Second song immediately!

Setelah melihat banyaknya peminat yang download lagu gue.
Nyehehehe...
Gue langsung menelurkan sebuah lagu lagi!

Tolong di komen ya! Jangan di download doang!
Apa lo semua mati mendadak abis denger suara gue?
Hehehe...

Anyway, sorry kalo suara serak-serak banjir gue ga berkenan masuk ke telinga anda
Tapi mari dinikmati disini!



Lagu ini gue cover dari salah satu penyanyi Jepang favorit gue, si Utada Hikaru
Tapi, karena kalo gue nyanyi pake bahasa Jepang suara gue kaya bunglon baru sunat
Gue cover yang versi Inggris-nya, biar pada paham juga pendengarnya

However, karena gue bikinnya dalam 3 hari, gue mohon maaf sebesar-besarnya karena kualitas musiknya tingkat anak idiot playgroup...
Gue juga agak benci dengan vokal gue di bagian pertama, tapi gue kasih banyak kejutan di bagian belakang!

Jadi inget First Love gue jaman masih TK dulu, sama si Tiara.
Kalo mau cerita first love gue, langsung aja klik dibawah ini!
Enjoy listening while reading the story!

Baca yang ini dulu ya, guys! --> Up in the night with the watchmen
Abis itu baru baca yang ini! --> God! It is really do exist!

New song at last!

Beberapa fans gue udah mulai bertanya-tanya
"Cebe, lo kok bikin lagu doang, nggak pernah nyanyi?"
Dan gue menjawab,
"Lo langsung dosa besar kalo denger gue nyanyi..."

Tapi, fans-fans gue ternyata rela masuk neraka demi mendengar suara gue yang bak kutukan Dewa Neptunus...
Yah, akhirnya gue memilih salah satu lagu kesayangan gue
The Calling - Wherever You Will Go

Dengan modal iPad gratis dan GarageBand, tanpa pengetahuan musik sama sekali
Gue pencet-pencet tombol manapun
Maaf ya, kalo lagunya jadi mirip Hymne Ice Cream Walls

Penasaran?
Langsung denger dibawah ini!




Nyehehehe...
Kalo kuping lo porak-poranda, gue nggak tanggung jawab yeh!
Enjoy!

Sydney oh Sydney

Dari semua liburan yang pernah gue alami, Sydney 2012 adalah salah satu yang paling gokil seabad!
Dan perjalanan gue ga lengkap kalo ga masuk blog ini!


Sebelum gue mulai cerita, gue akan memperkenalkan pria bermuka kadal aborsi yang menemani perjalanan gue kesana




Namanya Glen, si playboy ternama perempatan New Jersey
Lo pasti bertanya-tanya kenapa dia kayang?
"Gue bisa melihat dunia lebih baik ketika gue kayang..."

Glen ini lahir di dunia yang keras di suatu pedalaman Kenya
Ketika umurnya 12, dia diekspor ke Irlandia
Ketika umurnya 14, dia kabur dan merantau ke Amerika
Dan ketika umurnya 16, setengah kota New Jersey berlutut di hadapannya
Karena masalah finansial, pada umur 18 dia di deportasi dan menjadi imigran Australia


Oke, kembali ke cerita!
Semua berawal ketika semester break di penghujung bulan September
Gue dan Glen luntang-lantung bak anak kuda nil kehilangan bokapnya

Kemudian entah ide darimana, Glen langsung berkata
"Besok ke Sydney yok!"
Dengan muka bego ingusan dan nggak mikir apa-apa gue jawab
"Oke"

Malamnya, Glen udah pesen tiket bus buat pergi ke Sydney
Tanpa memperhatikan duit yang tersisa di bank, gue ikut aja
Keesokan malam, kita naik bus dari Melbourne dengan membawa peralatan sederhana:
Sarung, rantang nasi, tenda, kayu bakar, panah dan pisau

Gue nggak peduli lo mau model celana dalem merk Victoria Secret, GT Man atau Gajah Duduk
Kalo lo duduk 12 jam di bus, pantat lo pasti rata!
Gue nggak bisa tidur hingga jam 3 pagi!
Ditengah insomnia yang menggangu, gue pun pasang earphone dan memasang lagu.
Sambil melihat taburan bintang di langit lewat jendela, gue merasa 3G (galau gundah gulana)
Entah kenapa, playlist iTunes berhasil membaca pikiran gue dan memainkan lagu Apalah Arti Menunggu yang dinyanyiin Raisa 
Gue meleleh...




Pagi tepat jam 7, kita mendarat di Sydney.
"Terus sekarang ngapaian?" Tanya gue
"Bikin tenda!" Jawab glen polos.
"Oke, gue berburu babi!" 
Tapi, karena kita diusir sama satpam Sydney, kita terpaksa harus cari hotel.

Kita ketemu sebuah motel buat backpackers di downtown Sydney
Motel yang cukup murah bernama Maze Backpackers




Setelah check in dan meletakkan barang-barang
Kita langsung keluar.
Tujuan pertama: kemanapun kaki melangkah!
"Kita mau kemana?" Glen nanya gue
"Gatau. Opera house aja gimana?" Gue bilang
"Yaudah, jalannya kemana?"
"Kesana!" Sambil menunjuk kearah random layaknya Nabi Musa menggiring umatnya




Setelah berjalan puluhan blok kearah random, kita nggak nyampe-nyampe.
"Kok ga nyampe-nyampe deh?" Kata Glen.
"Tenang aja, gue bisa nyium bau laut!" Jawab gue

Setelah perjalanan panjang dan melelahkan, akhirnya kita melihatnya!
Sydney Opera House!
Muka gue ganteng kaya Colombus pas nemuin Amerika!



Setelah puas foto-foto seperti layaknya turis yang lain, kita jalan mendekatinya
"Kok butek deh atapnya?"
"Udah tua."
"Mirip keong mas ya?"
"Pengennya sih bikin keong, tapi arsiteknya salah pasang atap."
"Bentuknya jadi kaya armadilo ganti kulit."

Seiring mengikuti kaki melangkah, tanpa sadar kita udah di Royal Botanical Garden
Gue nemu bunga Wisteria yang wanginya bikin gue masuk surga
Dan gue nemu rumput paling nikmat sedunia!
Entah rumput apa itu namanya, yang jelas ketika gue menyentuhnya, rasanya kaya karpet Aladin!
Terus kalo lo cium! Wanginya semerbak ketek bidadari!
Ntar kalo gue punya rumah, rumputnya gue tanam di ruang keluarga, hemat biaya sedot karpet!






Itu gue lagi ganteng di taman Sakura
Kata tante gue mirip Sylvester Stallone pada masa jayanya

Sore hari telah menjelang, saatnya untuk pulang.
Karena kita nggak tau jalan pulang, peta nggak ada dan hape pun mati, kita putuskan untuk beristirahat sejenak di State Library.
Sambil nge-charge hape, gue dan Glen mencari kayu bakar buat api unggun nanti malem.
Setelah baterai terisi 10%, kita langsung buka GPS dan mencari hotel tempat kita menginap sambil bawa kayu bakar dan babi hutan yang udah kita panah

Sampailah kita di hotel, tapi karena alasan keamanan, kayu bakar dan babi hutan harus dibuang.
Gue dan Glen langsung masuk kamar 4x3 dan tidur siang.
Malem jam 7, kita dibangunkan dengan keributan.
Kita langsung otw ruang makan.

Perlu diketahui ya teman-teman, hotel backpackers itu biasanya diisi sama anak-anak muda ga punya duit
Dan mereka biasanya udah sering traveling ke berbagai macam negara

Singkat cerita, gue udah diruang makan.
Orang-orang udah pada antri karena ada makan malam gratis!!!
Lauk malam itu adalah kari ayam. Setelah ngantri dua abad lamanya, gue dan glen langsung duduk di salah satu meja.
Ada bule ganteng duduk disebelah gue, insting homo gue jalan.
Tapi, glen nyambet duluan "Hey, mate." (Pake logat Jogja-Australi) "You alone?"
Naluri playboy Glen jalan. 
Jangan sangka ya, ga hanya cewek yang bertekuk lutut sama Glen! Kambing transgender pun klepek-klepek!

Singkat cerita, kita ngobrol threesome. Maksudnya ngobrol bertiga!
Pria ini namanya Peter De Graaf, dia asli Belanda dan udah di Australia sekitar 6 bulan
Dia punya pacar orang Indonesia, tepatnya orang Malang!
Karena dia pikir banyak wanita yang akan tergoda hatinya bila melihat wajah Peter, gue putuskan untuk tidak meletakkan foto Peter disini.

Setelah puas dapet makan gratis, Peter ngajak kita ke sebuah bar kecil di tengah kota.
Peter cerita macem-macem soal backpacking
Katanya, dia lagi kehabisan duit dan hanya ngandalin makan gratis di hotel berbeda.
Dia mau cari kerja biar bisa ngumpulin duit dan mungkin balik lagi ke Indonesia

Katanya, hidup nomaden (arti=berpindah-pindah. makanya sekolah!) itu nikmat!
Lo nggak usah peruli tentang apapun, lo bisa menjelajahi dunia tanpa takut!
Kalo kehabisan duit ya tinggal kerja kasar.
Kalo udah punya duit ya langsung pergi-pergi lagi.
Gue pengen banget hidup kaya Peter! 
Cuma ntar gue dicari sama bokap gue terus dicambukin!




Noh kalo cambuknya berapi-api kaya gitu makin gosong kan gue?

Anyway, keesokan harinya, kita nggak punya sebuah tujuan yang tepat.
Gue dan Glen jalan aja ngikutin arah angin.
Tiba-tiba kita nemu sebuah bangunan



"Bangunan apaan tuh, Glen?"
"Kayaknya semacam tempat buat nyembah brokoli deh."

Setelah kita masuk, gue menemukan berhala



Ternyata, tempat yang kita sangka sebagai gereja Satanik ini sebenarnya adalah ANZAC (Australia and New Zealand Army Corps) Memorial.
Sebuah situs peringatan untuk para prajurit yang gugur dalam Perang Dunia I
Di kubahnya terdapat sekitar 120.000 bintang perak yang melambangkan jiwa para prajurit
Sebagai pria yang baik, gue mengucapkan doa agar arwah mereka beristirahat dengan tenang. Amin.

Kemudian, kita berjalan menuju Sydney Museum yang terletak disamping ANZAC Memorial.
Inilah beberapa hal yang kita temukan disana!




Gue dan Glen pertama kali mengira bahwa benda ini adalah meteor emas dari planetnya Superman!
Tapi ternyata bukan!
Ini adalah hasil tambang berupa emas hampir murni seberat 168 kilogram!
Nyeh!
Yahud banget kalo dipasang di cincin istri!





Ini adalah kumpulan batu mulia dari mulai emas, perak, berlian, platinum, amethyst, ruby, sapphire, topaz, garnet dan lain-lain!
Entah kenapa ada yang iseng masukin batu kali disitu!
Kalo gue bawa nyokap gue kesini, kacanya udah pecah dan isinya udah abis!





Lo takut nggak sih? Ada buaya bisa berdiri dengan tinggi 5 meter?
Sumpah ye, kalo Jurrasic Park beneran nyata, gue kuliah bawa granat sekarung!






Ini lebih ngeri lagi! 
Kalo gue nemu binatang kaya gitu di kamar gue, gue pasang ranjau disamping tempat tidur gue!
Lo bayangin dong! Itu laba-laba gedenya semuka badak!
Kalo hinggap di tubuh gue, gue bunuh diri...





Ini pose gue memegang tengkorak leluhur gue.
Gue jadi terinspirasi. Seitem apapun kulit gue, tulang gue tetap putih!

Kita pun meninggalkan museum dan mampir sebentar ke sebuah katerdal.
Glen pengen pengakuan dosa dan gue mau mengamati karya seni roman mozaik yang ada di tembok gereja.

Setelah puas, kami menuju ke taman kota.
Gue melihat betapa beragamnya orang-orang di dunia.
Ada sekumpulan remaja ababil pake kostum penyihir sambil naik sapu ijuk.
Ada sekumpulan remaja Asia lagi goyang Gangnam
Ada bapak yang marahin anaknya soalnya dia dapet nilai jelek
Ada pasangan berbahagia lagi foto pre-wedding
Ada pengamen cilik dengan biolanya semangat memainkan lagu-lagu Disney
Ada Glen yang mencoba menggoda bule-bule yang berkeliaran
Dan tentu saja ada gue yang mencoba menjinakkan burung-burung





Malam harinya kita balik ke Melbourne
Dan tentu saja pantat gue tetap rata...

Inti dari perjalanan ini? Dunia itu adalah sebuah tempat yang beragam, kalo kalian bosen dengan hidup kalian, langsung aja pergi ke suatu tempat yang nggak pernah kalian kunjungin!
Nggak usah takut dengan masalah uang, penginapan dan transportasi.
Hati dan kaki kalian akan menjadi sebuah peta bagi kalian sendiri!

Tapi, ijin dulu sama nyokap!



That Mystical Place Called Elevator

Dalam gelap aku menyapa
Pada dewa-dewa langit malam
Kepadanya aku bercerita
Tentang seorang makhluk fana

Matanya nilakandi
Menyalak pada gulita
Bermahkota sutra hitam
Berkilau menggapai pinggang

Kulitnya pualam
Tanpa gurat tanpa cacat
Bertubuh dewata
Berselimut keanggunan

Padanya aku memuja
Memunajatkan kata cinta
Cinta tiada tara
Cinta tiada balas

Ah, apa daya
Bila ia tak menerima
Menyesal biarlah ia
Suatu hari aku akan kaya





Nyenyenye...
Sebuah pertanyaan klasik, kalo kepiting sama undur-undur kawin, anaknya jalan kemana?
a. diagonal ke kanan
b. diagonal ke kiri
c. diagonal ke atas
d. kayang sambil diagonal ke arah matahari


Anyway, gausah dipikirin!


Gue pengen cerita, tentang kejadian di lift yang beberapa kali membuat gue ketagihan naik turun lift!
Yap! Salah satunya adalah cewek cantik yang membuat gue selalu bangun satu jam lebih pagi buat turun bareng dia di pagi hari!
Tapi, hubungan kita sebatas teman naik lift...
Paling cuma nyapa hai doang terus udahan, gue terlalu takut untuk nanya nama...
Pas udah keluar lift, gue jalan bentar keluar apartemen dan pas dia udah agak jauh, gue balik lagi...
*belom sarapan*
(-____-)






Ada lagi kejadian berikutnya!
Waktu itu gue dandan ganteng banget sampe pas ngaca, gue ga yakin kalo itu gue!
Terus gue pake kemeja kotak-kotak merah item, memperingati kemenangan Jokowi...
Gue mengkolaborasikan parfum Burberry Summer gue dengan AXE Chocolate dan sentuhan Glade, pengharum ruangan! Baunya.... Hmmm... MENGGODA KAUM HOMOSEKSUAL!

Kemudian gue melangkah dengan percaya diri keluar apartemen gue.
Ketika masuk lift, seorang pria paruh baya udah berdiri di dalem lift gitu deh
Dia tiba-tiba bilang dalam Bahasa Inggris "Akhirnya datang juga..."
"KAMBING TRANSGENDER!!! LO SIAPA, KAMPRET???" kata gue dalam hati


Kemudian berlangsunglah percakapan dalam bahasa inggris yang kurang lebih seperti ini:

Dia : Kamu kok ganteng banget hari ini? Mau ada kencan ya?
Gue : (Kampret! Gatau jomblo!) Ehhh... Mau pemakaman sebenernya
Dia : Wah! Kok bajunya bagus banget?
Gue : Errr...
Dia : Jam kamu juga mewah banget keliatannya!
Gue : Ehehehe...
Dia : Ketawa aja sih! Lucu deh kamu!
Gue : ... (INI LIFT KENAPA LAMA BANGET!)
Dia : Beneran mau ke pemakaman?
Gue : Iya... Temen saya orang Kazakhstan, katanya kalo pemakaman harus pake baju warna-warni biar jiwa yang meninggal senang...
Dia : Aduh... Saya turut berduka cita yah! Tapi serius, kamu ganteng banget lho!
Gue : (Ya Allah, selamatkan hamba-Mu dari godaan setan yang terkutuk...)

Tiba-tiba pintu lift kebuka...

Gue : Maaf ya saya duluan
Dia : Eh tunggu! Saya bawa mobil! Mau saya anterin nggak?
Gue : Oh... Enggak usah! Makasih ya mister.
Dia : Serius! Daripada kamu naik trem
Gue : (Cari alesan! CARI ALESAN!) Wah, dompet saya ketinggalan! Saya ambil dulu yah!
Dia : Oke. Saya tunggu disini yah!

Sampe ke kamar, gue nggak keluar-keluar lagi...
Cuma jongkok di pojokan sambil baca doa...
Parfum gue mujarab emang banget buat kaum homoseksual!






Suatu hari lagi, gue lagi naik lift sama sepasang cowok dan cewek.
Cowoknya sih ganteng, tapi muka ceweknya mirip kaktus bakar!
Tiba-tiba, layaknya sebuah sinetron Korea, gedungnya mati lampu!
Otomatis liftnya berhenti gitu kan
Mampus! Gue terjebak sama pangeran dan kaktus ajaibnya!

Gue nengok kearah mereka...
Gue tersenyum, cowoknya senyum, kaktusnya makin absurd...




Terus gue sapa aja "Hi!"
Cowoknya bales "Hey!", kaktusnya bales "Hhhhrrrggggkkkkkksssshhhh..."
"Looks like we're trapped together, eh?" Kata gue
"OH MY GOD! I'M SOOO NOT TRAPPED HERE WITH YOU!!!" cewek muka kaktus itu bilang ketus...
Macam muka lo Kate Middleton gapapa deh lo ngomong gitu!
Gue buang muka aja, udah males...

"Honeeeyyyy!!! Aku takuuuuut!!!" kata ceweknya dalam bahasa ingrris.
"Santai aja sih." Jawab cowoknya sok berani, padahal gemeteran daritadi
"Kalian tau nggak? Lift itu ruangan tertutup dan hanya memiliki kapasitas udara untuk satu jam!" kata gue sok jenius
"ARE YOU SERIOUS??? OH MY GOOOODDDD!!! HONEY!!!" Si kaktus panik lagi...
"Kkkkaa... Kkkamm... Kkkamu tenang aja! Dia cuma bercanda kkk kkoook!" Kata cowoknya yang udah mulai gagap

Gue lanjutin aja, "Seriusan. Saya mahasiswa gelar ganda teknik mesin dan teknik kimia. Menurut saya, lift jenis L-1234 ini punya volume sekitar 10 meter kubik atau sekitar 10,000 liter. Dalam 1 liter udara, hanya ada 150 mililiter oksigen, berarti ada sekitar 1500 liter oksigen disini. Rata-rata manusia menghirup 8 liter oksigen setiap menit. Ada 3 orang disini, berarti kapasitas oksigen akan habis sekitar yahh... 1 jam 2 menit, kalau kita beruntung..."

"WAAAAAAAAAAAAA!!!!!!" Si muka kaktus histeris, si cowok megep-megep...
Nyehehehe... Mampus lo!!!


30 menit kedepan, mereka udah saling curhat kalo mereka mati setidaknya mereka akan mati bersama...
Betapa indahnya percakapan mereka...
Gue yang cemburu cuma bisa ngobrol sama tombol lift...
10 menit kemudian lampu kembali nyala dan lift jalan lagi
DAN MEREKA LOMPAT-LOMPAT GA JADI MATI!!!





Yah begitulah kejadian misteri di lift apartemen gue.
Walaupun banyak orang yang aneh, lift juga sangat membantu kehidupan gue: ga naik turun tangga 5 lantai!



Oh ya! Ini gue ada sebuah lagu lama bikinan gue sendiri yang dinyanyiin oleh temen gue Patrick Moningka sekitar 2 tahun lalu! Ceritanya ada di postingan 2 tahun lalu kalo lo mau baca!
Intinya, gue dan Patrick sama-sama sedih ga ada kekasih di malam minggu kelabu. Hahaha!

Maaf kalo kualitasnya jelek!
Itu direkamnya pas hujan dan kondisi asrama lagi ancur-ancurnya! Liriknya ada dibawah!
Selamat menikmati!




free player from mysplayer.com



Patrick Moningka - Gray Saturday Night

Clouds waving up above on the night sky
The rain might come wash the earth
This gray won't last forever and covers me up
If you are here tonight

Miss our days and memories
When were looking the sun
Then I know, Then I'm sure
You're the one in my life

reff 1
Come on, girl
Hold my hand
I'll take you to the world
You'll never see
Where the doves are flying high
Where the angels singing by
Where our love collide as one
On this Gray Saturday Night
reff 1


That color of your eyes brings back me home
That beauty of your smile makes me fall in love again
Your warmth and your strength run deep in my vein
I just want you to know

I'll be here singing lullaby
Waiting you almost forever
Then I know, Then I'm sure
You're the one in my life

reff 2
Let's go, girl
Hug me close
I'll take you to the place 
In your dreams
Where the nights are full of stars
Where the days are clear with sun
Where our love collide as one
On this Gray Saturday Night
reff 2


Please, oh girl
Take me to your fantasy
We'll play around on the garden
Under the trees of hopes and dreams
You and me together

back to reff 1 then reff 2