One of the speciality being the students of Taruna Nusantara Senior High School is that we must study about Leadership and Nationality.
But the problem is : The teacher doesn't really teach us about it, instead they tell us some so-boring-that-makes-us-sleep-in-da-class stories.
Yeah, the stories can vary from just a lack of discipline in the school to something called birocracy, aristocracy even might lead to some goverment or intel top secret. (Note : Our teacher came from the military and know everything about it down to the bottom)
Dan akhirnya tes akhir semester Kenusantaraan dan Kepemimpinan!
You know what he asked on the second last question?
"Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud M.D maupun anggota Satgas Anti Mafia Hukum Mas Ahmad Santosa memiliki ide yang sama terhadap pemberanasan korupsi yaitu pemiskinan bagi pelaku koruptor. Apabila hal tersebut dikaitkan dengan konsep Disiplin Nasional dalam konteks Pembangunan Nasional, berikan penjelasan!"
Nah! Kalo dibaca, anak muda kota besar yang hobi ngaprek motor dan tawuran tiap hari akan kesulitan untuk bisa mengerti apa yang dimaksud oleh si penanya. Bahkan untuk seseorang sekaliber gue pun harus memutar otak dengan amat sangat keras untuk menemukan jawaban yang tepat!
Lalu gue merenung, semenit, dua menit, lima menit, sepuluh menit, lima belas menit, tiga puluh menit...
Lalu gue meronta dalam jiwa!
OH GOD! PLEASE GIVE ME YOUR KNOWLEDGE!
TUHAN! BERIKAN AKU ILHAM!
Akhirnya, setelah sekian menit berlalu. Gue mulai kesel. Dan gue berpikir "Ini jawaban bikin gue kesel, jadi gue harus keselin baik si penanya!"
Lalu dengan pulpen Kenko K-1 yang Maha Perkasa. Gue torehkan karangan bebas berisi kekalutan dalam hati gue yang dapat dipastikan bisa ngeselin balik si penanya! Dan dalam bahasa inggris!
"Begins with the same idea, this two mankind could make a great Symbiosis Mutualism by working together to make a deadly combination that highly possible to overwhelms the corruptors in Indonesia.
Note that this two guys have high enough position in the goverment, I basically think that this idea may conduct it's own believers or followers and will be a great impact if it becomes a reality.
If it is, the believers will conduct a brand new form of discipline that goes massive and nation-wide. In instant, the corruptors will be knocked out and busted.
In the future, corruptors will be fewer and those who wanna be a corruptors as well have to think at least a dozen times to do it. In the end, the country's economy will run perfectly and Indonesia will march to the better future fast and freely."
Yap! Selesailah karangan bebas gue! Kalo soal bahasa, pasti gue udah dapet nilai 80 minimal lah! Setelah puas mengarang, gue langsung senyam-senyum sendiri dan langsung ambil posisi tidur di kelas, menunggu bel terakhir berbunyi.
Gue yakin kalo guru gue baca pasti mukanya mesem-mesem mencari secercah cahaya dari Yang Maha Kuasa hanya untuk mengerti maksud dari karangan gue. Salah sendiri kenapa ngasih soal tes masuk anggota DPR/MPR!
Gue yakin, bahkan calon-calon wakil rakyat dari partai-partai murahan yang mukanya ada di tiang listrik, dinding rumah sampe gerobak bakso dan pintu WC umum ga akan bisa jawab dengan sempurna! Yang duduk di kursi-kursi super empuk di gedung-gedung berdesain arsitektur tinggi di bilangan kota Jakarta pun gue ragukan bisa jawab!
Terbukti lagi, anak TN bisa jadi calon menantu yang baik! Selain bisa masak dan tahan banting, kita punya masa pensiun yang cukup indah dengan jadi anggota parlemen atau sederajat! Hahaha! Mau?
Nice Blog! (:
i love reading your post. somehow, it makes me laugh. hahahaha.
^^