Aku kini hampa
Tak lagi bermelodi
Bernuansa sepi dan senyap
Raut kusut dengan tatapan kelam
Sampai kini
Tak kunjung kumengerti
Dan hanya
Dalam diam
Dinamika kehidupan
Bagai laras panjang
Berpelor takdir
Membuat lubang di tubuh dosa
Aku jadi gila
Meraung seram pada kegelapan
Berjiwa murung
Kusam
Hei, kelabu
Pancarkan sedikit harapan
Agar bila kumati
Aku tak mau sendiri
Hoah, sebuah malam yang panjang lagi. Baru balik dari asrama senior setelah panjang lebar merencanakan sebuah event yang engga gede-gede amat sih.
Tadi, kelas bahasa inggris di lab. Listening doang sih, terus terakhirnya suruh dengerin lagu dan melengkapi missing lyrics gitu deh. Lagunya Tina Arena berjudul Burn. Keren deh.
17-an kali ini diwarnai dengan segenap kehampaan dan kekecewaan tak berujung ketika kami menderita kekalahan yang memalukan. Maaf, bahasa gue terlalu tinggi, gue kan 174 cm!
Jadi gini, kemaren kan ada lomba Lintas Taruna Nusantara. Kaya marathon gitu cuma pake renang, lari, restok sampe macem-macem. Gini urutan kejadiannya:
1. Bibo yang ex anggota tim renang Eagle, berhasil mengalahkan seorang bocah kelas 10 dari tim renang Hiu. Bibo memimpin didepan langsung mengoper tas ke Zulfikar.
2. Zulfikar lari mengelilingi lapangan sepak bola tanpa ada yang menandingi dengan kecepatan kira-kira 33km/jam dan mengoper tas ke Bram.
3. Bram berhasil merangkak sepanjag 50 meter menyebrangi lapangan sepak bola dan mengoper ke Gandhes.
4. Dengan segenap kekuatan, Gandhes lompat-lompat dalam karung sejauh 100 meter dan mengoper tas ke Gaby.
5. Gaby menyusuri gedung C, melewati GOR dan mengoper ke Didit.
6. Dianugerahi otot tangan yang kuat, Didit berhasil melewati rintangan restok dan tetap memimpin, lalu tas dioper ke Sela.
7. Sela dengan kecepatan rata-rata sekitar 22km/jam, berhasil mengelilingi taman di depan Ruang Komunikasi Bersama. Tapi, disini kami mulai tersusul. Tas diberikan ke Lina dan Ajeng.
8. Lina featuring Ajeng, berhasil berlari dengan kaki diikat walau harus terima disusul sama yang posisi kedua, tas dioper ke Agit.
9. Agit lari menanjak ke pos gerbang dan mengoper ke Ryando.
10. Ryando tersusul! Dia berlari dari pos gerbang ke depan Rumah Kepala Sekolah. Walau juara dua, kami tetap bisa menuju ke babak selanjutnya. Tas dioper ke Wijanarko yang harus mengelilingi seluruh asrama laki-laki
11. Wijanarko di posisi kedua hingga 10 meter sebelum finish, ketika itu dia dibalap dan kami semua teriak memaki "Bangkai kambing! Kuda liar! Ketek uler! Cula badak! Selangkangan Doraemon!"
Begitu juga di voli dan futsal. Kami memenangkan set pertama dalam voli, di set kedua kami dikalahkan, set ketiga harus malu dengan skor 15-11! Futsal kebobolan pada menit ke-7 dan mbrojol lagi di menit ke-14!
Di cabang tarik tambang. Kami graha 11 melawan graha 9. Di kedua ronde, KALAH! Gue pulang dengan tangan semerah daging asap belom mateng!
Tapi, kami tetep ceria kok! Buktinya gue menghabiskan satu jam di asrama untuk mencari keringat dengan permainan klasik "Kuda Tomprok!"
Tim Macan Garing (Prasetyo, Agam, Ryando dan Tito) v.s Tim Ketek Berlumut (Gue, Indra, Alfa dan Pandu yang digantikan oleh Tama)!
Jika ditotal, berat Tim Macan Garing sekitar 480 lbs! Dan tim Ketek Berlumut sekitar 510 lbs! Ini gara-gara Indra agak berlemak di daerah perut!
Hingga akhir permainan keluar kata-kata seperti ini:
"Punggung lo licin! Pake baju dong!"
"Selangkangan lo bau!"
"Iye nih! Gue pake boxer!"
"Gue sih gentlemen!"
"Gue ga bisa nerima alasan tak masuk akal dari seorang pengecut!"
"Bales dendam gue!"
"Woy! Jangan jatoh dong!"
"Lompat yang jauh!"
"Gausah maju-maju!"
"Awww! *sensor* gue sakit!"
"Anjrit! *sensor* gue kejepit!"
"Pantat gue nabrak tembok!"
"Kaki gue patah, ada yang mau lurusin ga?"
"Aduh, lupa pake celana dalem!'
Yap! Itulah asrama gue yang gila! See you soon!