My heart breaks at Yogyakarta...

A world without love
A place without hope
A beauty without kind

Such an endless jewel
Rare, brightly shining under the moon
Makes me dance with false dreams

Oh, let me be
For I have been failed so much
Just to hold her hand
My fallen angel



Good evening ladies and gentlemen
Malam ini, seorang Cebe sedang galau dengan amat sangat
Oleh karenanya, dia mendadak mau posting. Banget.


Okay, the first thing I want to say is:
Malem minggu kemaren gue ke Malioboro, Jogja!
Akhirnya, satnite pertama gue di Malioboro!
It was so freakin' awesome!
Walaupun dengan beberapa uang receh sisa di dompet tapi tetep semangat dong!


This is Malioboro Street, Yogyakarta


Gue dan beberapa temen gue makan di sebuah warung lesehan
Tau kan yang duduk sila trus makan pake tangan?
Pada pesen kepiting lah, ayam goreng lah, tahu tempe lah, es teh lah, jeruk lah
Dan akhirnya setelah sekian lama, GUE MAKAN PECEL LELE!
OH YEAH! *meleleh*



Now, this is the place we called Lesehan


Sembari makan, kita manggil seorang musisi jalanan alias pengamen
Untuk menemani santap malam kita hari itu



This is the Street Musician, he has a great voice and a nice guitar plays!


Nah, berhubung kita lagi di Jogja, gue request lagu Yogyakarta by Kla Project yang sempet terkenal tahun 90-an
Bagi yang belom pernah denger, coba klik disini
Lagu itu bener-bener pas buat menggambarkan suasana yang kita rasakan di kota Jogja pada malam itu
Mari gue tunjukkan sebait dari lagu itu yang menjelaskan indahnya suasana Jogja

Di persimpangan langkahku terhenti
Ramai kaki lima menjajakan sajian khas berselera
Orang duduk bersila
Musisi jalanan mulai beraksi
Seiring laraku kehilanganmu
Merintih sendiri
Di telan deru kotamu

Oke mari kita bedah bersama-sama nyanyian si pengamen tadi
Pada baris pertama 'Di persimpangan langkahku terhenti'
Yap, gue dan temen-temen gue berhenti di sebuah persimpangan tepatnya di Malioboro dan kita parkir mobil di sebuah ruko yang cukup sepi

Baris kedua dan ketiga, 'Ramai kaki lima menjajakan sajian khas berselera. Orang duduk bersila"
Yap, gue sedang menikmati 2 ekor lele gue yang digoreng super crispy dengan lalapan dan sambel super pedes sambil duduk sila! 
Kurang apa coba?

Baris ke empat, 'Musisi jalanan mulai beraksi'
Pas banget! Si pengamen sebagai 'musisi jalanan' lagi enteng aja cari duit sambil nyanyi
Walaupun peluh membasahi ketek, mulut anyep belom ngerokok dan jari perih bergesekan sama senar gitar, si pengamen tetap tabah menjalani kerasnya hidup


Kemudian, sampailah nyanyian si pengamen pada baris itu
Baris yang membuat gue berhenti memakan lele gue
Baris yang membuat bulu kuduk gue berdesir
Baris yang membuat keringat gue berhenti mengucur
Baris yang menusuk dada gue jauh kedalam dan lebih dalam lagi
'Seiring laraku kehilanganmu, merintih sendiri, di tengah deru kotamu'

Sejenak dunia gue hening
Kemudian terdengar rintihan dari dalam sanubari yang tertusuk, menyeruak keluar tapi tak terucap di bibir, rintihan keheningan
Rintihan yang tak akan terdengar tersamar dalam deru kendaraan dan massa yang berjalan
Rintihan karena kehilanganmu...




Kapan terakhir kali seseorang menyentuh hati kecil ini?
Lama sudah berselang
Dan kini kembali rasa itu dalam dada
Merintih sendiri
Kehilanganmu



Leave a Reply