Since Last Wednesday

He would never do grafitti or vandalize that house
And he would never buy a weapon and bring it to our home

But no one has seen or heard from him since last Wednesday
Oh oh oh oh...


A friend of mine has just introduced me to this captivating, sounds alluring, goosebumping, out-of-this-world band called Highasakite. And when you try to find them on Spotify, you will see that my favorite track, 'Since Last Wednesday', sits number 1 on their popular tracks list. It doesn't matter anyway, I put the video above so you guys can (hopefully) see it.

By the way, I also put a portion of their lyrics on top, just so you have at least an idea of what's gonna happen in this post.


So yeah, basically I fell in love with this particular work of art. The rhythm, the beat, the vocal, THE VOCAL, the accents and especially the lyrics. Based on my interpretation, correct me if I'm wrong, the lyrics is about a Flying Panda, going on a journey across the world to find this Dancing Penguin and destroy the crystal of Escala, in order to maintain balance in the planet of Pandora, because the prophecy from the elder gods said so.

Okay, I'm joking (and pretty badly too, if I would add). So the song basically tells a story about this normal young boy, probably 14 to 16, only minding himself, doing every mundane things he always did, never done anything stupid, never did anything bad for once in his life, he's just plain normal young boy you see everyday. But, suddenly, he's gone. Missing. Disappear into nothing. No one has ever seen or heard from him. Since last Wednesday.

Now, of course you want to know what happen to the boy, right? But the song doesn't tell us much what happens before or after the event. So yeah.

My brain then automatically scans for answers, finding possibilities, anything relevant to the story. Then, without realizing, I already caught myself trying to interpret the semiotic text. My first intuition floats my imagination and puts me in the position of the boy behind the lyrics. What would happen if I went missing? I could be dead, or kidnapped, or tortured, or being sodomized by those ungrateful religious priest, or being sold into slavery in the west coast of Namibia.

But, the lyrics itself questions your significance. What will happen after you're gone? Your parents must be looking for you. Your friends might be missing you too. Wait, your friends? How much friends do you have? Well, you might have your social circle, but what else? What's your impact to those people? Moreover, what's your impact to the world? How significant are you? By the time you're gone, people won't be talking about you anymore. You're gone, literally. Your name doesn't get written anywhere in the history. You're just another guy living and dying on this earth. A small planet, floating around in the universe. In this level, your impact is so insignificant that it won't really matter whether you're missing or not.


However, my second intuition brings me to question how secure our lives are? If a normal boy could just easily missing, what are the odds of you, who maybe a bit more 'unique', went missing too? Maybe it's CIA, maybe FBI. Maybe some maniac lurking in your neighborhood. Or maybe the aliens. The ghost of your town. The flying panda and the dancing penguin. You'll never know. There are things that should left unknown.

These things are what makes life unique.You don't know what will happen to you tomorrow, next week, next month, next year, even the next 5 seconds. All we can do is to continue doing what we are doing. Live. Day by day. And just be grateful about it. Make the most of it. Its what makes us human.


And of course, as my favorite band and my favorite radio station would say, keep the faith!

The Faradays

"Bagaimana kalian bisa mengharapkan seorang pria untuk memimpin suatu negara bila mengurus rumahnya saja dirinya tidak bisa?"



Nggak kerasa udah hampir setahun gue tinggal di sebuah rumah mungil yang bernama The Faradays. Susah sih terkadang kalo kita harus tinggal jauh dari keluarga, di negeri yang sudah berbeda bahasa dan tanpa siapa-siapa yang bisa membantu kita dalam mengurus hal-hal kecil dalam kehidupan. Apalagi kalo usia kalian masih antara 18 - 22 tahun. Tapi, sebenernya ini berlaku ke semua orang kok, regardless of their age.

Gue suka iri deh sama kalian yang masih punya mbak dirumah, atau punya seseorang yang bisa mengurus segala kebutuhan kalian disaat kalian sedang sibuk. Gue juga suka iri dengan orang-orang yang bisa aja hidup di tempat yang luar biasa berantakan and feels totally fine with it. Apalagi dengan orang-orang yang memiliki isi dompet lebih tebal daripada biasanya jadi bisa makan diluar setiap saat, laundry setiap saat, nyewa pembantu setiap saat, jadi mereka nggak usah khawatir tentang hal beginian.

Tapi, ada baiknya juga kalo gue memberikan pesan kepada kalian bahwa sebenernya menjalankan kegiatan rumah tangga itu gampang gampang susah. 

Udah hampir setengah tahun gue berbagi rumah dengan tiga orang wanita, yang tentu saja beruntung sekali bisa serumah sama seseorang seperti gue. LOL. Dan sebagai kepala rumah tangga, tentu saja gue responsible dengan berbagai hal yang menyangkut hajat hidup ketiga wanita ini. Nah, selama waktu inilah gue belajar banyak tentang apa yang dirasakan pembantu dan ibu rumah tangga pada umumnya.

Having a house is totally different than having an apartment. Rumah yang cozy biasanya bakal jadi korban tongkrongan anak-anak kalo lagi jenuh sama kuliah dan kerja. Seru sih kalo rumah lo selalu kedatengan tamu yang berbeda setiap harinya. Karena lo basically bisa melakukan apa saja dirumah lo! Throw a great party at the weekend? BBQ on semester break? Tuesday movie night? Cooking session bareng modusan? Bahkan pengajian malem jumat kliwon pun bisa dilakukan dirumah lo!

But, the perks of having a house also comes with many responsibilities that you have to fulfill. Tentu saja, untuk membuat rumah menjadi sarang aktivitas orang Indonesia se-Melbourne, lo harus tetap menjaga rumah lo bersih dan wangi. Well, nggak usah rapi-rapi amat. Yang penting bersih! Dan lo harus tahu, rumah gue itu kecil lah, paling 5x20 meter lah maksimal. Dan ngebersihin rumah dua lantai sekecil itu aja, to be honest, susah! Plus, lo punya halaman belakang dan depan, yang pasti selalu kotor dengan dedaunan yang rontok!

The best thing you can do, setiap hari adalah setidaknya nggak ada piring kotor yang numpuk di wastafel dapur. Nggak ada abu rokok berserakan di meja dan di lantai. Sofa dan karpet rapi dan bersih, siap untuk dinikmati oleh tamu berikutnya. Lantai nggak lengket dan nggak ada bau-bau aneh karena berbagai macam substance yang ada di rumah lo.


Selain itu, of course, ada hal-hal kecil lainnya yang mesti lo perhatikan. Seperti nyuci, jemur dan nyetrika baju lo sendiri. Masak hal-hal aneh semampunya lo bisa demi mengisi perut, karena makan di restoran Melbourne is just pretty damn expensive! Terus nanti akan ada housemate lo yang komplain karena keberisikan di tengah malem, ada juga yang nginep dan ga balik-balik lagi. Entah karena benci ama gue atau sibuk dengan pacar sendiri.

Terus ada juga tagihan kontrakan, tagihan listrik, tagihan air, tagihan gas, tagihan telepon dan tagihan internet, diluar tagihan pulsa bulanan lo, yang harus lo bayar tepat waktu, kalo engga LO KENA DENDA! Biasanya suka ada drama nih! Kadang ada yang bokek gapunya duit karena mamanya lupa transfer, kadang ada yang udah punya duit tapi dianya sendiri lupa transfer, kadang ada yang udah transfer tapi nyampenya seabad kemudian gara-gara beda bank, kadang duitnya udah kekumpul, tapi gue sendiri lupa transfer ke company-nya. #life #curcol #SandiwaraDuniaNyata

Lalu, ketika lo sedang menikmati keseharian lo yang normal dan biasa aja, kadang suka ada drama tambahan. Misal lagi mandi, tiba-tiba sabun abis. Lagi mau masak, udah motong-motong sayur dan daging, tiba-tiba minyak abis. Lagi mau nyuci, udah nggak ada baju dan celana dalem lagi nih buat besok, tiba-tiba kotak deterjen kosong. Seakan ada tuyul yang bersembunyi di rumah lo, yang hobinya ngabisin apapun yang lo butuhkan saat itu.

But anyway, punya rumah itu mengajarkan lo banyak hal yang nggak pernah lo pelajari sebelumnya. Seperti komitmen, tanggung jawab, disiplin, kesabaran dan lapang dada karena tiba-tiba semua cookies dan chips lo abis tanpa tahu siapa pencurinya! Lo juga sedikit banyak belajar tentang hospitality karena banyaknya tamu yang harus lo puaskan, orang-orang yang harus lo masakin dan kasih makan, serta menambah lingkaran sosial dan network, contohnya: Rio Dewanto kerumah gue.


Tapi, diluar itu semua, gue belajar tentang rasa memiliki dan kekeluargaan. Akhirnya, gue bisa punya sebuah tempat dimana gue bisa meletakkan hati gue disitu. Gue juga belajar bahwa pertemanan itu harus diuji dengan segala hal baik maupun buruk, dan lo harus siap bahu-membahu ketika ada masalah dihadapan kalian, bukan saling menyalahkan dan membenci satu sama lain. In the end, gue juga belajar banyak hal dari semua orang yang pernah datang dan duduk di meja diatas, obrolan-obrolan seru yang seakan tak pernah berakhir, serta pemikiran-pemikiran abstrak yang terlalu indah untuk diucapkan. Semuanya, ada di The Faradays.

"Ren, tolong restart-in modemnya dong! Laptop gue ga bisa konek ke internet!" #life

Quote of the Day #1

Brofessional 
Ketika ada temen lo yang jago banget jadi temen Dia temen yang baik. Dia melakukan apapun that friends suppose to do. Dia melakukannya segalanya yang teman akan lakukan, bahkan hampir perfect! Dia berarti brofessional!
Contoh: "Nyet, thanks banget udah tanda tangan absen gue. Lo brofessional, cuy!"


Main Petak Umpet, Ditinggal Kabur
Dulu jaman SD, pas abis pulang sekolah, lo pasti sering main petak umpet. Nah, kalo udah agak lama mainnya, pasti ada satu anak yang sembunyi, pas dicari-cari ga ada, sampe dicari bareng-bareng tetep ga ada. Akhirnya, lo menemukan dia di kantin sekolah, lagi makan sama mbak-nya. Terus, dia bilang "Topan dulu, cuy!" *sambil angkat dua jempol*


Pelancong Nigeria
Tipe-tipe cowok di pantai yang kulitnya item, pake celana surfing, kaos dalem sama kemeja warna cerah ga dikancing. Dia biliiuner Nigeria, cuy! Dia ekspatriat! Mafia Abuja, coy!


LOL
"lol" "LOL" "LoL" "Lol" Kita semua punya versi LOL yang berbeda kalo di chat. LOL itu untuk mengakhiri suatu kalimat yang kurang lucu, agak tragis, dan sebenernya biasa aja, yang kita atau teman kita tulis di chat.  Semacam kata pamungkas, LOL itu kalo kita gunakan sendiri berarti: "maaf yah, gue ga lucu", dan kalo buat temen lo berarti: "lo emang nggak lucu, tapi gue ketawa deh buat lo" *sarkastik*. Atau LOL juga bisa berarti: "oh gitu", "yaudah", hingga "thanks for the info". Semuanya berbau sarkasme.

Akhir-akhir ini, gue suka membawa kata itu ke dunia nyata. Ibarat ada temen gue yang ngomong panjang lebar, tapi gue ga dengerin, atau ga ngerti, atau ga peduli, biasanya gue bales dengan kata "LOL". Terus dia mukul gue di muka.


...
Ini kalimat yang lebih pamungkas dari kata LOL. Lo udah bener-bener ga peduli. Way too much information. Lo speechless liat chat temen lo. Dan lo ga ngerti mau bales apa. TITIK TIGA KALI. Misalnya gini: Temen lo nulis "Cuy, gue baru tau om gue pedofil." Terus lo gabisa bilang apa-apa, lo ketik aja "..." Sadis men!


*tepuk tangan lima kali*
Next time ada temen lo yang tiba-tiba ngejayus parah, engga lucu, sampe lo bener-bener gamau ketawa. Lo langsung kedepan dia dan tepuk tangan lima kali. Perlahan. Sambil menggelengkan kepala dan senyum sarkastik. Niscaya, temen lo bakal ngerasa ketusuk deep banget, bro!


Nasi Uduk Personal
Coba pikirin nasi uduk lo lauknya apa aja? Nah, sekarang coba tanya temen lo, nasi uduk versi mereka lauknya apa aja? Pasti nasi uduk punya lo ama punya temen lo punya lauk yang berbeda!


Are those the Reebok or the Nike
Mexican Deep House, cuy!