Shalom, amigos!
Gue baru aja melihat kembali ke album masa lalu gue. Tepatnya pada saat gue masih SD.
Ah masa-masa indah ketika WAJAH INI MASIH BERSIH DARI SERANGAN JERAWAT YANG TERKUTUK!!!
Muka Polos Unyu Ali Baba
Ah, masa-masa yang indah...
Itu jaman gue masih kandidat bintang iklan susu Dancow edisi bulan puasa!
Anyway, melihat kembali ke belakang, gue jadi inget masa-masa SD gue yang begitu indah, ceria dan berwarna.
Dimana hati belum dikhianati oleh cinta. Dan nilai rapot masih bagus apa adanya.
Tapi, yang benar-benar terkenang dalam benak gue pada malam ini adalah sebuah pelajaran yang paling gue suka sejak dulu!
Inget ga kalian? Gue sih menyebutnya, PKN. Kalian mungkin mengenalnya dengan sebutan PPKN atau KWN atau Kewarganegaraan.
Berdasarkan riset yang gue temukan dari Departemen Pendidikan Nasional, nama resmi pelajaran tersebut adalah Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan tapi sekarang sudah dirubah menjadi Pendidikan Kewarganegaraan.
Inilah pelajaran yang pasti pernah dipelajari oleh hampir seluruh anak Indonesia yang bersekolah di tempat yang menggunakan Kurikulum Nasional.
Tapi, ketika gue inget baik-baik. Pelajaran ini bener-bener bikin gue gusrah pas kelas 2 SD!
Apalagi pas ulangan! Gue bisa bilang kalo soal PKN adalah soal yang paling nyebelin yang pernah gue kerjain setelah Mekanika Partikel Sub-Atomik dan Aljabar Multilinear Komutatif.
Coba nih ya gue kasih soalnya!
Dari pilihan berikut dibawah ini, manakah yang termasuk sifat terpuji?
a. Mencuri
b. Memukul
c. Menipu
d. Menolong
Lo pikir soalnya gampang. Tapi, kalo soal itu dikerjain sama anak kelas 2 SD kan SUSAH BANGET SAK AMBURADUL TELES KEBES MBELGEDESS!
Bayangin aja! Lo dilema ga sih milih yang mana?
Di satu sisi, memukul kayaknya masuk sifat terpuji...
#mentalpsikopat
Di sisi lain, kalo menolong orang nyuri motor kan juga dosa...
Terus, gue memutuskan untuk asal tebak.
Tapi, kalo asal tebak, semua jawaban inisialnya M. Kan susah mau pilih yang mana!
Tapi, berbanggalah kalian yang sudah belajar PKN. Walaupun kalian udah muak dapet pelajaran yang sama dari SD sampe Kuliah, walaupun sebenci, se-gabut dan se-nggak pentingnya pelajaran itu, ini satu-satunya pelajaran yang menanamkan nilai nasionalisme dan patriotisme dalam diri kalian.
Disadari atau tidak, sejauh apapun kalian dari rumah, mau kalian sekarang tinggal di Jogja, Medan, Australia, Amerika, Zimbabwe, Mauritius atau Fiji. Kalau kalian udah pernah ngambil pelajaran ini, kecintaan kalian terhadap negara itu bakal kuat.
Percaya deh sama gue! Walaupun kalian bodo amat dengan negara kalian sendiri, tapi di hati kecil kalian pasti ada keinginan untuk mengubah bangsa ini!
Dan pada HARI SUMPAH PEMUDA ini, gue hanya ingin menyampaikan sebuah pesan. Pesan yang sama yang gue katakan kepada angkatan gue di hari kelulusan kita.
Kita adalah sebuah harapan. Sebuah cahaya yang kian lama makin benderang dengan ilmu dan kemampuan. Yang nantinya akan menerangi sesama kita.
Mari kita dirikan prasasti untuk merah putih yang diukir dalam hati. Buat bangga sang garuda dengan jalan nanti.
Senantiasa memberikan karya terbaik kepada masyarakat, bangsa, negara dan dunia.
Akhir kata gue ingin mengucapkan Selamat Hari Sumpah Pemuda, teman-teman calon pemimpin bangsa sekalian.
Note: Posting ini gue dedikasikan untuk kalian yang mengabdi kepada Departemen Pendidikan Nasional. Saya mengirimkan sebuah apresiasi dan tanda hormat sebesar-besarnya kepada kalian. Walaupun kalian tidak cerdas dalam merangkai kebijakan untuk anak-anak harapan bangsa, setidaknya kalian masih berusaha untuk mempertahankan ideologi Pancasila di hati kita semua. Terima kasih.

