Waw wieee!!!
Boom shamala-mala kaboom!
Gugu gagaga gigi!
Lomo lomo momo shomolojompo!
Weh! Itu yang ada di dalam otak gue seminggu penuh ini! Penuh dengan kombinasi rumus-rumus mematikan ditambah sebotol penuh istilah-istilah bernilai bahasa tinggi mulai dari bahasa Indonesia sampe bahasa latin!
(X-2) + (Y-5) = 25 melalui titik (9, -14) %*$@ Ruas tulang belakang berarti Vertebrae Dorsalis %#&! Budaya Politik menurut Affan Gaffar ada 3 yaitu : Hirarki Tegar, Patronage, Neo Patrimonialisme &*@% aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhh!!!
Tapi entah kenapa, kondisi di TN emang memungkinkan demam belajar ada dimana-mana!
Mulai dari yang belajar sore di taman, tengah lapangan, perpustakaan hingga yang larut malem di lab, kelas, masjid, musholla sampe yang ngelantur entah kemana.
Mulai dari yang belajar cuma 30 menit langsung capek, yang sok jadi makhluk nokturnal hingga jam 3 malem dan ada yang rela bangun subuh hingga ayam jantan menyambut di kala subuh.
Mulai yang bermodal buku catetan, kertas hand out bahan ringkasan dari guru terkait hingga yang sok canggih dengan laptop dijinjing kemana-mana.
Hingga gue sendiri terjangkit virus ini!
Tapi cara belajar gue simpel : Baca buku 30 menit, kerjain soal 10 menit, tidur 8 jam dan modal nekat keesokan paginya! Dan Alhamdulillah! Gue ragu bisa lulus Biologi dan Kimia!
Sebagai anak IPA yang tulen, gue ga yakin kalo gue tulen-tulen amat. Bahkan agak miring ke bahasa dan IPS. Pasalnya, orang akan sangat sering melihat gue di urutan atas nilai bahasa, sebaliknya untuk melihat gue lulus matematika akan selangka lo nunggu babi beranak orangutan!
Tapi, tenang aja. Semua anak TN dilatih untuk tahan banting, pantang menyerah dan bertanggung jawab! Bahkan ketika seluruh dunia mendapat nilai 80 dan kita sendiri dapet nilai 25, kita akan tetap tersenyum dan berkata "Ah, yang kemaren cuma pre-test. Yang sebenernya baru akan dimulai (baca : remedial!)"
Terbukti ketika guru fisika gue bercerita tentang alumni TN. Beliau berkata bahwa memang anak TN memang tahan banting. Pas ujian di Universitas, anak-anak non-alumni TN akan luar biasa kecewa ketika nama mereka terdaftar sebagai salah satu siswa yang harus ikutan remedial walaupun cuma 1 mata kuliah, sebaliknya anak TN akan senyum sendiri dan berkata "Ah cuma satu. Waktu di TN biasa remedial sampe 6 pelajaran!"
Jadi, gue ga akan sedih walaupun nilai gue kaya ikan mujair mati yang terombang-ambing ombak ganas di penangkaran ikan daerah priok! Gue akan tetap bertanggung jawab memperbaikinya dan membanggakan orang tua gue!
Terbukti lagi kan! Anak TN sangat amat cocok dijadikan menantu kesayangan! Selain bertanggung jawab, kami juga tahan banting bahkan kalo anak kita nanti bikin ulah dan kita dipanggil ke ruang kepala sekolah. Kita akan tersenyum dan berkata "Ah pak, baru anak yang pertama. Belom anak-anak yang lainnya!"
Semoga Tuhan kita masing-masing memberkati kita dengan otak yang cemerlang dan pintu hati yang terbuka!
Amin!