Dari semua liburan yang pernah gue alami, Sydney 2012 adalah salah satu yang paling gokil seabad!
Dan perjalanan gue ga lengkap kalo ga masuk blog ini!
Sebelum gue mulai cerita, gue akan memperkenalkan pria bermuka kadal aborsi yang menemani perjalanan gue kesana
Namanya
Glen, si playboy ternama perempatan New Jersey
Lo pasti bertanya-tanya kenapa dia kayang?
"Gue bisa melihat dunia lebih baik ketika gue kayang..."
Glen ini lahir di dunia yang keras di suatu pedalaman Kenya
Ketika umurnya 12, dia diekspor ke Irlandia
Ketika umurnya 14, dia kabur dan merantau ke Amerika
Dan ketika umurnya 16, setengah kota New Jersey berlutut di hadapannya
Karena masalah finansial, pada umur 18 dia di deportasi dan menjadi imigran Australia
Oke, kembali ke cerita!
Semua berawal ketika semester break di penghujung bulan September
Gue dan Glen luntang-lantung bak anak kuda nil kehilangan bokapnya
Kemudian entah ide darimana, Glen langsung berkata
"Besok ke Sydney yok!"
Dengan muka bego ingusan dan nggak mikir apa-apa gue jawab
"Oke"
Malamnya, Glen udah pesen tiket bus buat pergi ke Sydney
Tanpa memperhatikan duit yang tersisa di bank, gue ikut aja
Keesokan malam, kita naik bus dari Melbourne dengan membawa peralatan sederhana:
Sarung, rantang nasi, tenda, kayu bakar, panah dan pisau
Gue nggak peduli lo mau model celana dalem merk Victoria Secret, GT Man atau Gajah Duduk
Kalo lo duduk 12 jam di bus, pantat lo pasti rata!
Gue nggak bisa tidur hingga jam 3 pagi!
Ditengah insomnia yang menggangu, gue pun pasang earphone dan memasang lagu.
Sambil melihat taburan bintang di langit lewat jendela, gue merasa 3G (galau gundah gulana)
Entah kenapa, playlist iTunes berhasil membaca pikiran gue dan memainkan lagu
Apalah Arti Menunggu yang dinyanyiin
Raisa
Gue meleleh...
Pagi tepat jam 7, kita mendarat di Sydney.
"Terus sekarang ngapaian?" Tanya gue
"Bikin tenda!" Jawab glen polos.
"Oke, gue berburu babi!"
Tapi, karena kita diusir sama satpam Sydney, kita terpaksa harus cari hotel.
Kita ketemu sebuah motel buat backpackers di downtown Sydney
Motel yang cukup murah bernama Maze Backpackers
Setelah check in dan meletakkan barang-barang
Kita langsung keluar.
Tujuan pertama: kemanapun kaki melangkah!
"Kita mau kemana?" Glen nanya gue
"Gatau. Opera house aja gimana?" Gue bilang
"Yaudah, jalannya kemana?"
"Kesana!" Sambil menunjuk kearah random layaknya Nabi Musa menggiring umatnya
Setelah berjalan puluhan blok kearah random, kita nggak nyampe-nyampe.
"Kok ga nyampe-nyampe deh?" Kata Glen.
"Tenang aja, gue bisa nyium bau laut!" Jawab gue
Setelah perjalanan panjang dan melelahkan, akhirnya kita melihatnya!
Sydney Opera House!
Muka gue ganteng kaya Colombus pas nemuin Amerika!
Setelah puas foto-foto seperti layaknya turis yang lain, kita jalan mendekatinya
"Kok butek deh atapnya?"
"Udah tua."
"Mirip keong mas ya?"
"Pengennya sih bikin keong, tapi arsiteknya salah pasang atap."
"Bentuknya jadi kaya armadilo ganti kulit."
Seiring mengikuti kaki melangkah, tanpa sadar kita udah di Royal Botanical Garden
Gue nemu bunga Wisteria yang wanginya bikin gue masuk surga
Dan gue nemu rumput paling nikmat sedunia!
Entah rumput apa itu namanya, yang jelas ketika gue menyentuhnya, rasanya kaya karpet Aladin!
Terus kalo lo cium! Wanginya semerbak ketek bidadari!
Ntar kalo gue punya rumah, rumputnya gue tanam di ruang keluarga, hemat biaya sedot karpet!
Itu gue lagi ganteng di taman Sakura
Kata tante gue mirip Sylvester Stallone pada masa jayanya
Sore hari telah menjelang, saatnya untuk pulang.
Karena kita nggak tau jalan pulang, peta nggak ada dan hape pun mati, kita putuskan untuk beristirahat sejenak di State Library.
Sambil nge-charge hape, gue dan Glen mencari kayu bakar buat api unggun nanti malem.
Setelah baterai terisi 10%, kita langsung buka GPS dan mencari hotel tempat kita menginap sambil bawa kayu bakar dan babi hutan yang udah kita panah
Sampailah kita di hotel, tapi karena alasan keamanan, kayu bakar dan babi hutan harus dibuang.
Gue dan Glen langsung masuk kamar 4x3 dan tidur siang.
Malem jam 7, kita dibangunkan dengan keributan.
Kita langsung otw ruang makan.
Perlu diketahui ya teman-teman, hotel backpackers itu biasanya diisi sama anak-anak muda ga punya duit
Dan mereka biasanya udah sering traveling ke berbagai macam negara
Singkat cerita, gue udah diruang makan.
Orang-orang udah pada antri karena ada makan malam gratis!!!
Lauk malam itu adalah kari ayam. Setelah ngantri dua abad lamanya, gue dan glen langsung duduk di salah satu meja.
Ada bule ganteng duduk disebelah gue, insting homo gue jalan.
Tapi, glen nyambet duluan "Hey, mate." (Pake logat Jogja-Australi) "You alone?"
Naluri playboy Glen jalan.
Jangan sangka ya, ga hanya cewek yang bertekuk lutut sama Glen! Kambing transgender pun klepek-klepek!
Singkat cerita, kita ngobrol threesome. Maksudnya ngobrol bertiga!
Pria ini namanya Peter De Graaf, dia asli Belanda dan udah di Australia sekitar 6 bulan
Dia punya pacar orang Indonesia, tepatnya orang Malang!
Karena dia pikir banyak wanita yang akan tergoda hatinya bila melihat wajah Peter, gue putuskan untuk tidak meletakkan foto Peter disini.
Setelah puas dapet makan gratis, Peter ngajak kita ke sebuah bar kecil di tengah kota.
Peter cerita macem-macem soal backpacking
Katanya, dia lagi kehabisan duit dan hanya ngandalin makan gratis di hotel berbeda.
Dia mau cari kerja biar bisa ngumpulin duit dan mungkin balik lagi ke Indonesia
Katanya, hidup nomaden (arti=berpindah-pindah. makanya sekolah!) itu nikmat!
Lo nggak usah peruli tentang apapun, lo bisa menjelajahi dunia tanpa takut!
Kalo kehabisan duit ya tinggal kerja kasar.
Kalo udah punya duit ya langsung pergi-pergi lagi.
Gue pengen banget hidup kaya Peter!
Cuma ntar gue dicari sama bokap gue terus dicambukin!
Noh kalo cambuknya berapi-api kaya gitu makin gosong kan gue?
Anyway, keesokan harinya, kita nggak punya sebuah tujuan yang tepat.
Gue dan Glen jalan aja ngikutin arah angin.
Tiba-tiba kita nemu sebuah bangunan
"Bangunan apaan tuh, Glen?"
"Kayaknya semacam tempat buat nyembah brokoli deh."
Setelah kita masuk, gue menemukan berhala
Ternyata, tempat yang kita sangka sebagai gereja Satanik ini sebenarnya adalah ANZAC (Australia and New Zealand Army Corps) Memorial.
Sebuah situs peringatan untuk para prajurit yang gugur dalam Perang Dunia I
Di kubahnya terdapat sekitar 120.000 bintang perak yang melambangkan jiwa para prajurit
Sebagai pria yang baik, gue mengucapkan doa agar arwah mereka beristirahat dengan tenang. Amin.
Kemudian, kita berjalan menuju Sydney Museum yang terletak disamping ANZAC Memorial.
Inilah beberapa hal yang kita temukan disana!
Gue dan Glen pertama kali mengira bahwa benda ini adalah meteor emas dari planetnya Superman!
Tapi ternyata bukan!
Ini adalah hasil tambang berupa emas hampir murni seberat 168 kilogram!
Nyeh!
Yahud banget kalo dipasang di cincin istri!
Ini adalah kumpulan batu mulia dari mulai emas, perak, berlian, platinum, amethyst, ruby, sapphire, topaz, garnet dan lain-lain!
Entah kenapa ada yang iseng masukin batu kali disitu!
Kalo gue bawa nyokap gue kesini, kacanya udah pecah dan isinya udah abis!
Lo takut nggak sih? Ada buaya bisa berdiri dengan tinggi 5 meter?
Sumpah ye, kalo Jurrasic Park beneran nyata, gue kuliah bawa granat sekarung!
Ini lebih ngeri lagi!
Kalo gue nemu binatang kaya gitu di kamar gue, gue pasang ranjau disamping tempat tidur gue!
Lo bayangin dong! Itu laba-laba gedenya semuka badak!
Kalo hinggap di tubuh gue, gue bunuh diri...
Ini pose gue memegang tengkorak leluhur gue.
Gue jadi terinspirasi. Seitem apapun kulit gue, tulang gue tetap putih!
Kita pun meninggalkan museum dan mampir sebentar ke sebuah katerdal.
Glen pengen pengakuan dosa dan gue mau mengamati karya seni roman mozaik yang ada di tembok gereja.
Setelah puas, kami menuju ke taman kota.
Gue melihat betapa
beragamnya orang-orang di dunia.
Ada sekumpulan remaja ababil pake kostum penyihir sambil naik sapu ijuk.
Ada sekumpulan remaja Asia lagi goyang Gangnam
Ada bapak yang marahin anaknya soalnya dia dapet nilai jelek
Ada pasangan berbahagia lagi foto pre-wedding
Ada pengamen cilik dengan biolanya semangat memainkan lagu-lagu Disney
Ada Glen yang mencoba menggoda bule-bule yang berkeliaran
Dan tentu saja ada gue yang mencoba menjinakkan burung-burung
Malam harinya kita balik ke Melbourne
Dan tentu saja pantat gue tetap rata...
Inti dari perjalanan ini? Dunia itu adalah sebuah tempat yang beragam, kalo kalian bosen dengan hidup kalian, langsung aja pergi ke suatu tempat yang nggak pernah kalian kunjungin!
Nggak usah takut dengan masalah uang, penginapan dan transportasi.
Hati dan kaki kalian akan menjadi sebuah peta bagi kalian sendiri!
Tapi, ijin dulu sama nyokap!