On Growing Up, Dreams and Reality

“And once the storm is over, you won’t remember how you made it through, how you managed to survive.
You won’t even be sure, whether the storm is really over. 
But one thing is certain. When you come out of the storm, you won’t be the same person who walked in.
That’s what this storm’s all about.”
Haruki Murakami


Hi, guys. It's me. Udah kelewat lama banget sih sejak terakhir kali gue nulis disini. And a lot has happened since then. Mungkin akan lebih baik kalo gue recap dulu kehidupan gue selama gue absen dari dunia aksara dan bahasa.

Tulisan terakhir gue di blog usang dan bau apek ini adalah dari tahun 2015. Damn, that was a long time ago. Di 2015, gue masih menjadi pemuda dengan sejuta angan, harapan juga impian. Ambisius. Naif. Percaya diri. Berkulit hitam legam. Bau ketek. Dan bopeng-bopeng di kaki bekas jatoh main bola di aspal.

Dan sekarang? Sekarang udah beda dong, beb.

Sekarang gue udah menjadi pria mapan dan rupawan. Masa depan cerah. Bijaksana. Santun. Tetap berkulit hitam legam. Bau ketek. Dan bopeng-bopeng di kaki bekas jatoh main cinta di hati orang. #ancur


Sometimes, I try to be funny. But, most of the time I fail.


A lot has passed. Gue lulus kuliah. Sempet kerja jadi tukang bersih-bersih gedung kantoran di kota Melbourne. Mulai hobi baru, seperti; pelihara burung, jailin temen sekantor, bongkar pasang AC kamar, koleksi jin dan masih banyak lagi. Gue juga mulai belajar main DJ dan menekuni dunia fotografi. I went partying too hard and had the hardest hangover money can buy. Makin banyak traveling. Makin kenal banyak orang. Baca lebih banyak buku. Find someone to love and let them goI also lost myself and finally found me back. Dan sekarang gue balik lagi ke kota kelahiran gue setelah lebih dari 7 tahun nggak pernah menetap disini.

Dan tahukah kalian apa yang gue temukan seiring gue beranjak dewasa? Adalah ternyata sekarang kulit buah manggis ada ekstraknya! *ditabok*

Bukan, bukan itu maksud gue.

Seiring kita bertambah tua, things don't really go our way. Dulu kita kecil, kita selalu punya mimpi mau jadi apa. Pengen sekolah ambil apa. Pengen kerja jadi apa. Pengen punya rumah dimana. Pengen traveling ke negeri mana. Pengen bisnis jualan apa. Pengen punya pacar kaya apa. Pengen dikenal sebagai apa. Dan yang paling penting, pengen hidup seperti apa.

Mungkin ada beberapa dari kita yang labil dalam memutuskan untuk jadi apa. Tapi, seabstrak-abstraknya, kita semua pasti pernah berfantasi kalo gede mau jadi apa. Gue sering kok. Dulu gue pengen banget jadi James Bond/Jedi yang bertarung mengejar mafia luar angkasa, pake tuxedo tapi bawa pedang laser sambil berantem di cincin nya planet Saturnus. Weird? I know. Don't judge me.

Nah, melihat diri kalian sekarang, sudahkah kalian menjadi sosok yang kalian impikan waktu kecil dulu?





Mungkin sebagian dari kalian ada yang menjawab 'sudah'. Mungkin ada yang jawab 'belum'. Atau mungkin, ada yang 'sudah, tapi belum semuanya' atau 'sudah, tapi agak beda'?

Apapun jawabannya, gue yakin kalian nggak jadi 100% seperti yang kalian harapkan dulu. Pasti ada beberapa dari kalian yang kecewa. Ada yang cukup puas. Tapi, mungkin malah ada yang beranggapan bahwa hidup ini jauh lebih baik daripada yang kalian bayangkan dulu?

Whatever your answer is, gue tahu hidup melempar kalian ke jalan yang berbeda-beda. Temen yang duduk di sebelah lo pas SD dulu mungkin sekarang udah melangkah entah kemana. Sahabat lo pas SMP mungkin udah kerja di negeri yang berbeda. Whatever it is, life has so many twists and turns that make your way different than anyone else.

Dan mungkin, seiring berjalannya waktu, banyak dari kalian yang nggak nyangka dengan jalan yang kalian ambil sekarang. Mungkin ada yang kaget. Beberapa mungkin malah ada yang kecewa. And trust me, I do feel it too sometimes.

Seiring kita dewasa, kita dihadapkan dengan banyak pilihan. Banyak pengalaman. Banyak masalah. Banyak pelajaran. Banyak naiknya dan banyak juga turunnya. Just like a wheel, hidup itu berputar keatas dan kebawah. But unlike the wheel, bentuk rodanya berbeda-beda setiap manusia. Ada yang bulat, segitiga bahkan jajar genjang. And that's what life is all about.

Kalian nggak akan pernah tahu apa yang akan kalian temukan di akhir jalan kalian. Mungkin sekarang kalian kecewa. Mungkin kalian lelah dengan apa yang kalian lakukan. Kalian capek melakukan pekerjaan yang sama setiap hari. Kalian bosen bertemu orang yang sama setiap minggu. Kalian nggak kuat menjaga perasaan yang sama kepada orang-orang yang mungkin belum tentu mengembalikan perasaan kalian. Kalian capek jatuh dan bangun lagi. Kalian capek menanam benih, nyiramin tiap hari tapi buahnya nggak jadi-jadi. Dan akhirnya kalian merasa bahwa lebih baik berhenti berharap dan memutuskan untuk mengikuti arus kehidupan tanpa ada arah yang jelas. And that's completely normal.




The two things about life that you have to know is: 1. You never know what's on the other side, and 2. It's all about you.

Just like I said before, perjalanan hidup tuh nggak ada yang tahu kemana arahnya. Akan ada putaran, belokan, jungkir balikan, tanah longsor, hujan badai, jalan buntu, bom nuklir Korea Utara, lemparan tombak suku-suku pedalaman Uganda, you just never know what shit may hit you. Tapi, dibalik semua itu akan ada hikmahnya. #klise. Akan ada durian yang jatoh, hadiah chiki yang tak terduga, surat tawaran dari perusahaan impian, promosi dadakan dari bos yang sebenarnya agak menyebalkan, calon pasangan yang lewat di depan mata, dan segala macam kejadian aneh namun berarti dalam kehidupan kalian. The world has so much more to offer so why don't you keep on living?

And what I mean living is; hiduplah seperti yang kalian mau. Ini hidup lo. Ini cerita lo. Hari ini adalah satu halaman lagi dalam buku riwayat hidup lo, so you might as well create something in it! Keluarlah. Ngopi di tempat baru. Dengerin musik yang nggak pernah kalian denger sebelumnya. Kenalan sama cewek cantik yang lagi duduk di sendirian di bar. Beli buku novel paling aneh dan baca di pinggir pantai yang pengen kalian kunjungin dari bertahun-tahun yang lalu. Lakukan pekerjaan kalian dengan ikhlas tanpa berharap pujian dari bos kalian. Pasti akan ada halangan dan rintangan. Mungkin kalian tersandung batu dan terluka di perjalanan hidup kalian. But, who cares? Setidaknya luka kalian berarti sesuatu. It starts with you. If you're happy, your happiness will spread to the people around you!


Eyestronaut


I know, mungkin di umur sekarang ini kalian udah nggak suka hal-hal yang dangkal dan klise seperti yang gue bicarakan diatas. It's completely fine dan kalian punya hak untuk memiliki opini dan selera kalian masing-masing. But, what is happiness if not the simplest need in life? So, don't think too hard and just do what you wanna do. Tapi, jangan nggak mikir juga ya ntar malah kebablasan. Speaking of kebablasan, gue punya tebak-tebakan. Apa persamaannya tempe gosong, orang mati tenggelam, jemuran basah, miscall dan remaja hamil? Jawab lewat komen and I'll tell you the answer on the next post.


And finally, just grow up happy, guys. Of course sometimes the world does not seem to support you. But are you the type that goes with the flow or the one who goes down fighting?


--


P.S. I just recently got back in Jakarta and I'm looking forward to meet new people and hear some new stories while hanging out in a new place. So, if you're keen on meeting up or just having some light discussions, follow my Instagram @reinaldycb and send me a message. I won't promise you anything, but I'll try my best to explore the world with you. Who knows where life will take us?

One Response so far.

  1. jawabannya; sama-sama telat 'angkat'

Leave a Reply