My life is full of wickedness...

Beberapa kejadian aneh akhir- akhir ini:


1. Cuci mata 7 kali sekali pake tanah setelah kena Najis Mughallazah abis nonton Breaking Dawn part 2...

2. Rhoma Irama mencalonkan diri jadi presiden, otak gue restart tidak kuat menahan kegilaan akhir zaman...




3. Taruhan, kalo sampe Rhoma Irama jadi presiden, gue jalan kayang dari Ancol sampe Tanah Abang sambil telanjang dan nyabutin bulu ketek.

4. Coba-coba cat rambut temporer warna cokelat tua, tampang gue jadi kaya orang Aborigin pedofil homoseksual. Hebatnya, cat rambutnya nggak bisa ilang. Tampilan gue makin menggoda anak gay umur 5 tahun...

5. Ngeliatin orang Israel sama Palestina berantem. Orang Yahudi nggak makan babi, orang Muslim juga nggak makan babi. KENAPA HARUS BERANTEM!? Mending ajojing bareng di Jerusalem sambil makan sate onta.





6. Pergi shopping ke Mall tengah kota. Masuk toko, liat jaket bagus, coba-coba pake di fitting room, liat harga di price tag, SILUMAN KAMBING TRANSGENDER!!! HARGANYA... GUE HARUS JUAL BUDAK GUE!

7. Tertarik untuk video blogging di Youtube, tapi muka gue bikin orang TBC akut...

8. Membayangkan Rhoma Irama berdiri di G-20 summit bersama Barrack Obama... AWAS! BULU DADA MENJALAR!

9. Main Slenderman sendirian malem-malem sambil pasang lagu Lingsir Wengi....................................
Sumpah, lo nggak mau tau apa yang terjadi kemudian...

10. AAAAAHHHHH!!!! TEMEN FACEBOOK GUE ADA YANG NAMANYA MUCHIMUCHISIPRINCESSEUUMMANGGDHHH SARANGHAEYOPPAMINHOCHUKULU!!!
DELETE! DELETE! KENAPA NGGAK BISA DI DELETE!!!??? AAAAHHHHHH!!!! KABHI KUSHI KABHI GHAM! AAAAHHHH!!!!

11. Mimpiin cewek 3 kali berturut-turut. Gue abis ngehamilin siapa sih?

12. Pasang foto baru di Twitter, berikut sebutan mereka setelah melihat foto gue: produser India, Cebe Punjabi, tukang siomay keliling, Dumbledore muda versi negro, maling bayi, mafia Somalia, playboy Ethiopia, pijet tuna netra. Tapi makasih lho yang bilang gue mirip Robert Downey!





Yah,begitulah kisah hidup gue yang sangat menyedihkan...

Intinya, se-boring, sejelek, se-nggak enak apapun hidup lo, hadapilah dengan senyuman!
Kalo lagi sedih, stress, ingin bunuh diri, inget! Kata Nicky Astria, hidup ini hanya panggung sandiwara!
Jadi mendingan ngelawak daripada nangis-nangis!


Udah ya, jek! Udah jam 02.14 disini!
Besok ada latihan drama! Hahaha!
Nanti gue kabarin drama dari kelas gue kaya gimana!
Plus, postingan berikutnya akan menyangkut soal gue sebagai anak drama SMA!
Lo nggak mau kehilangan momen ketika gue goyang SNSD pake hotpants kan?
Ngahahahahahaha!

Selamat malam dan sampai jumpa!

Thank's to the globalization...

Pagi hari gue selalu dimulai dengan lagu Raisa yang berjudul 'Pergilah' yang sengaja gue pake buat alarm di iPad gue.
Tipikal anak remaja jaman sekarang, bangun tidur langsung matiin alarm dan kembali tidur.
5 menit kemudian, alarm kedua gue bakal mulai nyala. Sebuah lagu dari Mr. Big yang berjudul 'Green Tinted Sixties Mind'.
Abis matiin alarm kedua, gue biasanya tidur lagi.
5 menit kemudian, alarm ketiga nyala. Kali ini lagunya Nicky Astria yang judulnya 'Panggung Sandiwara'.
Bagi yang gatau Nicky Astria, hidup anda sia-sia...




Gue biasanya duduk diatas kasur gue dulu. Ngumpulin nyawa yang kadang nggak balik-balik.
Kasur itu rasanya lezat banget di pagi hari yang basah, apalagi di bawah lindungan selimut super tebel.
Gue kadang nggak rela meninggalkan bantal yang gue beli di Ikea apalagi guling gue yang gambarnya Yuri SNSD, tapi gue harus cari nafkah...
Setelah merasa cukup bernyawa, gue menurunkan kaki gue.




Kalo gue lagi rajin, biasanya gue masak nasi goreng atau yang aneh-aneh kaya sosis kangguru atau kebab koala, tapi hal itu jarang terjadi akhir-akhir ini.
Gue sekarang jadi penggemar berat mie cina yang super pedes, gue lupa namanya.
Kalo engga, biasanya gue makan sereal Nestle campur susu atau roti bakar isi Nutella.




Itu foto anaknya roommate gue nyolong Nutella gue.
Setelah mengisi perut, gue mendadak ke kamar mandi.
Kebanyakan dari kalian pasti familiar dengan tulisan 'TOTO', itu mungkin satu-satunya kata yang kalian lihat sebelum kalian boker-boker.
Buat yang agak elit, biasanya pake 'American Standard'.
Kalo yang agak pedaleman, nggak ada tulisannya, cuma ada lele dibawah lobangnya.

Setelah puas mencret, gue gosok gigi dengan sikat Oral B dan pasta gigi Pepsodent yang gue bawa dari Indonesia.
Kemudian gue mandi dan keramas.
Karena males beli shampoo, gue biasanya nyolong Pantene punya roommate gue dan sabunan pake Axe Body Wash.
Keluar dari shower, gue mengeringkan diri dengan handuk yang gue bawa pulang dari hotel.
Kemudian gue mulai perawatan muka dan kulit gue.

Segala produk perawatan muka gue disponsori oleh L'oreal.
Gue biasanya pake roll on Adidas buat menjaga bau ketek gue yang mematikan dalam jarak 10 meter.
Untuk mencerahkan kulit gue, gue selalu percaya Nivea body lotion, walaupun nggak menjanjikan kulit yang lebih putih.
Gue nggak suka pake parfum, tapi kalo kebetulan dapet kelas bareng cewek cantik, gue pake Burberry Summer gue.

Temen gue, Daryl, yang sangat fashionable suka banget mengolok-olok betapa murahnya isi lemari gue.
Segala macam jaket yang gue beli adalah jaket sale. Mirisnya lagi, setengah dari isinya adalah barang selundupan dari distro daerah Tebet.
Setelah berbenah fashion, gue biasanya pake kaos dalem Crocodile putih polos ketat macam homoseksual Bangkok. Biasanya gue juga pake jaket kesayangan gue yang merk-nya French Connection, celana khakis Giordano dan sepatu Hush Puppies.

Tas kesayangan gue adalah tas cokelat Muji yang simpel tapi trendi.
Setelah memastikan BlackBerry dan dompet Bally gue ke kantong, earbud ditelinga dan jam Fossil tepat di pergelangan tangan, kacamata gede Typo gue terpampang rapi dan gue siap berangkat!





Mari kita ulang rutinitas gue di pagi hari tersebut dari perspektif yang lain!
Tiga Alarm gue adalah dua lagu Indonesia dan satu lagu Mr. Big asal Amerika, yang diputar di iPad yang di desain di Amerika tapi dibuat di China.
Guling dan bantal gue berisi bulu-bulu angsa dari China tapi dujual oleh perusahaan furniture Ikea yang berasal dari Swedia.
Sarung guling gue sendiri, yang bergambar Yuri SNSD, adalah efek pengaruh dari Korea.

Sarapan? Sosis kangguru dan kebab koala adalah makanan Australia, tapi mie gue berasal dari China dan sereal gue? Walaupun merk nya Nestle yang berasal dari Swiss, gandumnya mungkin dipanen di Belanda atau Belgia.
Sama juga dengan roti, yang menggunakan gandum. Tapi, bagaimana dengan Nutella, yang merupakan produk Italia? Cokelatnya sendiri mungkin berasal dari sebuah kebun di Pantai Gading.
Sedangkan susunya sendiri adalah dari sapi-sapi ternak New Zealand yang makan makanan khusus berupa kedelai yang dipanen di Brazil.

Beralih ke kamar mandi. Toto adalah perusahaan toilet terbesar dari Jepang.
Oral B sendiri dari Amerika dan Pepsodent adalah produk Unilever yang asalnya dari Belanda.
Shampo rommate gue adalah Pantene yang diimpor dari Swiss, dan Axe body wash datang dari Perancis.
L'oreal, sebuah perusahaan kosmetik ternama, berbasis di Paris, Perancis.

Masuk kedalam kamar, roll on gue yang bermerk Adidas berasal dari Jerman.
Begitu juga dengan Nivea yang berasal dari Jerman.
Burberry, parfum kesayangan gue yang sering gue kombinasikan dengan pengharum ruangan, adalah produk Inggris.

Walaupun setengah lemari gue adalah barang Tebet, Taman Puring, Mayestik, Malioboro dan distro-distro Bandung, gue juga masih punya beberapa merk impor.
Baju gay Crocodile yang gue pake adalah merk Hong Kong.
Jaket gue namanya boleh French Connection, tapi sebenernya itu merk Inggris.
Bagaimana dengan celana Giordano gue? Walaupun namanya Eropa, Giordano sendiri adalah asal Hong Kong.
Dan sepatu Hush Puppies gue tentu saja asal Amerika yang dibuat di Bangladesh

Tas muji kesayangan gue adalah produk asli Jepang
BlackBerry gue adalah produk RIM asal Kanada, Bally juga impor asal Swiss, Fossil adalah aksesoris asal Amerika dan kacamata Typo gue adalah anak perusahaan dari Cotton On yang merupakan buatan Australia.



Hebatnya dunia globalisasi, bahkan barang-barang gue di pagi hari aja udah keliling dunia.
Kalo pagi kalian, darimana aja barang-barangnya?

Third song? Really?

Oke, gue bener-bener ketagihan nyanyi sekarang!
Ini lagu ketiga yang iseng-iseng gue buat.
Kali ini gue cover lagu Indonesia yang sering dinyanyiin bokap gue jaman gue SD
Papa, semoga engkau bahagia. Hiks...

Gue tau sebagian dari lo nggak suka musik Indonesia
Tapi, INDONESIA TANAH AIR GUE!
SO SHUT UP AND LISTEN!

Musiknya gue akuin lumayan lah buat anak yang baru dua minggu main Garage Band
Kalo vokal gue terlalu berat, sori aja yah
Gue abis makan semur pantat badak cabe lombok

Enjoy listening!