Seseorang di Ask.fm: Kok lo aneh sih?
Oh entahlah. Lo mungkin melihat gue sebagai orang yang aneh. Tapi, menurut gue, gue memilih untuk berbeda. Karena hidup ini terlalu membosankan bila kita hidup biasa-biasa saja, mengikuti arus yang ada, layaknya orang yang normal pada umumnya. Bayangkan saja seperti ini, 7 milyar orang di dunia dan kita mau bertingkah laku dan berpenampilan sama seperti orang lain disekitar kita? Betapa insignifikannya diri kita kalau begitu? Terbelenggu oleh norma-norma agar terlihat pantas, padahal tidak bisa mengikuti kata hati sendiri.
Berbeda itu nggak selamanya buruk kok. Beberapa orang memilih untuk lebih ekspresif saja daripada orang lain. Namun, seringkali society menganggap bahwa orang yang aneh itu harus dijauhi. Ada saja ejekan-ejekan bagi orang seperti kami. Alay. Kampung. Hipster. Tapi, sesederhana mungkin gue menganggap diri gue spesial. Contoh mudah, kalian akan lebih suka memiliki karakteristik sendiri diantara kalangan teman kalian. Seperti gue kalo di-refer oleh teman-teman gue, gue akan lebih suka dibilang: "Itu lho, Reno yang item, sipit, yang suka pake baju aneh-aneh, pake boots kemana-mana yang ngobrolinnya kalo nggak cinta ya filosofi kehidupan." daripada, "Itu lho, Reno yang... yang... aduh gimana ya? Susah deh ngejelasinnya!"
Dan menurut gue, orang yang nggak ekspresif itu orang yang munafik. Yang tidak mengikuti kata hatinya, dan hidup biasa-biasa saja dan akan mati biasa-biasa saja. Mungkin masuk surga seperti orang biasa pada umumnya. Tapi, apa kalian tidak merasa spesial kalau begitu? Kalian itu cuma kumpulan-kumpulan atom yang begitu kecil dibandingkan betapa luasnya alam semesta. Kalian emang nggak mau jadi kumpulan atom yang, yaaah setidaknya sedikit berbeda lah dengan kumpulan atom yang lain? Kalian tidak mau sedikitpun merasa spesial karena menjadi kumpulan atom yang memancarkan gelombang yang agak berbeda dengan yang lain? Ibarat ada alien yang ngeliat pake teropong kearah bumi, kalian mau terlihat sama aja gitu dengan yang lain? Kalo gitu caranya, menurut kalian, hidup mati kalian agak datar nggak sih?
Tapi, kenapa kita harus saling membenci? Ketika gue kesel terhadap seseorang, gue nggak pernah menyalahkan kenapa dia seperti itu. Gue akan menyalahkan lingkungannya yang membentuk dia menjadi seperti itu. Seseorang tak pernah bisa memilih akan lahir menjadi anak siapa, dimana dan akan menjadi apa. Kita semua hanya bisa memilah-milih beberapa pilihan yang ditawarkan oleh lingkungan dimana kita berada, dan seringkali pilihan itu sangat terbatas. Jadi, kenapa kita nggak berusaha hidup berdampingan saja? Gue menjalani hidup gue dan lo menjalani hidup lo.
Kita boleh beropini dan mengkritik, tetapi jangan pernah menyakiti dan merugikan orang lain! Karena di semua agama, bahkan yang tidak beragamapun, menganggap itu sebagai perbuatan yang tercela. Lihat kembali ke dasar negara kita: Bhinneka Tunggal Ika = Berbeda-beda tapi satu. Tapi, kenapa kita tidak saling menerima dan mulai menghargai perbedaan yang ada diantara kita? Daripada kita saling mencari kekurangan satu sama lain dan mempesoalkan hal kecil yang membuat seluruh kita rontok menjadi kepingan antah berantah.
Jadi, bila nanti kita bertemu dan duduk bersama, mari kita letakkan hati diatas meja. Walau kulit dan baju kita berbeda, bentuk hati kita masih sama kan?


wow didnt know you have passion in writing hahaha