band called Highasakite. And when you try to find them on Spotify, you will see that my favorite track, 'Since Last Wednesday', sits number 1 on their popular tracks list. It doesn't matter anyway, I put the video above so you guys can (hopefully) see it.

By the way, I also put a portion of their lyrics on top, just so you have at least an idea of what's gonna happen in this post.


So yeah, basically I fell in love with this particular work of art. The rhythm, the beat, the vocal, THE VOCAL, the accents and especially the lyrics. Based on my interpretation, correct me if I'm wrong, the lyrics is about a Flying Panda, going on a journey across the world to find this Dancing Penguin and destroy the crystal of Escala, in order to maintain balance in the planet of Pandora, because the prophecy from the elder gods said so.

Okay, I'm joking (and pretty badly too, if I would add). So the song basically tells a story about this normal young boy, probably 14 to 16, only minding himself, doing every mundane things he always did, never done anything stupid, never did anything bad for once in his life, he's just plain normal young boy you see everyday. But, suddenly, he's gone. Missing. Disappear into nothing. No one has ever seen or heard from him. Since last Wednesday.

Now, of course you want to know what happen to the boy, right? But the song doesn't tell us much what happens before or after the event. So yeah.

My brain then automatically scans for answers, finding possibilities, anything relevant to the story. Then, without realizing, I already caught myself trying to interpret the semiotic text. My first intuition floats my imagination and puts me in the position of the boy behind the lyrics. What would happen if I went missing? I could be dead, or kidnapped, or tortured, or being sodomized by those ungrateful religious priest, or being sold into slavery in the west coast of Namibia.

But, the lyrics itself questions your significance. What will happen after you're gone? Your parents must be looking for you. Your friends might be missing you too. Wait, your friends? How much friends do you have? Well, you might have your social circle, but what else? What's your impact to those people? Moreover, what's your impact to the world? How significant are you? By the time you're gone, people won't be talking about you anymore. You're gone, literally. Your name doesn't get written anywhere in the history. You're just another guy living and dying on this earth. A small planet, floating around in the universe. In this level, your impact is so insignificant that it won't really matter whether you're missing or not.


However, my second intuition brings me to question how secure our lives are? If a normal boy could just easily missing, what are the odds of you, who maybe a bit more 'unique', went missing too? Maybe it's CIA, maybe FBI. Maybe some maniac lurking in your neighborhood. Or maybe the aliens. The ghost of your town. The flying panda and the dancing penguin. You'll never know. There are things that should left unknown.

These things are what makes life unique.You don't know what will happen to you tomorrow, next week, next month, next year, even the next 5 seconds. All we can do is to continue doing what we are doing. Live. Day by day. And just be grateful about it. Make the most of it. Its what makes us human.


And of course, as my favorite band and my favorite radio station would say, keep the faith!

The Faradays

"Bagaimana kalian bisa mengharapkan seorang pria untuk memimpin suatu negara bila mengurus rumahnya saja dirinya tidak bisa?"



Nggak kerasa udah hampir setahun gue tinggal di sebuah rumah mungil yang bernama The Faradays. Susah sih terkadang kalo kita harus tinggal jauh dari keluarga, di negeri yang sudah berbeda bahasa dan tanpa siapa-siapa yang bisa membantu kita dalam mengurus hal-hal kecil dalam kehidupan. Apalagi kalo usia kalian masih antara 18 - 22 tahun. Tapi, sebenernya ini berlaku ke semua orang kok, regardless of their age.

Gue suka iri deh sama kalian yang masih punya mbak dirumah, atau punya seseorang yang bisa mengurus segala kebutuhan kalian disaat kalian sedang sibuk. Gue juga suka iri dengan orang-orang yang bisa aja hidup di tempat yang luar biasa berantakan and feels totally fine with it. Apalagi dengan orang-orang yang memiliki isi dompet lebih tebal daripada biasanya jadi bisa makan diluar setiap saat, laundry setiap saat, nyewa pembantu setiap saat, jadi mereka nggak usah khawatir tentang hal beginian.

Tapi, ada baiknya juga kalo gue memberikan pesan kepada kalian bahwa sebenernya menjalankan kegiatan rumah tangga itu gampang gampang susah. 

Udah hampir setengah tahun gue berbagi rumah dengan tiga orang wanita, yang tentu saja beruntung sekali bisa serumah sama seseorang seperti gue. LOL. Dan sebagai kepala rumah tangga, tentu saja gue responsible dengan berbagai hal yang menyangkut hajat hidup ketiga wanita ini. Nah, selama waktu inilah gue belajar banyak tentang apa yang dirasakan pembantu dan ibu rumah tangga pada umumnya.

Having a house is totally different than having an apartment. Rumah yang cozy biasanya bakal jadi korban tongkrongan anak-anak kalo lagi jenuh sama kuliah dan kerja. Seru sih kalo rumah lo selalu kedatengan tamu yang berbeda setiap harinya. Karena lo basically bisa melakukan apa saja dirumah lo! Throw a great party at the weekend? BBQ on semester break? Tuesday movie night? Cooking session bareng modusan? Bahkan pengajian malem jumat kliwon pun bisa dilakukan dirumah lo!

But, the perks of having a house also comes with many responsibilities that you have to fulfill. Tentu saja, untuk membuat rumah menjadi sarang aktivitas orang Indonesia se-Melbourne, lo harus tetap menjaga rumah lo bersih dan wangi. Well, nggak usah rapi-rapi amat. Yang penting bersih! Dan lo harus tahu, rumah gue itu kecil lah, paling 5x20 meter lah maksimal. Dan ngebersihin rumah dua lantai sekecil itu aja, to be honest, susah! Plus, lo punya halaman belakang dan depan, yang pasti selalu kotor dengan dedaunan yang rontok!

The best thing you can do, setiap hari adalah setidaknya nggak ada piring kotor yang numpuk di wastafel dapur. Nggak ada abu rokok berserakan di meja dan di lantai. Sofa dan karpet rapi dan bersih, siap untuk dinikmati oleh tamu berikutnya. Lantai nggak lengket dan nggak ada bau-bau aneh karena berbagai macam substance yang ada di rumah lo.


Selain itu, of course, ada hal-hal kecil lainnya yang mesti lo perhatikan. Seperti nyuci, jemur dan nyetrika baju lo sendiri. Masak hal-hal aneh semampunya lo bisa demi mengisi perut, karena makan di restoran Melbourne is just pretty damn expensive! Terus nanti akan ada housemate lo yang komplain karena keberisikan di tengah malem, ada juga yang nginep dan ga balik-balik lagi. Entah karena benci ama gue atau sibuk dengan pacar sendiri.

Terus ada juga tagihan kontrakan, tagihan listrik, tagihan air, tagihan gas, tagihan telepon dan tagihan internet, diluar tagihan pulsa bulanan lo, yang harus lo bayar tepat waktu, kalo engga LO KENA DENDA! Biasanya suka ada drama nih! Kadang ada yang bokek gapunya duit karena mamanya lupa transfer, kadang ada yang udah punya duit tapi dianya sendiri lupa transfer, kadang ada yang udah transfer tapi nyampenya seabad kemudian gara-gara beda bank, kadang duitnya udah kekumpul, tapi gue sendiri lupa transfer ke company-nya. #life #curcol #SandiwaraDuniaNyata

Lalu, ketika lo sedang menikmati keseharian lo yang normal dan biasa aja, kadang suka ada drama tambahan. Misal lagi mandi, tiba-tiba sabun abis. Lagi mau masak, udah motong-motong sayur dan daging, tiba-tiba minyak abis. Lagi mau nyuci, udah nggak ada baju dan celana dalem lagi nih buat besok, tiba-tiba kotak deterjen kosong. Seakan ada tuyul yang bersembunyi di rumah lo, yang hobinya ngabisin apapun yang lo butuhkan saat itu.

But anyway, punya rumah itu mengajarkan lo banyak hal yang nggak pernah lo pelajari sebelumnya. Seperti komitmen, tanggung jawab, disiplin, kesabaran dan lapang dada karena tiba-tiba semua cookies dan chips lo abis tanpa tahu siapa pencurinya! Lo juga sedikit banyak belajar tentang hospitality karena banyaknya tamu yang harus lo puaskan, orang-orang yang harus lo masakin dan kasih makan, serta menambah lingkaran sosial dan network, contohnya: Rio Dewanto kerumah gue.


Tapi, diluar itu semua, gue belajar tentang rasa memiliki dan kekeluargaan. Akhirnya, gue bisa punya sebuah tempat dimana gue bisa meletakkan hati gue disitu. Gue juga belajar bahwa pertemanan itu harus diuji dengan segala hal baik maupun buruk, dan lo harus siap bahu-membahu ketika ada masalah dihadapan kalian, bukan saling menyalahkan dan membenci satu sama lain. In the end, gue juga belajar banyak hal dari semua orang yang pernah datang dan duduk di meja diatas, obrolan-obrolan seru yang seakan tak pernah berakhir, serta pemikiran-pemikiran abstrak yang terlalu indah untuk diucapkan. Semuanya, ada di The Faradays.

"Ren, tolong restart-in modemnya dong! Laptop gue ga bisa konek ke internet!" #life

For Those Who Are Growing Up to Become a Man



Baru minggu kemarin di Melbourne, ada event Dreamworks Animation: The Exhibition di Australian Centre for the Moving Image (ACMI). Acaranya sih lebih di targetkan buat anak-anak kecil yang ingin tahu bagaimana cara pembuatan dunia fantasi seperti 'Shrek' dan 'How to Train Your Dragon'.

Singkat cerita, karena hendak menemui seseorang, gue pun berkunjung ke ACMI seorang diri. Di dalam, sembari gue menunggu orang tersebut, gue pun duduk di depan ACMI store yang menjual segala pernak-pernik yang berhubungan dengan layar perak.

Ketika gue duduk seorang diri, ada seorang bapak muda dengan anak laki-lakinya yang baru saja keluar dari toko tersebut. Bapak muda itu kemudian duduk agak jauh di samping gue. Setelah gue perhatikan, dia ternyata baru saja membelikan sebuah kostum naga dari 'How to Train Your Dragon' untuk anaknya. Bapak muda itu kemudian membantu anaknya memakai kostum naganya yang lengkap dengan sayap dan ekor.

Setelah terpasang dengan sempurna, anak itu mengepakkan sayap naganya dengan cara menggerakkan tangannya yang terikat erat ke sayap palsu tersebut. Sambil tersenyum, ayahnya kemudian menggendong anaknya dan mengangkatnya setinggi-tingginya. Ayahnya kemudian berlari menuju pintu keluar sambil tetap mengangkat anaknya yang berimajinasi menjadi seekor naga sambil terus mengepakkan sayap palsunya. Dan dari kejauhan, sayup-sayup terdengar teriakan "Daddy, I'm flying! I'm flying."


Setelah kejadian itu, muncul pertanyaan di benak gue: Apakah nanti gue bakal punya anak?
Dan bila gue punya, apakah gue bisa menjadi ayah yang baik?


Seiring kita tumbuh dewasa, kita harusnya menyadari bahwa akhirnya kita akan dihadapkan dengan masalah-masalah baru seperti mencari pasangan hidup dan menikah. Tapi, seiring kita tumbuh dewasa, kita juga menyadari bahwa hidup itu sulit, semakin sulit, jauh lebih sulit daripada yang pernah kita bayangkan ketika dulu kita kecil dan tak sabar ingin segera dewasa.

Pernahkah kita menyadari betapa sulitnya kehidupan ayah kita? Beliau bukan orang yang paling spesial. Beliau pasti orang yang biasa saja. Tapi, lihat kehidupan kalian yang sekarang. Kalian adalah sebuah produk yang dihasilkan oleh jerih payah orang tua kalian. Lihat posisi kalian berdiri sekarang, sekolah kalian, uang jajan kalian. Kalian menjadi seseorang yang seperti ini sebagian besar karena jerih payah ayah kalian.

Nah, coba tanyakan pada diri kalian sendiri, apakah kalian bisa menjadi orang tua yang lebih baik dari ayah kalian? Atau setidaknya sama dengan apa yang ayah kalian pernah lakukan?

Membesarkan anak itu nggak gampang. It doesn't come with a manual. Semua yang ayah kalian lakukan adalah trial and error. Kalian mungkin mengira kalian bisa menjadi orang tua yang baik, tapi di jaman yang berbeda, perilaku anak kalian akan berbeda juga. Kenakalan mereka akan berbeda dari kenakalan kita, maka kita akan selalu sulit dalam menuntun mereka.


Di satu sisi, kalian akan semangat ketika menyambut sang buah hati. Di sisi lain, kalian bisa ingin bunuh diri karena diganggu oleh tangisan bayi setiap malam. Kalian harus rela memberikan hal terakhir yang kalian miliki untuk anak kalian, karena kalian tak mau melihat mereka tidak bahagia.
Kadang kalian akan merasa jenuh dan ingin menyerah karena segala yang kalian lakukan tidak sesuai dengan ekspektasi kalian, tapi kalian akan sadar bahwa ini kewajiban kalian.
Dan ketika kalian beranjak tua, anak kalian akan lepas dari sisi kalian, mungkin untuk selamanya. Kalian akan merasa rindu, rindu ingin menggendong mereka lagi, menyesal harus melihat anak kalian tumbuh dewasa begitu cepat dan kalian tak dapat memeluk mereka sekali lagi.
Dan ketika kalian rindu, anak kalian mungkin terlalu sibuk untuk bisa balas sms, tak akan sering menelpon kerumah, tak bisa pulang ke pelukan kalian seperti dulu lagi. Akankah kalian sedih?

Itulah yang mereka rasakan.


Jadi, pertanyaan yang seharusnya kalian tanyakan bukanlah: mau nikah umur berapa? Karena pertanyaan itu hanya akan menjebak kalian untuk segera mencari pasangan hidup secepatnya, lalu buru-buru menikah karena takut diejekin orang-orang kalo nikah ketuaan.

Menikahlah ketika kalian sudah siap menjalaninya. Menikahlah ketika kalian juga sudah rela untuk mengorbankan beberapa jam dari 24 jam sehari kalian hidup untuk pasangan kalian dan anak-anak kalian.
Karena bila kalian belum siap, anak kalian adalah taruhannya.

Dan yang terakhir, sanggupkah kalian menjadi orang tua yang lebih baik dari ayah kalian?





Posting ini saya persembahkan untuk papa saya yang berulang tahun kemarin. Selamat ulang tahun ya, pa. Tetaplah menjadi bintang yang bisa menyinari jalan bagi anak-anakmu dan sesama manusia lainnya. Maaf, kalo aku cuma bisa sms. Karena kadang kata lebih mudah ditulis daripada diucap.

Pintar Dalam Kehidupan?

Dari sudut pandang mana seseorang bs dikatakan pintar/bodoh dalam kehidupan?




Ada dua tipe manusia di dunia ini:

Yang pertama adalah mereka yang menerima jalan dan tujuan hidup mereka dari orang lain, seperti kemauan orang tua, dogma dari agama, tekanan dari lingkungan dan ekspektasi masyarakat, tanpa pernah mempertanyakan hal tersebut.

Yang kedua adalah mereka yang menetapkan sendiri jalan dan tujuan hidup mereka setelah melewati proses pencarian jati diri yang panjang dan melelahkan. Dengan yakin dan penuh percaya diri, mereka yakin bahwa jalan yang mereka pilih adalah yang terbaik untuk mereka.

Orang yang pintar dalam kehidupan adalah orang yang kedua.


Mungkin kata yang tepat bukanlah pintar, tetapi cerdas. Nah, kecerdasan ini tidak bisa di dapat melalui edukasi formal, tetapi melalui lingkungan dan kemampuan seseorang untuk senantiasa belajar dari hal-hal kecil setiap hari, dan mau berubah.

Kecerdasan yang gue maksud, atau yang kalian maksud dengan 'pintar dalam kehidupan', mungkin lebih tertuju kepada seseorang yang memiliki lebih banyak pengalaman dan wawasan yang lebih luas. Orang-orang yang cerdas pernah melewati banyak fenomena besar yang berdampak pada dirinya. Kehidupan mereka memiliki catatan sejarah yang lebih menarik daripada orang-orang lain pada umumnya. Karena itulah, mereka memiliki lebih banyak hal yang bisa dipelajari dan membuat mereka lebih bijak di masa yang akan datang.

Dan, karena ada banyak hal yang sudah mereka lewati, mereka jadi tahu mana yang benar dan mana yang salah bagi diri mereka. Mana yang cocok, mana yang tidak cocok. Mereka tidak menerima jalan hidup mereka dari orang lain, mereka memilih sendiri jalan hidup mereka. Kenapa? Karena mereka mengerti bahwa itulah jalan hidup yang cocok untuk mereka.


Gue nggak bisa bilang orang yang cerdas itu pasti sukses atau bahagia, karena banyak orang yang memperoleh kecerdasannya di usia yang tak lagi muda. Makanya, banyak orang tua yang menyesal dengan masa muda mereka.

Dan sebenarnya, tak ada orang yang bodoh dalam kehidupan. Karena menurut gue, beberapa itu bukannya bodoh atau tolol atau tak berpendidikan. Mereka hanya tidak menyadari bahwa sesuatu yang mereka lakukan itu bisa berdampak buruk bagi diri mereka atau orang lain (e.g. Kardashian Family). Pengalaman dan wawasan mereka belum cukup untuk membuat mereka menjadi seseorang yang cerdas.


Lalu, bagaimana caranya biar gue bisa cerdas? Baca buku, seperti yang guru kalian ajarkan waktu SD. Buku itu jendela dunia. Talk to someone. Bukan hanya sekedar bergossip, tapi juga untuk berdiskusi, berargumen dan bertukar pikiran. Pertanyakan segala hal. Lo nggak akan pernah tahu sesuatu itu benar atau salah hingga nggak ada lagi yang bisa lo pertanyakan dan lo yakin dengan segala jawabannya. Keep the faith. Setelah lo berhasil mempertanyakan segalanya, tentukan jalan hidup lo sendiri! And lastly, DON'T. WATCH. SHITTY. MOVIES.


Tentang Satu Mimpi


"Mimpi kamu apa?"





Kita semua punya passion. Punya interest. Yang mungkin sulit kita jalani, tapi kita bermimpi untuk bisa melakukannya. Tapi, sering juga kita labil, memiliki terlalu banyak mimpi. Rakus. Ingin mencoba semua hal. Karena darah muda yang mengalir deras.

Tapi, justru karena kita masih muda, kita masih punya banyak waktu, untuk melakukan banyak hal.

Maka, temukanlah satu jalan, dimana hati kalian merasa nyaman. Susuri jalan tersebut, dengan kecepatan yang pas buat kalian. Kadang kalian akan menemukan polisi tidur, atau jalan yang berlubang. Susah kan? Tapi, ya memang harus dilewati. Kalau buntu maka kalian buat jalan baru. Terus menerus hingga ke paling ujung hingga ke garis finish.

Ya, memang benar perjalanan tersebut akan memakan waktu yang panjang, dan perjuangan yang berat. Tapi, dengan bahan bakar yang cukup, masa sih kalian nggak bisa? Perjalanan ini akan membentuk diri kalian yang baru, yang lebih kuat dan menghargai betapa nikmatnya kehidupan. Mungkinkah ini tujuan akhir kalian? Atau akankah lahir tujuan yang baru? Yah, hanya kalian yang tahu.

Jadi, bila kalian masih berangan-angan...
"Gue mau bikin band!" maka kumpulkan teman kalian dan mulai berkarya!
"Gue mau bikin novel!" maka ambil secarik kertas dan mulai menulis!
"Gue mau keliling dunia!" maka kemasilah barang kalian dan mulai melangkah!

Bayangkan bila kita menjadi seorang master dari sebuah hal. Itu adalah kebanggaan! Sebuah cerita! Sebuah kenangan! Sebuah mimpi yang menjadi nyata!

Dan bila satu master bertemu dengan master dari suatu hal yang lain, maka akan terjadi perbincangan yang seru dimana kalian sama-sama meneteskan darah, keringat dan air mata untuk mencapai sesuatu yang paling kalian hargai di dunia ini!


Sebuah testimoni dari seorang teman yang tergila-gila dengan dunia gym:

"Menurut gue, hidup itu ketika hari ini bisa ngangkat beban yang lebih berat dari kemaren. Dan besok bisa mengangkat beban yang lebih berat dari hari ini. No one said its gonna be easy, but its gonna be worth it!"




Sampai jumpa di garis finish!

Sebuah Rumah Baru Bagi Hati Kita


Apa kabar Melbourne?

Oh, Melbourne baik-baik saja. Bahkan lebih baik daripada biasanya. Entah kenapa, kota ini dengan segala macam sihirnya bisa membuat gue lebih rindu daripada gue merindukan kota kelahiran gue sendiri. Dan untuk beberapa malam terakhir, The Capital City of Hipsters ini makin berwarna. Saat yang tepat untuk melepas asa bersama jutaan warna-warni yang menerangi gelapnya malam hingga ke sudut paling gelap di mimpi buruk kalian.














Seiring kita dewasa, beberapa dari kita mungkin akan mulai merantau dari rumah. Jauh dari keluarga, teman dan rumah kita masing-masing. Menuju sebuah tempat, yang mungkin tidak begitu jauh, tapi begitu asing bagi seorang pendatang seperti kita. Kita beradaptasi, begitu sulit, selalu kangen rumah dan tak jarang merasa sendiri dan tak berdaya.

Perlahan kita bangkit. Mulai dari hal kecil seperti memasak sendiri, mencuci, mengurus segala keperluan rumah tangga dengan tangan kita sendiri, hingga menjadi sebuah kebiasaan. Banyak hal baru yang kita temukan. Tempat nongkrong baru, makanan paling murah di sudut kota paling antah berantah, selera musik yang berbeda, fashion, gaya hidup hingga hal-hal kecil seperti belajar cebok dengan tissue.

Waktu berlalu, dan kita menemukan wajah-wajah baru dalam kehidupan. Dan senantiasa memasukkan wajah yang lama dalam kenangan, atau sebuah foto dari beberapa tahun lalu yang ada di sudut terdalam Facebook kita masing-masing. Kita belajar bahwa friendship is seasonal. Bahkan Path mengajarkan kalian agar hanya dekat dengan 150 orang paling berarti dalam kehidupan kalian yang sekarang.

Dan apa yang terjadi ketika kalian kembali ke kampung halaman kalian? Dengan pedih kalian akan menyadari bahwa rumah kalian yang dulu bukanlah rumah kalian yang sekarang. Obrolan kalian tidak lagi nyambung dengan mereka, kalian bahkan tidak tahu tren dan kata-kata gaul terbaru yang beredar. Kerabat kalian perlahan mulai pergi menyusuri jalan hidup mereka masing-masing. Bahkan untuk sekedar jalan bareng pun adalah perjuangan. Dan ketika kalian ada dirumah, kalian berpikir "this is just a house, not a home anymore."

Kalianpun menyadari bahwa konsep rumah tak lagi berarti bagi kalian. Dan mungkin mulai membenarkan kata-kata "a home is where your heart is'. Lama-kelamaan, kalian tidak ingin pulang lagi, dan kalian akan lebih menikmati hidup di kota kalian yang sekarang. Pada akhirnya, banyak manusia yang tidak ingin pulang kembali ke negara asalnya. Bukan karena mereka tidak mau, tapi karena hati mereka sudah menemukan sebuah 'rumah' yang baru. Dan seperti rumah dalam arti sebenarnya, jika kita pindah kerumah yang baru, hampir mustahil bagi kita untuk kembali kerumah yang lama.




Dan, jika kalian datang bertamu ke rumah baru saya. Saya siap menerima kalian dengan sambutan dan kopi paling hangat untuk hati kalian, spesial dari hati saya.