Seeing the dark color
Flames blazing in the nights of foreign shadow
Honesty is not more than words
While trust is another alibi to restrain hope
Was offered French love and Swedish love
But Indonesian love?
Indonesian love was like a coke in a green bottle
They don't make it anymore...
Hello, dear readers.
I've been doing research lately. And with these research, I've come up with something again, and now I will tell you what it is.
This is what I call pragmatic ideas.
Jadi gini, akhir-akhir ini, gue jadi seneng nonton film Drama Asia (Korea dan Jepang).
Entah mungkin karena kena karma ngatain nenek, bude dan kakak sepupu gue gak jelas nonton sinetron Korea gitu kali ya?
Oke, di film-film itu biasanya bercerita tentang kisah cinta super duper galau yang bisa menggugah hati lo semua.
Kalo boleh lebay, anak Taruna Nusantara yang dikenal sangar, tinggi, tegap, berotot aja bisa nangis tersedu-sedu nonton drama kaya gitu.
Mainly, ceritanya nyeritain soal kisah cinta yang berakhir tragis gara-gara si cowo atau si cewe mati kena penyakit ga jelas atau kisah everlasting love yang akhirnya bener-bener ga kita sangka.
Kalo mau ikutan nonton, ini beberapa film yang gue rekomendasiin :
My Sassy Girl - Korean
Koizora - Japanese
Taiyou no Uta - Japanese
Heavenly Forest - Japanese
Oke, gue tau itu semua bener-bener galau, apalagi kalo liat gambarnya!
Pasti lo semua bakal mikir, "Ih, Cebe ga nahan banget sih! Oke gue tau lo galau gulana jomblo tiga taun, tapi ga gini juga lah caranya!"
Yaudah sih terserah gue!
*ngangkang sambil nyanyi kopi dangdut*
Nah, itulah research gue.
Gue mendapatkan sebuah kesimpulan setelah menonton drama-drama super galau diatas.
Yaitu :
Cinta yang bener-bener sempurna cuma ada dalem film!
Inilah yang gue sebut Ironi yang kejam!
Dengan berat hati, gue harus menghadapi kenyataan bahwa jalan cerita cinta gue ga akan kaya di film.
Bagaimana seorang cowo bisa jatuh cinta sama pembantunya sendiri
Bagaimana dua insan yang tabrakan di pinggir jalan bisa langsung suka
Bagaimana ada cewe yang setia nemenin walopun cowonya udah divonis mati
Bagaimana itu semua cuma kebetulan yang ga mungkin terjadi di kehidupan sebenarnya
Gue sendiri mungkin harus mengakui, bahwa cerita bokap gue ketemu nyokap gue pertama kali adalah saat nyokap gue jatoh dari becak dan bokap gue nyelametin adalah bohong belaka.
Atau cerita pakde dan bude gue ketemu karena belanjaan mereka berdua ketuker di pasar adalah tipu muslihat biar keliatan kaya sinetron.
Tapi, gue ga akan menyerah.
Walaupun gue jomblo sekarang, gue akan membuat kisah cinta gue sendiri!
Bagaimana gue bertemu belahan hati gue di pasar burung mungkin?
Terus nanti gue bikin dalam sebuah buku dan akhirnya di film kan!
Dan semua orang akan tahu bagaimana kisah cinta seorang bocah item dekil bernama CEBE!
Walaupun gue jomblo, gue ga pernah khawatir!
Jomblo itu bukan berarti ga punya jodoh kan?
Jomblo itu berarti Tuhan sedang sibuk menulis kisah cinta kita!
Nah sekarang, kalo lo punya cerita cinta lo sendiri yang lo anggep mengagumkan
Ceritain ya ke gue!
Karena riset gue masih belom selesai sampai disini!
Hehehehe!




gue punya cerita! tapi bukan tentang gue, gue minta email lo dong be. ini juga galau abis -_-
gimana gimana?
gue message fb aja ya bung, atau gak email lo be