Thank's to the globalization...

Pagi hari gue selalu dimulai dengan lagu Raisa yang berjudul 'Pergilah' yang sengaja gue pake buat alarm di iPad gue.
Tipikal anak remaja jaman sekarang, bangun tidur langsung matiin alarm dan kembali tidur.
5 menit kemudian, alarm kedua gue bakal mulai nyala. Sebuah lagu dari Mr. Big yang berjudul 'Green Tinted Sixties Mind'.
Abis matiin alarm kedua, gue biasanya tidur lagi.
5 menit kemudian, alarm ketiga nyala. Kali ini lagunya Nicky Astria yang judulnya 'Panggung Sandiwara'.
Bagi yang gatau Nicky Astria, hidup anda sia-sia...




Gue biasanya duduk diatas kasur gue dulu. Ngumpulin nyawa yang kadang nggak balik-balik.
Kasur itu rasanya lezat banget di pagi hari yang basah, apalagi di bawah lindungan selimut super tebel.
Gue kadang nggak rela meninggalkan bantal yang gue beli di Ikea apalagi guling gue yang gambarnya Yuri SNSD, tapi gue harus cari nafkah...
Setelah merasa cukup bernyawa, gue menurunkan kaki gue.




Kalo gue lagi rajin, biasanya gue masak nasi goreng atau yang aneh-aneh kaya sosis kangguru atau kebab koala, tapi hal itu jarang terjadi akhir-akhir ini.
Gue sekarang jadi penggemar berat mie cina yang super pedes, gue lupa namanya.
Kalo engga, biasanya gue makan sereal Nestle campur susu atau roti bakar isi Nutella.




Itu foto anaknya roommate gue nyolong Nutella gue.
Setelah mengisi perut, gue mendadak ke kamar mandi.
Kebanyakan dari kalian pasti familiar dengan tulisan 'TOTO', itu mungkin satu-satunya kata yang kalian lihat sebelum kalian boker-boker.
Buat yang agak elit, biasanya pake 'American Standard'.
Kalo yang agak pedaleman, nggak ada tulisannya, cuma ada lele dibawah lobangnya.

Setelah puas mencret, gue gosok gigi dengan sikat Oral B dan pasta gigi Pepsodent yang gue bawa dari Indonesia.
Kemudian gue mandi dan keramas.
Karena males beli shampoo, gue biasanya nyolong Pantene punya roommate gue dan sabunan pake Axe Body Wash.
Keluar dari shower, gue mengeringkan diri dengan handuk yang gue bawa pulang dari hotel.
Kemudian gue mulai perawatan muka dan kulit gue.

Segala produk perawatan muka gue disponsori oleh L'oreal.
Gue biasanya pake roll on Adidas buat menjaga bau ketek gue yang mematikan dalam jarak 10 meter.
Untuk mencerahkan kulit gue, gue selalu percaya Nivea body lotion, walaupun nggak menjanjikan kulit yang lebih putih.
Gue nggak suka pake parfum, tapi kalo kebetulan dapet kelas bareng cewek cantik, gue pake Burberry Summer gue.

Temen gue, Daryl, yang sangat fashionable suka banget mengolok-olok betapa murahnya isi lemari gue.
Segala macam jaket yang gue beli adalah jaket sale. Mirisnya lagi, setengah dari isinya adalah barang selundupan dari distro daerah Tebet.
Setelah berbenah fashion, gue biasanya pake kaos dalem Crocodile putih polos ketat macam homoseksual Bangkok. Biasanya gue juga pake jaket kesayangan gue yang merk-nya French Connection, celana khakis Giordano dan sepatu Hush Puppies.

Tas kesayangan gue adalah tas cokelat Muji yang simpel tapi trendi.
Setelah memastikan BlackBerry dan dompet Bally gue ke kantong, earbud ditelinga dan jam Fossil tepat di pergelangan tangan, kacamata gede Typo gue terpampang rapi dan gue siap berangkat!





Mari kita ulang rutinitas gue di pagi hari tersebut dari perspektif yang lain!
Tiga Alarm gue adalah dua lagu Indonesia dan satu lagu Mr. Big asal Amerika, yang diputar di iPad yang di desain di Amerika tapi dibuat di China.
Guling dan bantal gue berisi bulu-bulu angsa dari China tapi dujual oleh perusahaan furniture Ikea yang berasal dari Swedia.
Sarung guling gue sendiri, yang bergambar Yuri SNSD, adalah efek pengaruh dari Korea.

Sarapan? Sosis kangguru dan kebab koala adalah makanan Australia, tapi mie gue berasal dari China dan sereal gue? Walaupun merk nya Nestle yang berasal dari Swiss, gandumnya mungkin dipanen di Belanda atau Belgia.
Sama juga dengan roti, yang menggunakan gandum. Tapi, bagaimana dengan Nutella, yang merupakan produk Italia? Cokelatnya sendiri mungkin berasal dari sebuah kebun di Pantai Gading.
Sedangkan susunya sendiri adalah dari sapi-sapi ternak New Zealand yang makan makanan khusus berupa kedelai yang dipanen di Brazil.

Beralih ke kamar mandi. Toto adalah perusahaan toilet terbesar dari Jepang.
Oral B sendiri dari Amerika dan Pepsodent adalah produk Unilever yang asalnya dari Belanda.
Shampo rommate gue adalah Pantene yang diimpor dari Swiss, dan Axe body wash datang dari Perancis.
L'oreal, sebuah perusahaan kosmetik ternama, berbasis di Paris, Perancis.

Masuk kedalam kamar, roll on gue yang bermerk Adidas berasal dari Jerman.
Begitu juga dengan Nivea yang berasal dari Jerman.
Burberry, parfum kesayangan gue yang sering gue kombinasikan dengan pengharum ruangan, adalah produk Inggris.

Walaupun setengah lemari gue adalah barang Tebet, Taman Puring, Mayestik, Malioboro dan distro-distro Bandung, gue juga masih punya beberapa merk impor.
Baju gay Crocodile yang gue pake adalah merk Hong Kong.
Jaket gue namanya boleh French Connection, tapi sebenernya itu merk Inggris.
Bagaimana dengan celana Giordano gue? Walaupun namanya Eropa, Giordano sendiri adalah asal Hong Kong.
Dan sepatu Hush Puppies gue tentu saja asal Amerika yang dibuat di Bangladesh

Tas muji kesayangan gue adalah produk asli Jepang
BlackBerry gue adalah produk RIM asal Kanada, Bally juga impor asal Swiss, Fossil adalah aksesoris asal Amerika dan kacamata Typo gue adalah anak perusahaan dari Cotton On yang merupakan buatan Australia.



Hebatnya dunia globalisasi, bahkan barang-barang gue di pagi hari aja udah keliling dunia.
Kalo pagi kalian, darimana aja barang-barangnya?

Third song? Really?

Oke, gue bener-bener ketagihan nyanyi sekarang!
Ini lagu ketiga yang iseng-iseng gue buat.
Kali ini gue cover lagu Indonesia yang sering dinyanyiin bokap gue jaman gue SD
Papa, semoga engkau bahagia. Hiks...

Gue tau sebagian dari lo nggak suka musik Indonesia
Tapi, INDONESIA TANAH AIR GUE!
SO SHUT UP AND LISTEN!

Musiknya gue akuin lumayan lah buat anak yang baru dua minggu main Garage Band
Kalo vokal gue terlalu berat, sori aja yah
Gue abis makan semur pantat badak cabe lombok

Enjoy listening!


Big thanks to Freedie Mercury!

Nothing really matters. Anyone can see. Nothing really matters. Nothing really matters to me. Anyway the wind blows... - Bohemian Rhapsody by Queen.


Entah kenapa gue tiba- tiba ngerasa kangen banget dengan teman-teman SMA gue.
Dan sebagai pernghormatan buat mereka, gue mau mencoba berdongeng sebuah kisah klasik tentang kita.
Ejieeee...
Sedih amat ya bacanya...


Sebelumnya, gue harus perkenalkan dulu dengan asrama kelas 12 gue! Graha 6!







Dari banyak penghuni asrama paling ujung, bau menyan, sarang penyamum transgender dan babi kayang, ada beberapa orang yang jadi anak gaul kamar mandi.
Gitu deh, yang hobinya mandi 5 jam sambil ngelus-ngelus temen disampingnya

Dan gue akan memperkenalkan beberapa anak gaul kamar mandi, biar ceritanya makin nyambung!

Yang pertama adalah, pria muka simpanse tanah abang, Bibo.
Pria impor dari Sudan yang sekarang jadi mahasiswa UNPAD ini sudah mengalami jutaan halangan dan rintangan yang disebabkan oleh mukanya.
Kabar terakhir yang gue dapet katanya dia pengen nebelin bibir pake ban dalem.


Bibo setelah operasi bibir

Yang kedua adalah Ilman, penerbang SU-30 tahun 2020
Mukanya ganteng cuma kalo pake standar Jamaika


Ilman di sebuah makam pahlawan di Zimbabwe


Yang ketiga adalah Hedi, direktur manajemen Persatuan Petani Kelapa Sawit Palangkaraya
Lahir di pedalaman Kalimantan, Hedi mahir berburu dan bercocok tanam.



Hedi setelah menemui menteri BUMN

Lalu, kita punya Farid, playboy ternama di downtown Gresik.
Ketampanannya menarik hati kaum homoseksual!


Kesibukan tak menghalangi kegantengan

Kemudian kita punya Raja Taufik, seorang pewaris tahta kerajaan Malaka yang sekarang lagi menempuh pendidikan di Akademi Kepolisian
Kalo liat fotonya, mungkin lo kira dia artis Bollywood karena tampangnya India tamil
Tapi, walaupun wajahnya enggak royal, hatinya bijak bak raja hutan


Jagoan neon, cuma warnanya cokelat

Kemudian ada vokalis band Melayu, Rezky.
Mukanya campuran Arab, Cina, Inggris, Indo, Belanda, Kenya utara dan Somalia pinggiran.
Kuliahnya di Malaysia demi meniti kariernya sebagai penyanyi senandung Melayu


Rezky di tahun 1976

Terakhir, ada Wahyu si nelayan cinta
Dengan jalanya, dia siap menangkap hati wanita manapun di dunia
Berhati-hatilah kalian para kaum hawa


Wahyu pada masa keemasannya



Anyway, kembali ke cerita!
Sebagai anak gaul kamar mandi, kita paling hobi mandi diantara seluruh penghuni asrama!
Kalo lagi gatel, kita bisa mandi 7 kali sehari. Tapi, Rezky sama Topik suka aneh!
Kalo lagi maniak, Rezky bisa mandi 14 kali sehari. Tapi, kalo Topik lagi maniak, dia langsung nggak mau mandi, kadang sampe sebulan lamanya!

Sebagai anak gaul kamar mandi, kita juga paling sering nongkrong di pojokan WC!
Entah kenapa, bau septic tank sangat menggairahkan kami. Tapi, Rezky sama Topik suka aneh!
Kalo lagi maniak, Rezky bisa mabok sampe kejang-kejang nyium bau septic tank. Tapi, kalo Topik lagi maniak, dia suka ngguyur dirinya sendiri dan mencoba masuk ke septic tank!

Sebagai anak gaul kamar mandi, kita nggak pernah punya peralatan mandi!
Dengan bermodalkan gayung, sikat gigi dan handuk kita langsung masuk kamar mandi. Karena kita preman kamar mandi, kita paling sering malakin sabun, odol, shampo, obat cuci muka sampe deterjen dan softener!
Tapi, Rezky sama Topik suka aneh!
Kalo lagi maniak, Rezky suka minum air rendaman deterjen. Tapi, kalo Topik lagi maniak, Topik suka makan sabun!



Suatu sore, di sebuah hari yang cukup cerah, gue bangun dari tidur siang gue yang cukup merefleksikan.
Hahahaha! Merefleksikan! Apa coba bahasa gue?
Setelah bangun, gue tidur lagi...

Beberapa menit kemudian, gue bangun dari tidur siang gue yang cukup mencerahkan.
Hahahaha! Mencerahkan! Nggak lulus UN Bahasa Indo gue!
Setelah bangun, gue tidur lagi...

Beberapa menit kemudian, gue bangun dari tidur siang gue yang cukup mengkonsolidasikan.
Hahahaha! Mengkondolisasikan! *ditampar roommate*
Setelah bangun, gue ambil gayung, sikat gigi sama handuk dan menuju tempat nongkrong gue.

Di kamar mandi, tongkrongan gue udah lengkap.
Lalu, gue masuk kamar mandi dan mengawali ritual kita sehari-hari.
Anak gaul kamar mandi emang paling suka nyanyi bareng di kamar mandi dan ini udah jadi ritual kita bersama hampir setiap hari...
Lulusan kamar mandi graha 6 pasti suaranya bagus deh! Apalagi Rezky yang suaranya mozaik abis!

Gue: Mari kita awali mandi kita hari ini dengan lagu dari Queen berjudul Bohemian Rhapsody...
Bibo: Drum duruuumm duruuuuruuuruuummm... *niruin suara drumroll* *bibir pecah-pecah*
Semua:  Is this a real life? Is this just fantasy? Caught in a landslide. No escape from reality....

Dan kita menyelesaikan intro dari lagu Bohemian Rhapsody. Kemudian...

Rezky: Tummm tum tum tum tum... *niruin suara piano Bohemian Rhapsody* *ludah belepotan*
Semua: Mama... Just killed a man... Put a gun against his head, pull the trigger now he's dead...
Topik : Bundo... I am jomblo... Put a girl against my head, pull her clothes and now I'm dead...
Semua: *hening sejenak* *bakar topik*

Singkat cerita, kita hampir menyelesaikan bagian yang pake piano...

Semua: Mama! Oooh! I don't wanna die! Sometimes wish I'd never been born at all...
Gue & Bibo: Tiuuuiiitttt... Tuuuiiiittt... Tuuuurururuuuu tuuuururuuuiiittt... Tutururuiiittt... Tuttuuruuu tuttuuruuu... *niruin solo gitar* *bibir bibo meledak*
Semua: I see a little silhouetto of a man. Scaramouche, scaramouche, will you do the fandango
Farid : Asep si mambu, silet haji iman. Sakarepmu, sakarepmu, will you eat wafer tango
Semua: *hening sejenak* *tombak farid*
Semua: Galileo! Galileo! Galileo! Galileo figaroooooo! Magnificooooo!
Topik: Aku jomblo! Aku Jomblo! Aku jomblo! Aku jomblo! Aku jomblo ya Bundooo! Makan opooo?
Semua: *hening sejenak* *mutilasi topik*

Dan tanpa kita sadari, satu kamar mandi sudah bernanyi dengan kita dengan ritme dan nada-nada yang mirip dengan Bohemian Rhapsody, walaupun tanpa musik. Sambil tetap mengguyur dan sabunan...

Semua: Bismillah! No, we will not let you go!
Gue: Let me go!
Semua: Will not let you go!
Ilman: Yo ora popo!
Semua: Will not let you go!
Hedi: Berisik lo semua! Kampung!
Semua: No! No! No! No! No! *sambil nusuk hedi*
Rezky: Oh mamamiaaaa mamamiaaa let me go!
Semua: Miaaaa! Belzeebub has a devil put aside on me, on me, ON MEEEEEEEEE!!!!!!! *tembok kamar mandi bergetar*
Bibo: *naik bak mandi* Tuiiittt... Trum tumtum turum turum... Trum tumtum turum turum... *ngikutin suara riff gitar*
Semua: So you can stone me and spit in my eyes??? So you think you can love me and live to die??? Oooohhh... Baby... Can't do this to me, baby... Just gotta get out, just gotta get right outtta here...

Kemudian semua orang di kamar mandi langsung memainkan orkestra bagian terakhir dan di akhiri dengan sebuah line...

Semua: Nothing really matters. Anyone can see. Nothing really matters. Nothing really matters to me. Anyway the wind blows... 

Dan suasana kamar mandi tak pernah seriuh itu sejak 20 tahun didirikan...
Tepuk tangan dimana-mana!
Suara gayung berkali-kali ditumbukkan ke bak mandi!
Suara cipratan air, ember yang dipukul, sikat cuci yang digosok!
Semua menyatu padu mengakhiri konser sederhana kami!
Walau hanya bersuara dari mulut, konser kami mengundang 33 jiwa untuk bernyanyi bersama!
Dan tak ada melodi yang lebih baik dari melodi yang kami dengar sore itu...
Melodi persahabatan...



Dan dimanapun kalian berada sekarang, semoga kalian bahagia...