Dalam diam ku merenung
Terpuruk asa, terbuai masa
Pada malam gundah gulana
Awan mengepul menutup kejora
Satu masa telah terlewati
Pada masa sejuta bangkai
Tombak terhunus dan tumpah darah
Masa yang terkelam
Enam puluh lima tahun
Tanpa perubahan berarti
Bahkan bertanya sendiri
Apa kita sudah merdeka?
Lalu, pada malam yang kelabu ini
Kupanjatkan rindu dan do'a
Agar para pelantun bambu runcing
Ternyenyak pada mimpi indahnya
Sedikit puisi mengawali cerita gue malam ini. Yah, hari yang berat seperti biasanya. Inilah rasanya sendiri. Jauh dari orang tua, jauh dari keramaian, jauh dari segalanya yang kita anggap 'Hidup'.
Ternyata, masuk IPA susah ya? Integral, Trigonometri, Konfigurasi elektron, Sel hewan, kerajaan Sriwijaya, English Journal, Surat penawaran, Adat hukum Indonesia dan bagaimana cara membuat pentagon secara benar!
Menghadapi segala cobaan yang diberikan para guru besar (harusnya guru sini, jadi dosen di Nanyang Technological University Singapore lho!) seperti PR dan PR dan PR. Gue berharap gue anak Sosial. Dulu sih mikirnya, kalo gue masuk sosial ntar AKPOL tiba-tiba pindah haluan jadi cuma nerima IPA gimana? Berabe kan?
Tapi kata Irko dan Putu Pandu, mendingan gue ambil bisnis. Kenapa?
"Karena lo pandai melihat peluang, be!" jawab Putu.
Iya sih, pas SMP sempet dagang CD dikit-dikit, dulu pernah jasa setrika dan cuci baju, dan sekarang gue alih profesi jadi tukang pijit di asrama (5000 yg standart, kalo kecapean abis latihan bola ato basket, keseleo lo ilang dengan 10000!). Tapi, itu kan cuma usaha kecil-kecilan, gue aja masih utang kantin sama Didit!
Tapi, gue tetep mau jadi AKPOL, lanjut ke Interpol, siapa tau gue bisa jadi Liason Agent trus jadi kaya Gories Mere? Dewa ga tuh? Gue jalan-jalan ke Eropa sambil menelusuri sejarah kelam terorisme dan konspirasi. Mungkin membuntuti PM Inggris atau Presiden Georgia, siapa tau?
Tapi, yang penting gue masih harus tamat SMA. Sekarang sibuk ngerjain PR Fisika dan lagi rame lomba 17-an. Futsal, tarik tambang, panjat pinang, estafet tradisional, dll. Gue juga kan OSIS dalam bidang Pengembangan Jasmani, rencana bulan Oktober mau ada Cup. Sekarang lagi sibuk galang panitia nih!
Terakhir minggu nelpon rumah, katanya Mom mau kesini. Trus, Pop mau ke Eropa. Dia nanya "mau titip apa?", gue mikir kayanya ga ada yang gue butuhin disini untuk sementara waktu. Toh, kalo beli macem-macem ga akan bisa digunain juga di asrama. Jadinya gue bilang "Buku aja deh, Pa."
"Buku apa?" tanya Papa balik.
"Yang bagus aja." jawab gue.
"Tapi, bukunya bahasa Inggris gitu?" tanya Papa lagi.
"Ya gapapa." jawab gue dengan penuh percaya diri.
Mungkin sebuah buku klasik tentang Ras Arya, Swastika dan Nazi. Atau sebuah buku revolusioner tentang senjata nuklir Rusia dan tank Jerman. Kalo cuma majalah juga gapapa sih, yang penting bisa buat bahan bacaan.
On the listening, Killing Me Inside - Forever. Entah mengapa, gue jadi suka lagu-lagu mellow. Gue juga lagi dengerin Griffin, ga pada tau ya? Bang indie terinspirasi Angels and Airwaves punya temen SMP gue, lagunya Last Smile sama Eternity bagus. Coba cari aja di Myspace. Keren kok, ga bohong.
Lagi mainin The Sims 3 sama Aliens v.s Predator di laptop. Baru nyelesaiin novel The Ghost karya Robert Harris dan lagi baca The Carnivorous Carnival. Udah sih, itu aja.
Selamat malam, dunia. Semoga Tuhan masih sayang terhadap semua makhluknya. Amin.
P.S Gue menemukan kaos kaki gue menjadi alas anak-anak kucing di dalem gudang. Entah mengapa mereka menikmati bau kaki gue. Itu gue anggep sebagai sebuah pujian.
Dan gue udah hampir 2 tahun jomblo dalam 17 hari lagi. Kayanya enak punya seseorang yang bisa mengasihi kita di masa-masa sulit seperti ini. Ha ha ha!