Belakangan ini gue suka iri deh ngeliatin anak-anak kecil udah pegang iPhone, main candy crush di iPad, duduk dirumah berjam-jam dengan Playstation 4 yang baru aja keluar kemaren sore. Bukan belakangan ini aja sih, dari dulu gue masih kecil pun gue suka iri sama anak-anak komplek yang punya mainan bangsa Playstation 1 dan 2, beyblade, crush gear, kartu Yu-Gi-Oh dan tentu saja, Tamiya.
Let's face it, masih banyak loh dari kita yang nggak seberuntung itu untuk memiliki mainan-mainan tersebut. Tapi, kata siapa hidup kita nggak nikmat!
Dalam posting ini, gue akan membahas beberapa hal yang pastinya hampir semua anak kampung can relate to! Nggak semua orang punya kesempatan untuk bermain seperti kita! Jadi, siap-siap dimarahin nyokap kalo nggak tidur siang dan kelayapan main dibawah terik sinar matahari!
Btw, lagu Yiruma yang judulnya The Same Old Story kena banget deh kalo kalian baca posting ini! Menurut gue ya, kalo kalian punya lagu yang lebih cocok gapapa kok!
1. Panasnya Sepak Bola Jalanan (Dengan Gawang Pake Sandal Jepit)
Nggak peduli kalian dari kampung mana di dunia ini! Kalian pasti pernah ngerasain jatuh bangun di aspal, kon blok dan tanah kering demi kesenangan bersama teman-teman! Gawang yang cuma terbuat dari sendal jepit atau batu bata sisa dari rumah tetangga yang baru dibangun. Bola ala kadarnya dari mulai bola beneran, bola plastik, bola tenis, bola ping pong sampe kaleng dan botol bekas jadi bola!
Tapi, yang paling sakit kalo jatoh kena lutut! OH MY GOD! Betadine itu pasti musuh utama kita semua! Cuma tetep aja paling ga enak kalo salah nendang bola malah nendang tanah! WAH CIHI BANGET SAKITNYA!
Dan entah kenapa permainan selalu berakhir dengan "gol terakhir menang".
2. Rambut Brunette Main Layangan
Eits, layangan yang gue maksud disini bukan layangan hias ya! Layangan ini adalah layangan aduan! Yang dibikin pake kertas minyak dan dua batang lidi! Mainnya juga nggak pake benang biasa! Tapi, benang gelasan yang bikin tangan lecet-lecet! Lo belom cowok idaman kampung kalo tangan lo belom pernah lecet kena benang gelasan!
Bangga banget deh rasanya kalo bisa bikin layangan anak lain putus! Terus udah susah-susah ngejar, malah nyangkut di atap orang! Kamfreeet...
Dan, layangan adalah penyebab utama anak-anak kampung memiliki rambut brunette atau redhead!
3. Ngantri Rental PS (Atau Warnet Kalo Lo Anak 2000'an)
Muiihhh... Paling pewe dah kalo pantat udah duduk di lantai, maen Winning Eleven bareng jagoan komplek!
Kalo spot udah penuh, nungguinnya lama bener kaya nunggu siput marathon 100 meter...
Ini nih jamannya Roberto Carlos masih di Madrid, Shevchenko masih di Milan dan Obafemi Martins (kencengnya naujubillah) masih di Newcastle! Cara nyerangnya juga pasti sama: lari dari kiri/kanan, umpan tengah, pencet kotak, gol...
Atau mungkin ada beberapa diantara kalian yang familiar dengan games-games seperti Crash Team Racing, Driver, Bishi Bashi, Tekken, Harvest Moon dan sebagainya?
4. Adu Lincah Main Bentengan (Dan Polisi Maling, Dan Mainan Lainnya yang Pake Lari-Larian)
Entah kenapa tiap kali gue inget main bentengan di otak gue adalah main rugby tanpa bola! Bayangin aja, bre! Lo kejar-kejaran, nangkep orang, cuma buat touchdown di base atau benteng orang lain! Simpel banget nggak, coy?
5. Dan Tentu Saja Main Petak Umpet
Picure courtesy of JakartaNetwork.info
Menurut beberapa sumber yang gue dapet, Petak Umpet adalah salah satu tes masuk penerimaan siswa baru Sekolah Tinggi Intelijen Negara.
Bagi yang bersembunyi, mereka harus memiliki beberapa kemampuan seperti stealth, timing, decision-making, speed, acceleration, precision, bahkan kesabaran dan judgement dalam memilih tempat bersembunyi.
Bagi yang mencari, dia tak hanya dituntut memiliki speed dan acceleration. Tapi juga memiliki tingkat awareness yang cukup tinggi, lalu kemampuan quantitative analysis & speculation dalam menentukan tempat persembunyian lawan, keahlian risk management ketika meninggalkan pos jaga dan tentu saja kemampuan memilih jari lawan yang benar supaya nggak ngitung sampe 100 dengan lambat!
6. Dan Mengaplikasikan Kemampuan Yang Kita Dapat Ke Hal Yang Nyata
Terkadang kita harus bersyukur dengan kemampuan yang kita dapat dari main sepak bola jalanan, bentengan, petak umpet dan lainnya. Karena sering kali kita durhaka terhadap binatang yang akhirnya membuat kita dikejar anjing, dikejar kambing, dikejar angsa dan hampir digigit soang.
Sering juga kita menggunakan kreativitas kita untuk mencuri mangga yang masih ranum dari halaman rumah Pak RT. Sumpah, lari tercepat seumur hidup gue adalah ketika gue ketauan nyuri di kantin sekolah! Sekarang gue percaya kalo Usain Bolt pernah jadi maling duren!
7. Dan Para Gadis Hanya Melihat Para Lelaki Sambil Duduk Anteng Di Teras
Para gadis desa biasanya takut dimarahin ibu kalo main panas-panas. Alhasil, mereka biasanya menikmati angin sore sambil bersenda gurau di teras dengan papan congklak. Kalo nggak ada congklak, biasanya asik aja main bekel. Terkadang, ada yang jago banget lho main bekelnya sampe pake 2 bola sekaligus! Wah, pantas saja wanita desa banyak yang jago memainkan 'dua bola'.... *ditampar*
8. Kita Juga Seneng Banget Kalo Lagi Diliput TV dan Media
Salah satu yang gue suka dengan orang Indonesia adalah mereka selalu positif dan menemukan kebahagiaan walaupun disaat yang sulit sekalipun! Apalagi anak-anak kampung kalo udah ngeliat orang bawa kamera gede sama presenter! Pasti langsung berdiri di belakang presenter, melambaikan tangan sambil senyum pepsodent!
Setelah teriak "mak, aku masuk tipi!", kehidupan rasanya begitu indah. Walaupun korban banjir sekalipun, pasti teriak-teriak kalo daerahnya diliput sama media!
9. Apalagi Dengan Snack Kesukaan Kita
Entah itu mie remes cap Anak Mas, biskuit cokelat cap Superman, cokelat Ayam Jago, telor cicak, arum manis, cimol, cilok, Chiki, Cheetos, Chitato, Jetz, lidi-lidian pedes, makaroni pedes, mie gelas, Es Mony, Es Nyong-Nyong dan segala macam hal yang bisa didapat dengan kurang dari Rp1000!
Minumannya apalagi kalo bukan teh di dalam plastik? Gula batu, Pop Ice, Susu Murni Nasional, Finto, Kola-Kola, Teh Sisri, banyak deh!
10. Di Sisi Lain, Kita Pernah Merasakan Sakitnya Dunia, Dan Hidup Untuk Menceritakan Pengalaman Kita
Tangan dan kaki kita jadi saksi bisu segala pahit yang pernah kita lalui. Mulai dari jatuh dari sepeda, lutut lecet pas main bola, kesenggol knalpot motor, tangan robek kena benang gelasan, muka biru gara-gara berantem sama temen hingga telapak kaki yang kapalan gara-gara kebanyakan nyeker.
Tapi, kita melewati semuanya dengan berani (walaupun sedikit air mata) dan tentu saja dengan Hansaplast yang ada gambar binatangnya! Dan kita juga hidup keesokan harinya untuk menyombongkan diri dengan cerita "Lo pernah nggak di gigit semut api? Disengat tawon? Dikejar anjing rabies?"
11. Pada Akhir Hari, Kita Bersama Sahabat Kita Menatap Jauh Keatas Langit Dan Bermimpi
Setelah seharian bermain, tak ada yang lebih nikmat daripada sekedar tiduran di tanah sambil melihat ke langit. Melepas segala penat sambil bercerita tentang masa depan bersama sahabat kecil kita.
"Kalau nanti aku besar, aku ingin menjadi..."
Dan semua kembali ke impian dan angan-angan kita masing-masing. Gue penasaran, kalian masih inget nggak sih impian kalian waktu masih kecil?
12. Dan Berjanji Kita Akan Bermain Lagi Esok Hari, Setiap Hari, Hingga Waktu Memisahkan Kita
Terkadang semua permainan harus sudah selesai ketika adzan Maghrib berkumandang atau ketika matahari sudah menyentuh tanah. Disaat itulah kita ucapkan perpisahaan kita. Tetapi selalu berjanji untuk memanggil nama satu sama lain dari depan rumah.
Entah kapan janji itu terputus. Dan kita tak lagi memanggil satu sama lain. Sekarang, ketika kita melewati rumah sahabat kecil kita, rumah itu sudah berganti penghuni. Jalanan kampung sudah diisi oleh anak-anak baru. Yang tersisa hanya memori...
Bagi sebagian dari kalian yang beruntung, sahabat kecil kalian masih menjadi teman Facebook kalian. Betapa mengejutkannya waktu bisa melempar kalian ke jalan yang berbeda-beda, padahal dulu kalian adalah anak yang sama yang selalu mengusik kedamaian jalanan kampung.
Coba sapa lagi sahabat kecil kalian, masih ingatkah mereka dengan masa-masa dimana kita semua belum peduli dengan uang, penampilan dan pacar?
Lalu, bagaimana dengan mimpi-mimpi kalian yang kalian buat waktu itu? Apakah kalian sudah mencapai mimpi-mimpi itu? Tidak, apakah kalian masih berusaha untuk menggapainya?
Buatlah janji dengan diri kalian sendiri: Bila kalian bisa bertemu versi anak-anak dari kalian sendiri, jangan kecewakan mereka dengan jalan hidup yang kalian tempuh sekarang! Jagalah mimpi mereka agar tetap nyata!
Dengan begitu, kalian akan tersenyum bangga sejak kalian kecil hingga kalian tua nanti!
Jalanan kota tampak basah seperti halnya di hari-hari biasa di musim dingin. Semua orang berusaha untuk tetap hangat dibalik coat dan jaket mereka yang diantaranya bernilai ribuan pounds. Tiga hari sebelum natal membuat suasana London lebih hiruk pikuk daripada biasanya. Terkadang, malam-malam sebelum natal adalah saat-saat paling indah sebelum tahun berganti. Kehangatan bersama keluarga, bertukar hadiah dan tentu saja cerita-cerita dongen yang membuat mimpi setiap anak menjadi indah. Tetapi, ketika kalian hanya seorang diri di sebuah negeri yang asing ribuan kilometer dari rumah, malam-malam menjelang natal mungkin menjadi malam-malam yang sulit dilewatkan.
Dirga, seorang anak muda yang merantau dari jauh dari kampungnya dan menemukan dirinya berdiri termenung ditengah keramaian Trafalgar Square. Matanya hanya terpaku kepada sebuah pohon natal besar yang begitu indah, memancarkan sinar-sinar kebahagiaan dan kehangatan. Sebuah pohon natal yang merupakan pemberian warga kota Oslo, Norwegia, sebagai tanda terima kasih atas jasa orang-orang london di tahun 1940 sampai dengan 1945. Walaupun bukan seorang Kristiani, Dirga merasakan bahwa ada hal yang berbeda di malam natal. Dia merasa iri.
Umurnya mungkin masih belum menyentuh kepala tiga, tetapi dia sudah meraih gelar Master di bidang ekonomi dan politik dari sebuah universitas terbaik di Inggris. Ayahnya adalah bekas diplomat dan sekarang menjabat menjadi seorang menteri kepercayaan sang presiden. Dan sekarang dia bekerja di salah satu perusahaan konsultan terbaik di dunia. Dan dibalik semua itu, Dirga merupakan sosok yang banyak dicari wanita. Entah berapa banyak wanita yang menaruh perhatian padanya, tapi terkadang, pria yang terlihat paling sempurna di dunia, bisa memiliki kelainan besar yang ingin ia sembunyikan.
Seumur hidupnya hanya dua kali Dirga berhubungan dengan wanita. Dan keduanya tidak berjalan lancar. Ketiga kalinya ia mencoba, dia gagal untuk selamanya. Dia terlalu banyak memilih jika bicara soal perempuan. Dan banyak wanita yang memiliki 9 dari 10 seleranya selalu ditolak mentah-mentah. Hal inilah yang membuat Dirga memiliki kebiasaan aneh: berbicara pada gulingnya sendiri. Dalam imajinasinya, ia selau membayangkan bahwa gulingnya adalah calon istrinya kelak. Dia berbicara dengan gulingnya tetapi berbicara dengan hatinya sendiri, tertawa bersama gulingnya tetapi tertawa dengan dirinya sendiri, bertanya pada gulingnya tetapi dijawab oleh suaranya sendiri, dan pada saat-saat sebelum tidur, dia memeluk gulingnya tetapi memeluk mimpi-mimpinya sendiri.
Dan tentu saja sebagai guling, sarungnya bisa diganti ketika sudah kotor. Dan ketika Dirga mengganti sarung gulingnya, ia selalu membayangkan wanita dengan wajah yang lain, sifat yang lain dan tentu saja perlakuan yang lain. Ia bisa membayangkan siapa saja sesuai keinginannya: wanita pirang berwajah Eropa Timur dengan hati yang religius, seorang bintang pop Korea yang kecantikannya asli bukan hasil operasi plastik, atau mungkin wanita berkulit sawo matang yang hanya bertukar padang dengannya sekitar 5 tahun yang lalu.
Entah mungkin inilah yang membuat Dirga menjadi begitu segan berhubungan dengan wanita yang tidak berhak ia bayangkan sebagai gulingnya. Wanita yang terkadang begitu rupawan, tetapi begitu aneh sifatnya. Atau wanita yang bisa menahan pembicaraan selama berjam-jam dengan Dirga tetapi tidak sesuai ekspektasi visualnya. Dari ribuan wanita yang ia temukan dalam hidupnya, seakan tak ada yang bisa menyamai si guling kesayangannya.
Tapi, entah mengapa pada malam itu Dirga merasakan betapa ia hidup dalam kesendirian. Betapa ia hanya memadu asmara dengan imajinasinya. Betapa ia mencari cinta untuk disimpan oleh dirinya sendiri. Tetapi, cinta bukanlah mencari seseorang untuk memuaskan hidup sendiri. Cinta adalah kisah tentang dua individu yang mencari kebahagiaan bersama. Seperti pohon natal dan lampunya yang membahagiakan malam setiap insan.
Dan mata Dirga terpaku pada sebuah lonceng emas kecil yang jatuh lepas dari pohon natal Trafalgar Square. Lonceng itu menyentuh tanah, berdering beberapa kali dan meluncur tergelincir beberapa meter hingga berhenti tepat di depan sepasang sepatu merah. Sang pemakai sepatu merah tersebut membungkuk dan mengambil lonceng dari tanah. Sebuah tangan halus dengan jemari yang begitu panjang. Rambut hitamnya yang panjang mulai terjuntai kebawah, dan ketika ia sudah kembali berdiri lagi, Dirga hanya bisa melihat lekat kedalam mata si pemakai sepatu merah. Dia bertanya di dalam hati "inikah gulingku?"
Tepat di postingan ke-100 gue, gue akan memberikan sebuah hadiah bagi seluruh pembaca setia blog gue!
"Sebuah karya fiksi yang terinspirasi dari kehidupan seorang remaja Indonesia yang tinggal disebuah rumah di jalan Faraday. Setelah susah payah mencari dan menulis sebuah cerita, saya tak menyadari bahwa kehidupan saya adalah sebuah cerita."
#ProjectFaraday will (hopefully) invade your local bookstore immediately!
Here's a little writings I will put on the backpage:
Mohon doa dan restunya supaya Tuhan memberikan kemudahan akan penyelesaian #ProjectFaraday ini!
Tolong kasih komentar ya tentang apa yang ada di benak kalian soal buku ini dan apa yang kalian harapkan akan ada di buku ini!
Cheers!
















