Showing posts with label College. Show all posts
Showing posts with label College. Show all posts

Embrace. Grow. Learn.

Mornington, 2014

Parkville, 2013

The Spot, 2014

 
Campaspe, 2013

KJRI Melbourne, 2014

Campaspe, 2013

KJRI Melbourne, 2014

External 2013 - 2014




There were days well spent with you, guys. 
Thank you, PPIA Unimelb, for giving me the chance to embrace, grow and learn.

Kita Sama-Sama Drop Out Kuliah Yuk!

Padang rembulan gersang
Mengirim angin ke timur
Membawa desahan musim dingin
Yang merekah awal November

Mengabarkan berita
Tentang sang serigala
Yang mulai
 kehilangan mangsa

Tentang ibu beruang
Yang melingkar
Untuk tidur
Semusim lamanya

Tentang pohon-pohon Maple
Yang sibuk
Menggugurkan daun
Yang telah menguning

Tentang dirimu
Yang duduk termenung
Menaggalkan cinta
Yang dulu mekar
Di musim semi





Well, it's that time of the year again...
Waktu-waktu dimana waktu tidur mahasiswa semakin berkurang...
Karena ujian makin dekat di mata...
Dan gebetan makin jauh dari hati...
Hiks...

Anyway, terjadi lagi nih!
Banyak deh orang-orang yang gue kenal lagi suka komplain tentang kehidupan mereka disaat-saat seperti ini...
Banyak aja sih, ga banyak banget
Banyak banget mah semut ngantri sembako di lapangan banteng
*ga lucu* *dibakar*


Iyah! Jadi kan gue lagi bareng grup belajar gue.
Cieileh... Grup belajar!
Gue tau lo semua heran, anak calon bajak laut kaya gue sok-sok belajar!
Ini demi masa depan bangsa gue! Bangsa Somalia yang merdeka dan sejahtera!

Anyway, jadi gue lagi belajar gitu sama grup belajar gue di perpustakaan.
Suatu ketika, temen gue ada yang pesimis banget ga bakal lulus tes mikroekonomi.
Dari situlah obrolan kita menjurus ke hal-hal yang tidak senonoh...
#apadeh

Terus, satu temen gue ikutan nimbrung.
Katanya dia sebenernya gamau kuliah. Dia ke Melbourne cuma pengen cepet-cepet dapet suami abis itu nikah. Done. Selesai semua urusan dunia akhirat.

Satu lagi temen gue anak Palembang mengeluh betapa susahnya pelajaran yang dia ambil.
Kata dia, mendingan dia balik ke Palembang jualan pempek di pinggir jalan.
Eits... Jangan salah! Itu yang jualan pempek pinggir jalan kaya lho!
Terus tiap tahun jalan keluar negeri gitu!


Dan kemudian, beberapa saat yang lalu gue juga mulai gundah galau gulana.
Tepat ketika gue lagi mempelajari Model Solow-Swan mengenai pertumbuhan ekonomi eksogen atau neoclassical (Kesel banget gue sama orang yang sok susah gitu ngasih nama teori!?)
Das!!!! Gue ga ngerti apa-apa...
Gue coba pelototin PowerPoint slide dosen gue selama 10 menit.... Tetep gabisa
Gue coba istirahat 15 menit main PlayStation abis itu baca lagi... Tetep gabisa
Gue mulai ritual kayang ala babirusa gue dan baca dengan kepala terbalik... Tetep gabisa
Dan akhirnya, gue coba sholat Isya terlebih dahulu sebelum belajar lagi....... Alhamdulillah, Allah memberikan firman kepada gue untuk stop belajar pada malam hari ini

Itulah saatnya gue mulai refleksi kehidupan gue lagi...
Kenapa sih gue dan teman-teman gue kesel banget dengan yang namanya kuliah?
Padahal kita juga udah terlanjur masuk gitu lho...

Dan setelah gue pikir-pikir, inilah yang terjadi dengan kebanyakan remaja jaman sekarang.
Percaya atau tidak, disadari atau engga, walaupun cuma sekali, pasti kalian pernah merasa menyesal udah mengambil jalan hidup kalian yang sekarang ini
Bukan cuma kalian yang mahasiswa, kalian yang masuk Sekolah Tinggi, Akademi, kalian yang ikut pelatihan atau semacamnya
Percaya deh, temen gue yang di Akademi Kepolisian aja pernah curhat kalo dia juga gamau di Akademi Kepolisian!
Ada semacam fenomena dimana kita selalu berkata pada diri kita sendiri "I didn't sign up for this shit!"


Jangan salah kapra lho, gue juga cukup bangga kepada kalian yang ga pernah merasakannya dan berfikir bahwa tempat kalian berada saat ini adalah tempat terbaik yang bisa kalian dapatkan.

Tapi, beberapa dari kita tidak seberuntung kalian lho!
Entah mungkin diantara kita dipaksa oleh orang tua untuk masuk sebuah bidang khusus
Mungkin ada yang merasa salah pilih jurusan
Atau mungkin ada yang merasa pendidikan tinggi itu cuma semacam formalitas untuk 'survive' di abad ini

Sebenernya, gue pengen ngomongin soal sistem kapitalisme dunia ini
Tapi, gue tahu gue ga sepinter itu untuk membahas kapitalisme
Dan otak kalian mungkin juga ga akan nyampe kalo gue ngomongin kapitalisme
*dirajam*

Anyway, gue yakin banyak diantara kita yang memiliki keahlian khusus selain yang mereka ajarkan di pendidikan tinggi.
Mungkin dari kalian ada yang jago menggambar
Ada yang jago melukis
Ada yang jago main gitar
Ada yang jago main teater
Ada yang jago bikin film
Ada yang paling jago main bola sekampung
Ada yang paling jago main Beyblade sekomplek
Ada yang jago bikin pantun buat nikahan betawi
Ada yang jago santet kanuraga Wonogiri
Ada yang jago push up dua jari sambil main saxophone dalem kolam renang

Gue aja deh contohnya...
Selain jago ngambil remote TV dari meja pake kaki, gue juga (merasa) jago menulis dan berkreasi!
Buktinya gue ngejalanin dua blog dan lagi bikin tiga buah novel
Which ketiga-tiganya belom ada yang jadi.................

Tapi, ya kembali lagi ke kapitalisme
Mohon maaf banget nih bagi yang ga ngerti

Di dunia yang seperti ini, terkadang talenta kita itu sering ga dihargai
Bukan nggak dihargai sih lebih tepatnya
Tapi, tidak ada tempatnya
Mana ada seorang penulis bisa lebih kaya daripada seorang businessman
Mana ada seorang tukang santet lebih kaya daripada tukang ngebor minyak




Gue yakin pasti banyak deh dari kalian yang mikir untuk drop out atau keluar dari institusi kalian sekarang ini!
Gue yakin banyak dari kalian yang nggak ngerti lagi apa yang harus kalian lakukan dengan hidup kalian di masa depan!
Don't worry! It's all normal!
Gue juga pernah gitu kok! Tapi, setelah gue curhat dengan guling kesayangan gue, gue merasa baikan dan termotivasi lho! (Jangan ditiru!)

Apapun yang kalian pikirkan! Please, jangan drop out!
Ingat! Sejelek apapun nilai kalian, masih ada yang lebih jelek! #motivasimahasiswa
Kuliah adalah salah satu hal yang paling krusial dalam hidup kalian!

Kalian boleh benci sistem berjalannya dunia ini, tapi kalian nggak bisa mengubahnya!
Setidaknya kalo kalian lulus, walaupun susah payah, hasilnya berimbang dengan usaha kalian!
Kalian dapet sebuah gelar dan setidaknya hidup kalian terjamin dengan sertifikasi kalian!
Kalo in the end kalian tetep mau jadi tukang santet terus gagal...
Setidaknya masih bisa kerja jadi kasir Indomaret!

Think of it as a karma! Dengan susah payah kuliah, pasti Tuhan akan membalas segalah jerih payah kalian dengan sebuah imbalan yang setimpal.
Kalian nggak akan tahu masa depan kalian bagaimana, setidaknya kalian masih merasa aman dengan hal-hal yang kalian lakukan di masa lalu

Dan selalu tanamkan dalam diri kalian bahwa segala effort yang telah kalian lakukan selama ini bakal ilang begitu aja! Semua uang, waktu dan upaya kalian buang begitu saja! Cuma buat memuaskan batin kalian yang egois? Belum tentu dengan drop out, kalian bisa hidup sesuka hati lho...


Kalo misal pada akhirnya kalian tidak terselamatkan, please coba kuliah lagi sesuai dengan passion kalian.
Mungkin dunia kalian akan lebih baik!

Gue juga nggak bisa bilang kalo drop out itu sepenuhnya jelek
Nggak semua orang cocok dengan kehidupan pendidikan tinggi kok!
Tapi, kalo akhirnya kalian jadi drop out, jangan jadikan itu sebagai alasan untuk menghancurkan hidup kalian sendiri.
Terkadang kita memang perlu berhenti sejenak, travel to a lot of places, melihat dunia, introspeksi lagi bagian mana dari diri kita yang salah, dan melakukan sesuatu yang kita suka


Hidup itu emang nggak selamanya enak, terkadang kita harus mengorbankan sesuatu untuk mencapai sesuatu. Ada keseimbangan. Yin dan Yang.
Kalo nggak usaha, duit nanti darimana? Kalo nggak ada duit, cinta nanti darimana? Kalo nggak ada cinta, bahagia nanti darimana? Kalo nggak ada bahagia, hidup nanti darimana?

Inget ini ya!
Kata temen kamar gue waktu di SMA:
Hidup itu seperti roda; kadang diatas, kadang dibawah.
Tapi, bentuk rodanya berbeda-beda tergantung orangnya masing-masing
Ada yang bentuknya lingkaran, segitiga, bahkan ada yang jajar genjang



Time Flies. People Come and Go. Places Change.

WAH! Udah lama aja gue ga nge-post lagi!
Gue lagi menikmati kehidupan banget nih! Dan gue pengen cerita tentang hidup gue yang mungkin bisa menginspirasi kalian semua yang lagi mengalami krisis di umur pra-20.

Banyak banget deh temen-temen gue yang bilang...
Gue ga ngerasa seneng dengan kehidupan gue sekarang.
Gue bosen deh kuliah.
Gue gatau harus melakukan apa dalam hidup gue.

Emang sih, hidup terkadang terasa membosankan ketika setiap hari lo melakukan hal yang sama, ketemu orang yang sama dan berada di tempat yang sama.
Sama aja kaya gue, bangun, makan, kuliah, kayang bentar di kantin, olag raga, maen ps, jagain lilin babi ngepet, nugas, maen jelangkung, tidur...
Tiap hari kayak gitu, muak aja tau ga!

Tapi kemudian gue pindah ke sebuah kos-kosan di jantung kota Melbourne. Dan disinilah gue mulai menghargai kehidupan gue yang ternyata ga biasa-biasa aja. Kalo tiap malem maen jelangkung tuh biasa ga?


Ini tepat di depan rumah gue. Sering ada yang bersemedi.


Di rumah baru inilah, gue tinggal sama dua orang yang bisa gue bilang sangat mempengaruhi hidup gue tepat sebelum umur gue berubah 20 tahun. Gue langsung aja ya mulai pemikiran gue saat ini...

Btw, sebelum kalian lanjut, ada baiknya kalian dengerin lagu yang lagi gue dengerin ketika nulis postingan ini. Dua lagu yang lagi gue suka banget saat ini. Yang pertama adalah lagunya Blood Diamond, judulnya Ritual. Yang kedua adalah lagunya Toshiki Kadomatsu yang judulnya Crescent Adventure. Kedua lagu bisa dicari di YouTube. Kalo kalian ga suka, gapapa kok. Gue cuma memberi saran aja.



OKE! MARI KITA MULAI!

Inget ga sih dulu jaman kita TK? Entah beberapa abad yang silam, jaman muka gue masih putih, bersih, cemerlang kaya pangeran turun dari kuda kepala duluan...

Tiap hari gue cuma modal seragam sama tas isi box crayon merk Crayola. Rambut disisir rapih kesamping kaya Leonardo DiCaprio pas maen Titanic. Kerjaannya kalo sampe sekolah tuh duduk manis terus baca doa masuk kelas.

Semenit kemudian pasti ada nyanyi-nyanyi barang 5 menit, entah lagu apa tergantung mood bu guru atau anak paling jagoan di kelas. Terus tiba-tiba udah mulai nulis "INI BUDI", "INI IBU BUDI" atau "IBU BUDI SUKA MAKAN BIJI".

Hal berikutnya adalah menggambar bebas. Walaupun bebas, tetep aja gambarnya dua gunung, ada jalan ditengah, sawah di kanan sama rumah, laut di kiri sama kapal, ada burung di langit tapi bentuknya kaya angka 3 tiduran sama matahari yang lagi senyum.

Tiap tahun pasti ada acara pentas seni, lomba menggambar atau ke sekolah pake baju profesi bapak masing-masing. Kalo bapaknya polisi, anaknya pake seragam cokelat. Kalo bapaknya dokter, anaknya pake jubah putih bawa stetoskop kemana-mana. Kalo bapaknya budak, anaknya telanjang dada sambil pake celana robek-robek warna item sambil dirantai lehernya. Kalo bapaknya dukun, anaknya berubah jadi babi ngepet.

Yang paling kasian kalo bapaknya tukang sedot WC....


Makin tua, sebenarnya kita dihadapkan dengan rutinitas yang sama setiap harinya. Selalu bangun pagi, sekolah dan belajar malemnya. Beberapa diantara kita merasa malas bahkan sejak kecil. Beberapa diantara kita merasa malas ketika kita tumbuh dewasa.

Tapi, sedikit dari kita yang sadar, bahwa di setiap hari-hari "biasa" kita, terdapat banyak hal yang luar biasa.
Seiring kita dewasa, kita telah berkenalan dengan ribuan bahkan mungkin jutaan orang.

Inget ga waktu lo ketemu sahabat baik lo? Apakah itu hari yang luar biasa? Mungkin cuma sekedar duduk bareng dikelas, membicarakan materi yang sama, tapi lihat kalian beberapa tahun kemudian!

Inget cewek cantik yang lo ajak kenalan di kedai kopi waktu lo pulang sekolah? Atau cowok ganteng yang lo stalk di Facebook dan akhirnya kalian ketemu?

Masih inget guru TK lo yang bantuin lo bedain cara nulis huruf E sama huruf F? Masih inget karyawan atau satpam sekolah yang selalu ngobrol sama lo ketika lo belom dijemput? Atau tukang ojek langganan lo waktu dulu? Tukang jualan siomay di depan sekolah? Anak paling jago maen bola sekomplek? Pawang genderuwo depan rumah?

Dan setiap pertemuan, walau sederhana, menyimpan banyak keunikan. Yang kalo lo inget-inget lagi, lo bakal bilang "Oh iya ya. Waktu itu kan...."

Dua orang yang sampe saat ini gue inget (dan mungkin akan gue ceritakan tentang mereka di sebuah post berikutnya) adalah bapak-bapak tua bersepeda yang menyelamatkan gue pas banjir dan bapak tukang jual kue yang tersesat di Jakarta. Mereka mungkin pertemuan biasa yang cukup luar biasa kalo gue inget-inget.


Setiap waktu Tuhan akan mengirim seseorang yang baru kedalam hidup lo, memberikan lo sebuah petualangan dan warna baru kedalam memori lo dan membuat lo nyaman ketika berada dengan mereka. Dan ketika waktunya tiba, orang tersebut akan pergi dan menjadi seperti orang-orang biasa lainnya yang pernah lo temui dalam hidup lo.



Seiring kita tumbuh, kita juga akan merasakan nikmatnya berpindah-pindah tempat. Kalian yang cuma merasakan pindah dari rumah lama kerumah baru walaupun tetep satu komplek. Atau yang pindah ke daerah lain, kota lain bahkan negara lain. Bahkan mungkin yang cuma traveling ke beberapa tempat, pasti ada hal baru yang kalian hadapi.

Setiap kita pindah tempat, pasti selalu ada memori yang kita kenang. Banyak kan yang suka cerita dengan awalan "Dulu waktu gue tinggal di..." atau mungkin "Dulu waktu gue ke..."

Gue merasakan banget rasanya pindah tempat, ketemu orang baru, atmosfer baru, kehidupan baru. Dulu gue cuma anak Jakarta nakal yang suka maen coret tembok rumah orang pake pilox. Kemudian gue berubah jadi anak militer yang sekolah di asrama. Dan sekarang jadi mahasiswa yang menikmati hidupnya di jantung kota Melbourne.

Mungkin kalian juga inget, tempat makan paling deket cuma dipengkolan deket rumah. Atau jalan tikus paling cepet buat dilalui kalo mau kesekolah. Memori-memori indah yang mungkin agak biasa ketika kita jalani, tapi sebenernya cukup luar biasa.




So, next time kalian berpikir kalian bosan dengan kehidupan kalian yang "biasa-biasa" aja. Coba deh kalian inget-inget lagi setiap hal kecil yang pernah kalian lalui di hari biasa kalian. Entah yang kemaren terjadi, bulan lalu, tahun lalu, bahkan ketika kalian masih kecil. 

Coba deh kalian sapa-sapa lagi orang-orang yang pernah mewarnai hidup kalian sesedikit apapun. Dan tempat-tempat yang pernah kalian jelajahi. 

Ketika kalian merasa bosan dengan hidup kalian, gue mau kalian santai aja dan jalani sebagaimana kalian mau. Pikirkan petualangan apa yang akan menanti kalian besok? Orang baru macam apa yang akan kalian temui? Dan tempat baru mana yang akan kalian kunjungi? Hidup penuh kejutan, dan beberapa kejutan adalah permulaan dari sesuatu yang besar!







Note: Posting ini gue dedikasikan untuk kedua housemate gue yang telah menunjukkan gue sebuah pengalaman baru dalam hidup gue. Segala ajaran-ajaran kalian yang agak nyeleneh, tapi begitu berharga. Semua obrolan di meja makan. Semua musik yang pernah dimainkan. Semua masakan yang begitu menggiurkan. Dan semua orang yang pernah menginjakkan kaki di rumah kita. Terima kasih untuk petualangannya dan semoga kita bisa berbagi lagi dalam sebuah perjalanan baru di waktu yang akan datang.

A fresh start!

Ngahahahahahahahaha!
Pasti lo semua udah ga sabar mendengar cerita gue dari negeri dongeng!
Ini gue nulis pake iPad dan ini aneh banget! Udah 3 minggu gue utak atik atas bawah kiri kanan nyari tombol CTRL kaga ketemu-ketemu!
Kan kalo mau ngopi susah kalo ga pencet CTRL+C, tiap hari kalo mau ngopi teks pasti gue salin di kertas dulu atau gue apalin! Susah woy!





Eniwai, balik ke cerita!
Yah, jadi kan gue kuliah di kampung halaman gue nih...
*dibakarmasa*
Seriusan! Australi tuh kampung gue! Liat nih kulit gue putih tua gini macam kangguru bakar!
*dipenggal*
Iya ampun! Nggghhhh...


Oke, gue mau cerita!

Ini adalah Melbourne, terletak di negara bagian Victoria yang ada di selatan Australia.
Bagi yang gatau Australia itu dimana, coba cari di Jazirah Arab, terletak di antara Iran dan Pakistan
Nah, inilah Melbourne...






Di gambar kedua itu adalah Eureka Tower, gedung tertinggi di belahan bumi bagian selatan.
Di gambar ketiga itu adalah Yarra River, sungai utama di Melbourne.
Bersih ya? Coba kita bandingkan dengan sungai utama di Jakarta, sungai Ciliwung!




*matikeracunan*
Ngahahahaha!
Lo mau buang mayat kesitu juga ga ada yang tau deh!


Setelah 3 minggu disini, banyak perbedaan yang gue rasakan antara Australi dan Indonesia, tepatnya Melbourne dengan Jakarta dan Magelang.
Cuaca di Melbourne itu seperti Magelang di pagi hari tapi jauh sekali sama Jakarta di pagi hari.
Cuma tempratur di Melbourne ga ngasih janji palsu kaya Magelang, kalo Magelang kan paginya sedingin kulkas, siangnya gurun sahara!
Kalo di Melbourne pagi, siang, malem tetep aja dingin sedingin kutub!


Melbourne itu juga sangat multi rasial!
Ada orang bule asli, aborigin, cina, india, melayu, afrika, latin, arab, eropa dan tentu saja banyak orang jawa! Tapi yang gue salut, orang padang sudah menguasai tempat ini dengan berdirinya rumah makan padang sederhana!
Ngahaha! Rumah makan padang emang mendunia ya!

Kota ini juga tertata sangat rapi dan bersih, walaupun agak lebih kecil dari Jakarta, tapi besar city nya segede downtown Magelang.
Biasalah, downtown Magelang kan emang pusat peradaban manusia!

Lalu gimana dengan kuliah gue?
So far, so good!
Tau ga? Semangat belajar gue disini meningkat jadi 250%!!!
Ngahaha! Gue jadi paling pinter dikelas!
Lo pasti semua berkata, "Kalo Cebe paling pinter, yang lain simpanze semua kali ya?"
Kampret beranak kupret! *asahkepalantangan*




Ohiya, temen-temen gue juga makin beragam!
Kalo dulu di SMA dari seluruh Indonesia, kali ini dari seluruh Afrika!
Yap! Sahabat gue orang Ghana, kulit kami serupa tapi tak sama!



Gue dan Kevin Prince Boateng ga jauh-jauh amat lah ya!


Engga! Temen gue sekarang dari beberapa penjuru mata angin di dunia!
Ada bule ganteng dari Kazakhstan, anak ahli nuklir Fukushima dari Jepang, ada jagoan capoeira dari Macau, ada cewek dari Inggris dan berbagai tempat lainnya!
Cuma, hingga sekarang gue belum menemukan wanita Korea!!! Hoah!


Yap!
Segitu dulu awal kisah gue mengembara mencari cinta di negeri orang!
Alkisah, mama berkata "Kamu pulang bawa gelar! Jangan bawa anak!"
Ahahay! Ampun mama!


University of Melbourne

Ehehehe....
Sori ya kaga ada puisi-puisi gombal malem ini
Gue lagi kena kanker payudara
-____-


Anyway, udah agak lama kayaknya gue kaga ngelucu lagi yah!
Oh ya! Udah pada tau kan gue gagal masuk Akademi Kepolisian?

"Bodo amat! Emang gue istri lo!"
Nyeh! Tetangga sebelah nyahut aje nih!
CABUT NIH BULU KETEK LO!!!



Yap, jadi gitu deh. Gue kaga masuk. Gue gagal. Gue nangis. Gue pengen bunuh diri. Gue minum baygon.
Gue gajadi mati. Gue sakit perut. Gue melahirkan...... ANAK SIAPA KAMU!!!???

Lazimnya di asrama, apalagi kalo bareng 30 cowok dalem satu asrama...




NGAHAHAHAHAHAHA!

Oke lupakan lah hal itu, apalagi buat kalian yang dibawah 18 tahun!


Setelah gagal AKPOL, gue memutuskan untuk move on!
Maka gue ganti sarung guling gue dari Ayu Ting Ting menjadi Syahrini sebagai langkah awal gue untuk move on!
Ayu Ting Ting, aku tau kamu pasti kecewa. Tapi... ini alamat palsu...
*dibakar*


Terus kan gue daftar buat University of Melbourne tuh, biar bisa kembali ke kampung halaman.
Gue lengkapin persyaratan gue.
Salah satunya adalah nilai rata-rata rapot kelas 3 harus 8.
Waduuuuuh, alamat kaga masuk deh gue!
Gue di sekolah udah kayak ikan kehabisan air! Hidup segan, mati tak mau!
Tiap masuk kelas liatin guru 10 menit langsung tiba-tiba kesadaran gue ilang...



Ahahahaha! Itu jaman gue masih mimpiin SNSD!


Kemudian, gue menghubungi pihak sekolah buat minta rapot kelas 3 semester 6.
Pas udah ditangan gue, gue liat tuh 6 mata pelajaran penting buat daftar.
Bahasa Indonesia... 84
Bahasa Inggris... 98 (maklumlah, orang Australi)
Matematika... 79
Kimia... 77
Fisika... 82
Bio..... Bentar deh, Fisika gue tadi berapa? *lirikatas*
Oh, 82.............



DELAPAN PULUH DUA!!!???
DEMI DEWA KUDA LAUT! DELAPAN PULUH DUA!!!







SUMPAH CUUUYYY!!! DELAPAN PULUH DUAAA!!!
ILMU HITAM MACAM APA INI!!!


Hahahaha!!!
Gue bersyukur banget dah sama Yang Diatas!
Dengan riang gembira kan bisa gue cantumin nilai rapot gue!
Ngahahaha!

Lalu, gue tes Bahasa Inggris yang cukup Advanced menurut gue...
Entahlah gue masuk apa enggak, gue ngerjain juga asal selesai soalnya gue mau nonton MIB III



Dan tadi siang, orang yang ngurusin itu semua nelpon gue disaat keadaan gue masih bergelut dengan selimut pada jam 11 siang dan dia mengatakan bahwa gue DITERIMA!!!
JANGGUT NEPTUNUS!!!
BULU KETEK URANUS!!!
DAKI JEMPOL PLUTO!!!
GUE MASUUUUUUKKKKK!!!!

Yap, which means gue harus masuk College dulu karena University of Melbourne adalah universitas nomer 1 di Australia dan nomer 37 di dunia, jadi gue harus college selama 8 bulan baru menyelesaikan kuliah gue dalam 3 tahun!



Doakan gue yah! Gue janji akan tetap ngepost dari MELBOURNE, AUSTRALIA!


Btw, kalo mau janjian buat ketemu, cepetan!
Kemungkinan tanggal 24 Juni gue udah kesana!
Ya barangkali aja ada yang mau memberi ciuman perpisahan?
Ngahahahaha!